
"Baiklah,namun aku tidak bisa menjamin keselamatan mu,masalah nya jalan menuju kesana itu sangat lah berbahaya,hutan disana dipenuhi binatang buas"
"Iya pak tidak masalah, niat ku baik aku yakin kakek bapak tau jika aku benar-benar membutuhkan pertolongan nya"
"Apa kau yakin akan pergi kesana nak,?"
"Iya aku sangat yakin pak,demi teman-teman ku, aku tidak ingin mereka celaka pak kasihan orang tua nya dirumah saat ini tengah menunggu mereka" sahut Heri.
Pemuda itu bahkan tidak tau jika diri nya saat itu sudah menjadi seorang yatim piatu.
"Jika kau mau pergi,bawalah jimat ini,ini akan melindungi mu dari binatang buas atau pun gangguan selama diperjalanan,"ujar pria itu.
Pria itu melihat keteguhan hati Heri,jika Heri benar-benar ingin menyelamat kan teman-teman nya dari dukun laknat tersebut.
Ia merasa kasihan kepada nya,lantas memberikan jimat yang diberikan oleh kakek nya itu kepada Heri.
__ADS_1
"Mari,! bapak antar kan kau kesana namun bapak hanya bisa mengantar mu diperbatasan saja" ujar nya
"Tidak masalah pak,terima kasih banyak bapak sudah membantunku selama ini,tolong jaga teman-teman ku pak" sahut heri.
"Iya kau tenang saja,aku dan istri ku akan senantiasa menjaga mereka agar tidak diculik oleh Darhan lagi.
......................
Pagi itu Heri pergi ke'perbatasan dengan pria itu,mereka pun sampai diperbatasan hutan tersebut.
Ingat,! jangan tergoda oleh apa pun,ingat nak jangan tergoda oleh apa pun juga,!" ujar pria itu berpesan kepada Heri.
"Baik pak,terima kasih sudah mengantar ku kesini" sahut nya kemudian Heri mulai memasuki hutan tersebut.
Disana Heri meniti jalan setapak jalan tersebut berada ditengah hutan belantara yang sangat gelap dan lembab,Heri menguat kan tekat nya,demi teman-teman nya ia melakukan perjalanan itu.
__ADS_1
Jimat yang diberikan oleh pria itu dikalungkan Heri dileher nya,pemuda itu terus berjalan sedari awal ia sudah mempersiapkan semua nya tenda,golok,korek api dan senter serta makanan ringan sudah tersedia diransel nya.
Pasal nya menuju rumah orang pintar itu memakan waktu cukup lama jika berjalan kaki.
Heri terus menyusuri jalan setapak itu,ia ingat dengan pesan pria tadi bahwa diri nya tidak boleh tergoda oleh apa pun,
dari kejauhan ia melihat sahabat nya Jacky sedang duduk dibawah pohon besar, terlihat pemuda itu tengah berteduh.
Heri ingin berteriak memanggil nya, namun ia takut jika pemuda itu bukanlah sahabat nya,akhir nya ia mengurungkan niat nya lantas melanjutkan perjalanan kembali.
Begitu juga dengan Jacky,ia melihat Heri dari kejauhan,diri nya ingin memanggil sahabat nya itu tetapi ia pun ingat dengan pesan wanita paruh baya tersebut yang melarang nya untuk tidak tergoda dengan apa pun.
Ia pun melanjutkan perjalanan nya,pemuda itu berjalan dengan perlahan,ia melihat jika orang yang mirip dengan sahabat nya itu meniti jalan yang sama dengan nya Jacky pun memberanikan diri untuk menegur nya.,
Namun,mulut nya kelu ia takut-takut ingin mengeluar kan suara,tetapi Jacky yakin jika orang tersebut adalah sahabat nya Heri.
__ADS_1