Kamar Kosong

Kamar Kosong
Melakukan syarat.


__ADS_3

Malam itu Heri sangat was-was,perasaan nya sangat tidak nyaman,ia takut namun apa boleh buat ia harus melakukan hal tersebut demi menyelamat kan teman-teman nya.


"Bagaimana ini,?apakah aku mundur saja,?" lirih nya,namun sesaat ia terbayang wajah cantik Meri yang terbaring tak sadar kan diri itu.


Akhirnya pemuda itu menguat kan tekat nya untuk masuk kedalam kamar itu nanti malam,ia bahkan mengambil suatu benda pemberian kakek nya dulu.


Heri mengeluarkan sebuah cincin bermata hitam dari dompet nya,ia memandang benda tersebut cukup lama pada akhir nya ia pun memakai nya.


"Semoga cincin ini bisa melindungi ku"ujar nya lirih,hal tersebut hampir terdengar oleh Jacky pemuda itu bertanya pada nya apa yang barusan ia katakan itu.


"Eh,kau ngomong sendiri Her,?ngomong apa sih,?coba deh kalau ngomong tuh suara nya besar dikit biar jelas!" ujar pemuda itu.


Heri pun menjawab jika ia tidak mengatakan apa pun,diri nya hanya menguap saja.


Mendengar jawaban Heri,Jacky hanya bisa mengelengkan kepala nya,ia tau jika Heri sahabat nya itu takut untuk melakukan syarat tersebut.

__ADS_1


Namun apa boleh buat,diri nya tidak bisa menggantikan nya karena datok Darhan sudah menetap kan Heri untuk memenuhi persyaratan tersebut.


......................


Saat sedang asyik ngobrol,tiba-tiba datok Darhan datang lalu membawa Heri pergi naik ke lantai 2 rumah tersebut.


Mau tidak mau pemuda itu pergi mengikutinya dari belakang,se'sekali Heri bertanya kamar yang mana akan ia tiduri malam itu apakah kamar yang mereka sewa sebelum nya atau bukan?


"Maaf kek,mau nanya kira-kira kamar yang mana nih untuk aku tidur sendirian malam ini,?"


Pemuda itu spontan melangkah mundur kala diri nya melihat wajah datok Darhan sekilas berubah seperti wajah nya Irem.


Heri hampir berteriak,namun masih sempat ia tahan,ia takut menyinggung perasaan orang tua tersebut,walau ia tau kalau sebenar nya datok Darhan itu telah menjebak nya.


Kemudian terlihat orang tua itu membuka pintu kamar kosong yang paling pojok dilorong tersebut.

__ADS_1


Sejenak beliau mematung disana sampai akhir nya beliau memanggil Heri.


"Hei kemari lah,! ini kamar mu'jika kau berhasil tidur disini malam ini maka aku janji teman-teman mu itu akan pulih kembali" ujar nya.


"Baik lah kek,aku akan masuk sekarang,maaf silah kan keluar kek,aku sudah mengantuk mau langsung tidur saja" sahut pemuda itu.


"Ok,baik silahkan tidur nak nikmati malam mu malam ini,!" ujar nya dengan senyuman mengerikan,setelah itu beliau berlalu meninggal kan Heri sendirian didalam kamar tersebut.


"Ya Tuhan,lindungi hamba,hamba tau tidak ada kuasa yang lebih besar dari kuasa mu,baik itu iblis maupun jin"ujar pemuda itu lantas menutup pintu kamar tersebut.


Tolong lindungi hamba mu ini dan lindungi juga teman-teman ku,hamba mohon" lirih nya.


Kemudian pemuda itu mencoba untuk berbaring diranjang yang sangat empuk itu.


Berbeda dengan kamar sebelum nya,disana tidak ada ranjang se'empuk ranjang dikamar itu,tiba-tiba rasa kantuk menyerang diri nya,sesaat kemudian Heri pun tertidur.

__ADS_1


__ADS_2