
"Jacky....teriak pemuda itu kala melihat sahabat nya tergeletak dilantai,dengan mulut dan hidung mengeluar kan darah.
Heri juga melihat ada pemuda lain yang tergeletak tidak jauh dari Jacky.
Ir,cepat tolong mereka sebelum kakek mu datang" teriak Heri.
"Baik"sahut gadis itu.
Akhir nya gadis itu membantu Heri membawa kedua pemuda itu keluar dari rumah tersebut.
"Kau pergilah panggil warga,sementara aku akan kembali kedalam aku akan menyelamat kan Meri dan Agis" ujar nya.
Kemudian Heri masuk kembali kedalam rumah itu sementara Irem ia terlihat bingung, gadis itu tidak percaya jika kakek dan nenek nya melakukan sebuah kejahatan.
......................
Heri pun masuk kedalam rumah itu,sesaat kemudian ia kembali membawa Meri dan Agis keluar,setelah berhasil menyelamat kan kedua nya Heri langsung pergi meninggal kan rumah tua itu, ia pergi kerumah warga sekitar.
"Tolong...tolong bantu saya" teriak nya panik saat melihat kedua teman wanita nya itu masih tidak sadarkan diri.
"Bu,seperti nya ada yang meminta tolong diluar,mari kita lihat,! ujar salah seorang warga di desa itu.
__ADS_1
"Siapa ya,sebentar" teriak pria itu lantas membuka pintu rumah nya.Ya ampun nak,kenapa dengan teman-teman mu,?"
"Mereka pingsan pak,tolong saya pak..kami diganggu oleh penunggu rumah tua disana" sahut Heri.
"Masuk-masuk,! jangan bicara diluar bawa teman-teman mu itu masuk kedalam!" ujar pria itu.
"Bu...tolong siap kan air hangat,ada anak-anak nih seperti nya mereka baru habis tersesat" teriak pria itu kepada istri nya.
Sementara ditempat lain Jacky sudah siuman,ia bingung ada dimana diri nya saat itu,kemudian ia bangun lalu pergi kerumah warga yang menyewakan kamar tempo hari pada nya.
"Bu...buka pintu nya ini aku" teriak Jacky.
"Dimana Lintang den,?kenapa kalian tidak pulang bersama,?"
"Aku tidak ingat apa-apa bu,saat aku sadar aku ada dibawah pohon besar,sementara anak ibu Lintang aku tidak tau ada dimana dia"
"Ya tuhan nak, kenapa kau membiar kan wanita iblis itu membawa putra ku,?dia itu iblis, dia lah yang sudah mencelakai anak ku Lanting,teriak nya marah.
"Tidak bu,ibu salah sangka pada Irem,yang meninggal itu bukan dia melainkan saudari nya Iren,mereka memang mirip karena terlahir kembar bu" sahut Jacky.
"Lantas dimana putra ku sekarang,!?jika terjadi sesuatu kepada anak ku awas kau,karena kau yang telah membawa nya pergi ke rumah ter"kutuk itu"
__ADS_1
"Maaf bu,bukan nya ibu yang menyuruh Lintang untuk ikut pergi bersama ku,?"
"Aku memang menyuruh nya untuk menemani mu namun tidak seperti ini cara nya,kau berhasil keluar sementara Lintang tidak.
"Bu....jangan marahkan Jacky,aku di sini aku baik-baik saja ,sahut Lintang keluar dari kamar nya.
"Ya ampun nak,sejak kapan kau ada dikamar kenapa ibu tidak tau,?"
"Irem mengantar ku sampai didepan rumah bu,setelah itu aku tidak tau dia pergi kemana selesai menyadarkan ku dari pingsan ku,gadis itu berpamitan pergi ia mambawa Jacky bersama nya" sahut nya.
"Oh,maaf kan ibu ya den karena sudah memarahi mu,ibu tidak tau soalnya" ujar wanita paruh baya itu kepada Jacky.
"Tidak masalah bu,oh iya,apa disini ada orang pintar lain nya selain kakek Darhan bu,? sahut Jacky seraya bertanya mengenai orang pintar lain nya.
"Ada, namun rumah nya sangat jauh dari sini,rumah orang pintar itu dari sini masuk kedalam hutan lagi,dan perjalanan kesana sangat menyeram kan" ujar wanita itu.
"Menyeram kan bagaimana bu,?aku tidak paham apa yang ibu katakan,tidak masalah kalau hanya menghadapi para dedemit,arwah teman anak ibu Lanting mereka pasti mau menemani ku" sahut nya.
"Bukan dedemit,jalanan menuju kesana sangat berbahaya karena dihuni binatang buas dan ular berbisa,
terkadang tidak ada yang pulang dengan selamat saat pergi kesana,lagi pula ibu tidak tau apakah orang tua itu masih hidup atau tidak" ujar nya.
__ADS_1