Kamar Kosong

Kamar Kosong
Cemburu buta.


__ADS_3

"Silah kan makan nak,!mumpung masih hangat,tukas nek Gani mempersilahkan mereka semua makan hidangan yang sudah disediakan itu.


"Terima kasih nek,jadi ga enak nih ngerepotin nenek dan Irem jadi nya"sahut mereka.


"Oh tidak masalah nak,nenek senang kok,sudah lama nenek tidak kedatangan tamu,Irem kau makan lah bersama teman-teman mu nenek akan kembali kedapur"ujar nek Gani.


"Baik nek,.mari semua dimakan sarapan nya mumpung masih hangat,tukas Irem,kemudian gadis itu ikut makan bersama teman-teman nya,


Meri menyedok nasi goreng tersebut,lantas menghampiri Dewi" Dew bangun, makan dulu habis ini baru minum obat" tukas Meri.


Namun gadis itu enggan beranjak,diri nya malah membuang muka dari Meri,ia begitu sangat membenci Meri perihal kedekatan Meri dan Heri,Dewi cemburu melihat kedua nya.

__ADS_1


"Loh kau ga mau makan Wi,? nanti tambah sakit loh,hmmm jika kau sakit terus menerus otomatis kau tidak akan bisa menikmati liburan ini,selepas sarapan ini kami akan kecurung sebentar, apa kau tidak masalah ditinggal sendirian di kamar,? ujar Meri mengada-ngada agar teman nya itu mau makan.


Dewi langsung duduk lalu merebut piring berisi nasi goreng tersebut dari tangan nya Meri,kemudian ia melahap nya sedikit demi sedikit,ia tidak mau jika ditinggal sendirian dikamar.


"Enak saja kau bicara akan meninggal kan ku sendirian,aku tidak akan membiarkan mu dekat dengan Heri"imbuh nya dalam hati.


"Mer sini makan,teriak Heri melambai kearah Meri,hal tersebut semakin membuat Dewi terbakar api cemburu,awal nya saat itu Heri pernah menyatakan perasaan kepada nya namun Dewi masih menggantung dan tidak memberi kepastian terhadap Heri.


Pada akhir nya kini setelah Heri dekat dengan Meri ia merasa cemburu buta,padahal Heri bukan siapa-siapa nya.


"Dewi,apa yang kau lakukan,!? Lihat,itu piring nya nek Gani pecah kan,!? Kau ini yah udah bagus tadi Meri akan menyuapi mu,ini malah sok-sok an makan sendiri udah tau sakit" celoteh Agis memarahi teman nya itu.

__ADS_1


"Tidak masalah kok,nanti aku bersihin" ujar Irem.


"Ngapain kau yang bersihin,? biarin tuh si Dewi yang bersihin tu beling berani berbuat ya harus tanggung jawab dong" tukas Agis ,gadis itu sangat kesal dengan tingkah Dewi yang kekanak-kanakan tersebut.


"Sudah Gis...Dewi gak salah,tangan nya memang gemetar dari tadi mungkin piring itu terlepas dari tangan nya" sahut Meri membela Dewi,walau bagaimana pun Dewi jahat pada diri nya,tetap saja Meri masih membantu Dewi apa lagi dalam keadaan sakit seperti itu,gadis itu tidak tega melihat nya.


"Maka dari itu Mer...udah tau ga kuat megang masih aja maksa,kan bikin emosi saja liat tingkah seperti itu" sahut Agis .


"Dari pada berdebat,lebih baik selesaikan sarapan kalian,biar aku yang beresin beling nya" ujar Irem, gadis itu tidak mau ada cekcok diantara teman-teman nya itu,ia pun masuk lalu mengambil sapu dan kantong plastik untuk membersihkan pecahan beling tersebut.


"Ada apa cu,?"nek Gani bertanya kepada cucu nya itu.

__ADS_1


"Oh itu nek kecelakaan kecil,teman ku Dewi tidak sengaja menjatuhkan piring,anak itu gemetar dia demam nek" sahut Irem


"Tidak masalah,ya sudah bersihkan saja namun hati-hati takut nya pecahan beling nya terkena tangan mu nanti,"ujar nek Gani.


__ADS_2