
"Ir jangan ngaco deh,udah jelas Meri dan Agis ikut sama kau masuk kedalam tadi masa kau gak liat mereka berada dibelakang mu,? ujar Jacky.
"Benaran sumpah demi Tuhan,aku gak liat mereka sama sekali,yah ku pikir mereka tidak jadi pergi oleh sebab itu aku kembali kemari" sahut nya.
"Loh,jadi kemana mereka masa ia mereka nyasar,?"
"Bisa jadi mereka nyasar"
"Maksud mu apa Ir,?
"Iya, dari ruang ini kan ada lagi ruangan setelah ruangan ini,diruangan itu ada jalan pintas menuju halaman belakang,aku takut mereka pergi kesana" sahut Irem.
"Kalau begitu kita susul mereka kesana,! awas kau jika terjadi sesuatu kepada mereka" ujar Jacky melirik ke arah Irem.
__ADS_1
"Tenang lah,aku yakin mereka baik-baik saja" sahut gadis itu terlihat gugup,karena ia merasakan firasat tidak enak dalam hati nya,Irem berdoa agar kedua teman nya itu baik-baik saja.
"Ini jalan kok sempit sekali sih Ir,?mana hawa nya tidak enak lagi,"keluh Jacky,pemuda itu merasakan aura mistis disekitaran taman kecil itu, bisa dibilang tempat tersebut seperti sebuah pemakaman,karena begitu sepi dan intens sepintas seperti banyak gundukan tanah.
"Irem sendiri merasa takut saat memasuki tempat itu,selama ini dia tidak penah masuk kesana,gadis itu pernah melihat kakek nya beberapa kali masuk ketempat tersebut.
Bulu kuduk nya merinding,seakan ada yang tengah mengawasi mereka dari kejauhan,sementara Heri pemuda itu merasakan aura mistis mengikuti nya dari belakang,
Ia tidak tau apa itu karena wujud tersebut tidak menampakan diri,Heri hanya mendengar sebuah bisikan agar mereka lekas keluar dari sana.
"Sabar ngapa Jack,?kau kira aku tidak megkhawatirkan mereka,? Aku sangat takut tau,takut terjadi hal yang tidak di ingin kan" sahut gadis itu dengan suara bergetar menahan tangis,ia menyesal masuk kesana kenapa tidak meminta bantuan kakek nya saja tadi,namun mereka sudah terlanjur masuk.
Irem teringat pesan nenek nya waktu itu,jika diri nya tidak boleh pergi ke tempat itu.
__ADS_1
"Auuuw..aduh sakit sekali apaan sih bikin kesandung saja" ujar Jacky menendang benda yang menghalangi kaki nya itu,
Namun saat kaki nya menyentuh benda tersebut,Jacky merasa kalau itu adalah tangan seseorang,ia pun memberanikan diri berjongkok demi memastikan nya.
"Meri......teriak nya panik,pemuda itu kaget bukan kepalang melihat teman nya itu tidak sadar kan diri di atas tanah yang sedikit becek itu.
"Ada apa Jack,ujar Heri dan Irem berbarengan, kedua nya pun menghampiri Jacky.
"Lihat ini,! Meri dan Agis ada disini mereka pingsan" sahut nya panik,pemuda itu berpikir jika kedua teman nya itu tergigit binatang berbisa seperti ular.
Irem mencoba untuk membangunkan kedua teman nya itu,namun Meri dan Agis tidak bergeming,mungkin sudah terlalu lama pingsan maka nya mereka tidak sadar sama sekali.
"Jacky, jangan panik,!cepat angkat mereka,aku bawa Meri sementara kau bawalah lah Agis cepat,! ujar Heri mencoba menguat kan diri nya,pemuda itu sebenar nya panik ia takut terjadi apa-apa kepada kedua teman nya itu.
__ADS_1
"Irem,sulur jalan nya pokus kan senter itu dijalan!"teriak Heri
Ketiga nya berhasil menemukan Meri dan Agis kemudian mereka membawa kedua nya keluar dari kebun tersebut.