
"Mmm...jam berapa ini,? tidak terasa aku tertidur sangat lelap sekali" ujar Meri kemudian gadis itu melirik jam tangan nya yang ternyata sudah pukul 4 dini hari.
Meri sudah tidak bisa melanjutkan tidur nya,ia terbangun karena kebelet buang air kecil,namun ia tidak tau letak toilet dimana,akhir nya ia membangun kan Agis.
"Gis...bangun dong,! udah subuh nih temanin aku ke toilet yuk, kebelet nih" ujar nya
"Mmm kau sudah bangun Mer,?"
"Iya Gis aku kebelet buang air kecil" sahut nya.
"Ya sudah,mari aku temanin aku juga kebelet" ujar Agis.
'Ayo" Akhir nya kedua gadis itu pergi membawa senter nya mencari toilet dirumah besar tersebut.
"Eh Mer,semenjak kedatangan kita dirumah ini kita belum bertemu dengan nenek dan kakek nya Irem kan?kenapa Irem tidak memperkenal kan kita kepada kakek dan nenek nya ya,?"
"Mungkin kakek dan nenek nya Irem sedang tidak ada dirumah" sahut Meri.
__ADS_1
"Tidak mungkin dong Mer,secara rumah ini sangat luas mana mungkin Irem berani sendirian ditinggal oleh kakek dan nenek nya" ujar Agis.
"Mana kita tau,bisa jadi saat kita datang mereka tidak ada dirumah,dan saat malam tiba baru mereka pulang" sahut Meri.
"Duh ngomong-ngomong dimana nih toilet nya,?rasa nya aku sudah tidak bisa menahan nya bisa-bisa aku pipis dicelana nih" ujar Agis .
Saat mereka menyusuri lorong tersebut,Meri melihat seorang gadis sebaya dengan mereka sedang berjalan berlawanan arah dengan kedua nya.
Tampa sungkan Meri pun bertanya kepada gadis tersebut,
"Mmmm selamat malam kak,maaf apa boleh bertanya toilet dirumah ini ada dimana ya,? Masalah nya kita baru sampai sore kemarin dirumah ini,jadi tidak sempat bertanya mengenai toilet sama pemilik rumah"ujar Meri.
"Terima kasih banyak kak,uh syukurlah ada kakak kalau tidak bisa nyasar,karena rumah ini begitu luas" ujar Meri.
"Oh iya,kakak siapa nya Irem,?"
"Mmm,saya salah satu penghuni dirumah ini" sahut nya.
__ADS_1
"Tapi Irem kok gak pernah cerita ya kalau ada penghuni lain nya dirumah ini?" sahut Meri.
"Dia tidak tau,yang tau hanya kakek dan nenek nya saja" sahut gadis misterius tersebut.
"Maksud kakak, Irem tidak tau jika kakak tinggal di sini begitu,?"
"Bukan seperti itu,gadis itu tau jika ada tamu lain nya dirumah ini,aku sudah lama disini namun tidak pernah bertemu langsung dengan Irem,pasal nya gadis itu jarang dirumah, dia kan bersekolah dikota,jadi aku menyewa salah satu kamar dirumah ini lewat kakek dan nenek nya" ujar gadis itu
"Oh,seperti itu...baik lah kak,.maaf siapa nama kakak,siapa tau aku bisa main ke kamar kakak nanti,oh iya,besok kami akan ke curung,apa kakak mau ikut,?"
"Perkenal kan nama ku Tri,maaf seperti nya tidak bisa karena terhalang waktu" sahut nya.
Sejujur nya Meri dan Agis sedikit bingung dengan jawaban Tri tersebut,namun mereka tidak mau bertanya panjang lebar.
"Nah ini toilet nya,"ujar gadis itu.
"Wah lumayan jauh ya dari kamar,bagaimana kalau lagi sakit perut trus mules gak kebayang deh lari ampe kesini" ujar Agis tertawa.
__ADS_1
"Ya sudah, aku kembali kekamar dulu ya,kalian lanjut saja" ujar Tri pada kedua nya.
"Baik,terima kasih kak sudah repot mengantar kami" ujar Meri, namun saat ia menoleh gadis bernama Tri itu sudah tidak ada dilorong tersebut,"cepat sekali jalan nya?" ujar Meri kebingungan.