Kamar Kosong

Kamar Kosong
Insiden.


__ADS_3

"Dasar caper,!" ujar Agis melirik sinis kearah Dewi.


"Apa kau bilang,?dasar bodoh,tau nya mengatai orang saja,hei...sipembuat onar,! memang nya aku merugikan diri mu,?tukas Dewi.


"Maaf,apa aku tidak salah dengar ya,?aku pembuat onar,?oh sori shay...julukan itu sangat pantas untuk mu" sahut Agis.


"Lihat tuh! piring orang kau pecah kan dengan sengaja, bukan aku tidak lihat kau membuang piring itu tadi" ujar Agis,gadis itu memang melihat aksi Dewi membuang piring tersebut.


"Kau jangan mengada-ngada,itu bisa menjadi fitnah apa kau tau itu,?sergah Dewi


"hemm... aku tidak tau,aku ini kan bodoh mana ku tau apa itu fitnah,atau apalah itu nama nya,"sahut Agis

__ADS_1


"Agis,Dewi hentikan,! jika kalian terus berdebat seperti ini maka aku akan pulang saat ini juga,biar aku tinggal kan kalian berdua disini,kalian pulang nya jalan kaki kek atau pake apa kek aku tidak peduli," ujar Heri marah.


"Eh jangan seperti itu dong,tinggalin saja si Dewi disini,kalau aku jangan...nanti mami ku kehilangan" celoteh Agis sembari tertawa.


"Jika kalian berdua masih berdebat,maka aku Meri dan Jacky akan pulang saat ini juga,biarin saja gak jadi piknik lagian bukan nya pergi piknik,nyampe sini malah lomba adu bacot" ujar Heri lagi.


"Benar tuh apa kata Heri,kalian berdua dari kemarin ga bisa diem mulut nya udah kek burung beo saja" sahut Jacky.


Mendengar teman-teman nya sibuk berdebat,Meri naik ke lantai dua dia ingin mengambil ponsel nya,niat nya ingin menelfon kedua orang tua nya padahal baru satu malam ia berada disana,namun rasa rindu nya sudah tidak terbedung,rasa nya Meri ingin pulang hari itu juga.


"Maaf,permisi kalian siapa ya,?kenapa ada dikamar kami,? ujar Meri bertanya kepada orang-orang tersebut.

__ADS_1


"Permisi ya,aku mau ngambil barang ku" ujar Meri lagi,kemudian ia masuk lalu membuka tas nya mencari benda yang ia perlukan tersebut.


"Pergi dari sini,!sebelum semua nya terlambat, pergi,! ujar orang asing itu,


Meri sangat ketakutan ia pun tidak sempat mengambil ponsel nya,gadis itu perlahan mundur lalu keluar dari kamar itu,kemudian berlari sekuat tenaga nya se'sekali ia menoleh kebelakang lantas terjatuh,saat berhasil melewati lorong panjang itu,


keringat dingin pun membasahi tubuh nya,gadis itu bergegas menuruni anak tangga tersebut,tampa ia sadari kaki nya salah mendarat akhir nya Meri terjatuh kebawah,beruntung posisi nya saat itu diantara tiga anak tangga terakhir, jadi jatuh nya tidak terlalu tinggi namun tetap saja kaki Meri keselo.


"Meri....!!!teriak Heri saat melihat Meri berguling dari tangga hingga ke lantai.Pemuda itu berlari menghampiri Meri lalu mengangkat nya,


"Kau tidak apa-apa' bagaimana kau bisa jatuh dari sana,? aduh Mer hati-hati dong" ujar nya lantas menggendong Meri.

__ADS_1


Atas peristiwa yang menimpa Meri itu teman-teman nya sangat syok melihat keadaan nya yang begitu menyedihkan,gadis itu meringis kesakitan kaki nya mengalami memar dan bengkak akibat keselo saat terjatuh tadi.


"Ya Allah Mer,kenapa bisa kau sampai jatuh dari sana sih? lagi pula sejak kapan kau naik ke atas kenapa kita pada gak tau,?" ujar Agis.


__ADS_2