Kamar Kosong

Kamar Kosong
Tersesat.


__ADS_3

"Dari tadi perasaan,kita mutar-mutar mullu deh,"ujar Agis panik.


"Iya,aku rasa juga begitu,masa ia kita jalan udah berjam-jam masih disekitaran sini dan kembali lagi ke jalan yang sama,?sahut Jacky mengiyakan perkataan teman nya itu.


"Sssst diam lah,! kita harus berdoa sekarang menurut agama dan kepercayaan masing-masing,aku rasa saat ini kita sedang dipermainkan oleh mereka" ujar Meri.


"Kau yakin Mer,?ih jangan bikin parno dong aku jadi takut nih,mana udah jam segini lagi aduh kapan kita keluar dari tempat ini"?keluh Agis.


"Iya,saat ini kita sedang tersesat,oleh karena itu kita berdoa sekarang agar kita dijauhkan dari niat buruk para dedemit itu"sahut nya.


"Eh,kata kakek ku,jika kita disesatkan oleh dedemit begini kita harus buang air kecil insya Allah kita akan menemukan jalan keluar" tukas Jacky.

__ADS_1


"Ih,kau ini jorok sekali,! mana mungkin kita buang air kecil sembarangan,?nanti hilang satu datang satu rintangan nya" sahut Agis.


"Kalau tidak percaya nih aku buktikan"ujar Jacky,kemudian pemuda itu berjalan sedikit jauh dari teman-teman nya itu,ia pun membuang hajad nya yang sedari lama ia tahan.


Sesaat kemudian,Heri berteriak jika ia melihat jalan menuju rumah nya Irem,ternyata mereka sudah terlalu jauh masuk kedalam hutan sehingga membuat posisi mereka jauh dari jalanan tersebut,


Akhir nya mereka pun keluar dari dalam hutan tersebut menembus semak-semak berduri dan ilalang tajam.


" Ya ampun kasian sekali,makanya tadi coba pake celana yang agak panjangan dikit biar gak kesayat" ujar Jacky,kemudian pemuda itu mengeluarkan golok yang sengaja ia bawa dari rumah,lalu membabat ilalang tersebut sehingga Agis dan Meri bisa melewati nya.


"Terima kasih Jack" ujar kedua nya,akhir nya mereka pun sampai dijalan tersebut lalu bergegas menuju rumah nya Irem untuk menjemput Dewi yang tertinggal dirumah disana.

__ADS_1


Namun,lagi-lagi mereka dipermainkan oleh dedemit tersebut,mereka tidak sampai-sampai dirumah nya Irem,hingga Agis menangis karena ketakutan pasal nya ia melihat gadis berambut panjang sedang berdiri dibalik pohon besar ditepi jalan itu.


Meri,Heri dan Jacky bingung melihat teman nya tersebut menangis tiba-tiba seperti itu,


"Gis,kau kenapa,?ada apa disana kenapa kau menangis,?"Meri pun bertanya kepada teman nya itu,


Agis pun menjawab, dengan suara serak bahkan hampir tidak terdengar ia memberi taukan jika diri nya melihat penampakan dibalik pohon,hal tersebut membuat teman-teman nya panik bukan kepalang,seketika mereka semua dilanda ketakutan.


Heri melirik jam tangan nya, ternyatawaktu sudah menunjukan pukul 5 sore hari,sebentar lagi akan malam,sementara kini mereka berada diantara hutan belantara,pemuda itu mencoba menguatkan dirinya,ia berpesan agar teman-teman nya tersebut jangan terlalu panik menghadapi kondisi mereka saat itu.


"Jack,mumpung masih terang,ayo kita kumpulkan ranting kayu untuk membuat api unggun malam nanti,aku yakin saat ini kita tidak akan bisa keluar dari dalam hutan ini" ujar Heri.

__ADS_1


Jacky pun mengiyakan ajakan teman nya itu,begitu juga Meri dan Agis kedua nya ikut membantu mencari ranting kayu tersebut.


__ADS_2