Kamar Kosong

Kamar Kosong
Piknik.


__ADS_3

"Hei tunggu,! Pelan-pelan dong jalan nya,! kasihan meri ketinggalan tuh,! teriak Agis.


"Iya, tunggu dong,kaki ku sakit nih' bagaimana kalau kita istirahat sebentar,?sebentar doang janji gak lama" ujar Meri dengan napas yang memburu.


"Kau ini benar-benar manja sekali ga dikota ga dikampung,kerja nya ngeluh mullu,! tukas Dewi ketus.


"Eh,eh sudah-sudah,!kita istirahat saja dulu kasihan Meri seperti nya dia sangat kelelahan, lagi pula dalam kondisi sekarang kita tidak boleh egois kita harus memikirkan teman kita" ujar Heri,pemuda tampan itu melerai perdebatan tersebut.


"Iya tuh si Dewi ngapain kau sewot seperti itu,?memang nya kau tidak capek apa,? Agis ikut memarahi Dewi.


"Ya capek sih,tapi ga kayak Meri juga' bisa nya hanya ceper saja,huh bikin sebel mood aku jadi ga bagus nih" seloroh Dewi,gadis itu merasa kesal saat melihat Heri memperlakukan Meri begitu baik.


"Ini sudah hampir jam 3 sore loh,perjalanan masih jauh dan kita tidak tau rumah nya Irem dimana,otomatis kita akan mencari lokasi rumah tersebut" ujar Dewi.


Perkataan gadis itu ada benarnya juga,dari tempat mereka berhenti itu perjalanan yang akan mereka tempuh masih lumayan cukup jauh,mereka tidak bisa membawa kendaraan masuk kedalam desa tersebut karena jalanan disana sangat sempit.

__ADS_1


"Baik lah,sekarang apa kau sudah bisa melanjutkan perjalanan Mer,? Heri bertanya kepada Meri.


"Iya,aku bisa kok, lelah ku lumayan hilang namun kaki ku masih sedikit pegal bang" sahut nya.


"Oh,ya sudah sini ransel mu biar abang yang bawa,"ujar Heri


Kecemburuan Dewi semakin menjadi disaat Heri membawakan ransel nya Meri,ia terus menyindir Meri sebagai gadis manja dan pemalas pencari muka dan perhatian se'seorang.


"Gis,lihat jam mu sudah jam berapa sekarang,?masalah nya jam tangan ku tidak berpungsi "ujar Heri pada Agis.


"Jam 4:45 mas,sebentar lagi jam 5 sore keluar kan saja senter kalian karena jalanan ini sudah semakin gelap teriak Agis.


"Ada disaku samping bang," sahut nya.


"Oh oke ini sudah ketemu,kemari lah ambil senter mu,!

__ADS_1


"Terima kasih bang"


"Sama-sama."


"Nah,ada yang caper terus,!!! iih bikin mual saja" ujar Dewi.


"Kau ini kenapa sih,?kau ada masalah sama Meri,? Kenapa sedari dirumah tadi kau malah mencari gara-gara dengan nya padahal dia tidak melakukan kesalahan apa pun pada mu" ujar Agis memarahi Dewi.


"Hem..bela terus,mentang-mentang sahabat nya dibelain terus,trus yang dibelain juga keganjenan cengegesan tak tau malu"ujar Dewi kesal.


"Dewi,kau ini kenapa,? Apa salah ku pada mu sehingga kau malah menyindirku sedari tadi,apa aku merugikan diri mu jika Heri memberikan perhatian nya pada ku?Meri pun berseloroh,ia mulai tersulut emosi kala mendengar Dewi selalu menyindir diri nya.


"Kita ini mau piknik atau mau adu bacot ,?sedari tadi aku diam,kini giliran ku bersuara,jika kalian tidak mau diam,maka kita batal kan saja perjalanan ini" sahut Jacky marah,ia kesal dengan teman-teman nya yang sedari tadi berdebat tiada henti.


"khususnya kau Wi,kenapa kau malah mencari kesalahan orang lain,? Apa salah Meri pada mu,?"

__ADS_1


"Terus,terus tuh bela'in Meri si primadona itu,kalian memang tidak menghargi ku karena sedari tadi aku saja yang terus disalah kan disini" ujar Dewi kesal.


"Yah lagian kau yang mulai duluan,siapa juga yang akan membela mu?"sahut Agis.


__ADS_2