Kamar Kosong

Kamar Kosong
Tanda.


__ADS_3

"Silahkan,! silahkan makan semua nya,Ini aku udah masak untuk kalian semua,"ujar Irem.


"Tunggu-tunggu,dari mana kau tau kami akan datang hari ini,?kenapa kau bisa memasak sebanyak ini,?" ujar Dewi,ia tidak mau makan masakan yang dihidangkan oleh Irem tersebut,karena ia curiga pada gadis itu.


"Kalian makan saja,aku akan makan bekalanku dari rumah tadi" ujar nya lalu membuka ransel nya kemudian ia mengeluar kan kotak makan yang ada didalam ransel tersebut,Dewi pun langsung melahap bekalan nya tersebut.


"Ih,si Dewi sok bersih sekali lihat dia tidak mau memakan masakan Irem,Irem maafkan Dewi ya,barangkali dia lagi tidak enak badan sehingga tidak bisa memakan ikan yang kau masak ini seperti nya agak pedas,padahal enak loh rugi kau tidak makan wi," ujar Agis .


"Iya,ikan nya agak sedikit pedas,tidak masalah kok kalau Dewi tidak mau makan,kalau begitu kalian lanjutkan saja makan nya aku akan masuk kedalam" ujar Irem,namun gadis itu memandang penuh arti kearah Dewi.


"Dewi, sikap mu tadi menyinggung perasaan Irem,kita ini bertamu dirumah orang tolong jaga sopan santun mu" ujar Heri mengingat kan teman nya itu.


"Lah apa salah nya,?aku tidak bisa makan makanan itu karena tidak sesuai dengan selera ku lalu dimana salah nya,?itu saja diribut kan, sudah lah,! lebih baik kau tanya dimana kamar yang akan disewakan oleh nya,aku sudah sangat lelah,mata ku mengantuk" ujar Dewi.

__ADS_1


"Baik lah,kalian tunggu disini aku akan menyusul Irem kedalam" ujar Heri.


"Iya,hati-hati her"sahut Jacky dan Meri serta Agis.


"Hai semua kalian sudah sampai,? Apa sudah lama disini,? Tiba-tiba Irem datang dari arah berlawanan,ia sedikit terkejut saat melihat kedatangan teman-teman nya itu.


"Lah,bukan nya kau yang telah menyambut kedatangan kami tadi,lalu kenapa tingkah mu aneh begini apa kau sakit,?"ujar Dewi sinis.


"Apa maksud mu wi,? Aku baru saja pulang dari rumah tetangga ku didesa ujung sana" sahut nya.


"Jadi siapa yang menyambut kedatangan kita dan menyediakan makanan untuk kita tadi,? ujar Agis ketakutan.


"Makan,?kalian makan,? ujar Irem bertanya balik kepada mereka,terlihat gadis itu sangat bingung saat mendengar teman-teman nya disambut oleh nya padahal diri nya baru saja pulang dari rumah tetangga nya.

__ADS_1


"Iya,kau yang menyambut kedatangan kami tadi,dan kau sudah menyediakan makanan lezat untuk kami"terima kasih loh ir, ujar Meri.


"Tidak,aku tidak menyambut kalian" kalian lihat sendiri kan aku baru saja datang"sahut Irem.


Mereka saling berpandangan,mereka takut sesuatu terjadi kepada mereka,saat mereka menoleh kearah meja makan itu,disana sudah tidak ada peralatan atau pun makanan yang di hidangkan untuk mereka tadi,seketika bulu kuduk mereka merinding.


"Tunggu disini,! Aku akan bertanya kepada kakek dan nenek ku,ujar Irem.Kemudian gadis itu pergi kedalam rumah mencari keberadaan kakek dan nenek nya.


Irem menaiki tangga menuju lantai dua rumah tersebut,namun saat ia baru memijakan kaki nya,ia melihat kakek nya ada antara anak tangga itu.


"Kakek,? Uh bikin kaget saja,ada apa kek,? Apa kakek sudah mengetahui kalau teman-teman ku sudah datang dari kota,?"


"Sudah,mereka sangat sopan namun salah satu dari mereka kakek kurang suka dengan anak tersebut,kakek sudah menandai nya"sahut datuk Darhan.

__ADS_1


"Maksud kakek?"ujar Irem bertanya kepada kakek nya itu.


"Ah bukan apa-apa,ya sudah bawa teman-teman mu masuk kedalam untuk ber'istirahat,kakek sudah menyediakan kamar untuk mereka semua" ujar datuk Darhan.


__ADS_2