Kamar Kosong

Kamar Kosong
Arwah penasaran.


__ADS_3

"Jangan sekali-kali kau mengganggu cucuku lagi,jika masih' maka aku akan merantai mu,diantara kita tidak ada perjanjian jika aku akan menumbal kan keturuanan ku,aku hanya berjanji akan selalu memberimu tumbal jika sudah waktu nya tiba."


"Tidak bisa seperti itu,! bulan ini belum ada setetes pun darah kau berikan pada ku,selama ini aku sudah menahan diri mengingat kau anak nya Darto,jika tidak barangkali aku sudah melenyap kan mu dan keturuanan mu sedari lama,


Aku sudah memenuhi semua permintaan mu,kekayaan,umur panjang dan kemakmuran ,serta kehormatan agar kau dihormati para warga,aku membuat mereka tunduk kepada mu,tapi apa balasan mu,? Kau sudah berani membentak ku bahkan mengancamku seperti tadi,sebenar nya yang berkuasa disini siapa,?aku atau kau Darhan,?"


"Ampun nyai,ampun...maaf kan aku! Aku mengaku salah,hal tadi aku lakukan karena aku tidak ingin cucu ku celaka,aku sangat menyayangi cucu ku itu,jika kau ingin darah,maka malam ini aku akan berusaha mencarikan darah segar untuk mu,tapi aku mohon jangan sakiti keluarga ku"


"Baik lah,kali ini kau ku ampuni,namun jika lain kali kau melalaikan tugas mu maka tidak ada toleransi lagi,aku akan membunuh semua keturunan mu"


"Baik nyai,aku janji'aku akan selalu menepati sumpah ku"


"Sudahlah,pergi kau dari sini lantas bawakan darah segar untuk ku,!

__ADS_1


"Terima kasih nyai"


Kemudian datuk Darhan keluar dari kamar tersebut,ia menutup pintu dan jendela kamar itu kembali,kemudian beliau melewati ke dua buah kamar lain nya,disana datuk Darhan melihat ada beberapa pasang mata menatap marah ke arah nya,seperti nya mereka akan menyerang kakek tua itu.


"Pembunuh,!"


"Pembunuh,!"


"Mati lah kau wahai si tua bangka,!!!kesalahan mu sudah sangat fatal,kau sudah menumbal kan kami semua demi mencapai keinginan mu,kami menuntut keadilan atas kematian kami"ujar bisikan itu.


Mendengar hal tersebut datuk Darhan bergegas pergi meninggal kan lorong kamar tersebut,ia pun kembali kedalam kamar nya yang berada dilantai dasar rumah itu.


"Hos..hos..hos.. Huh syukurlah aku selamat"...terlihat datuk Darhan kelelahan karena berlari menuruni anak tangga lantai dua rumah nya itu.

__ADS_1


"Ada apa,? Kenapa kau terlihat panik dan ketakutan seperti itu,?"ujar nek Gani bertanya kepada suami nya.


"Mereka..mereka ada disini,aku sangat takut bagaimana aku akan menghadapi kemarahan para arwah itu,?"


"Kau takut,? Maka nya sedari awal sudah aku peringat kan,perbuatan mu itu sangat lah salah, kau sudah menumbal kan orang yang tidak bersalah,lihat sekarang mereka datang ingin menuntut balas atas kematian mereka,kita harus bagaimana sekarang,?"


"Ya bagaimana lagi,? Hanya itu jalan satu-satu nya agar kita kaya raya,kau juga menikmati hasil dari semua ini bukan?ujar datuk Darhan.


"Iya, tapi aku sangat menderita,karena setiap hari diteror arwah penasaran tersebut,belum lagi peliharaan mu itu,dia lebih menyeram kan dari semua yang pernah aku lihat,kemarin saat kau menyuruhku membuka jendela kamar itu dedemit tersebut hampir saja memangsa ku" sahut nek Gani.


"Aku sudah memarahi nya,dan memohon pada nya agar tidak mengganggu keluarga dan keturunan kita lagi, nyai mengabul kan permintaan ku,namun dengan syarat kita tidak boleh telat membawakan darah segar untuk nya" tukas datuk Darhan.


"Lantas bagaimana kau akan mendapatkan darah tersebut,?apa kau akan menumbal kan orang-orang lagi,? Ingat mereka tidak bersalah,suatu ketika mereka akan datang menuntut balas atas kematian mereka,seperti sekarang ini" ujar nek Gani.

__ADS_1


__ADS_2