Kamar Kosong

Kamar Kosong
Bisikan.


__ADS_3

Irem menggigil kedinginan,pasal nya malam itu telah turun hujan yang begitu deras sehingga udara begitu dingin terasa menusuk tulang,gadis itu mengulung tubuh nya dengan selimut tipis yang ada diatas ranjang nya tersebut.


"Huh dingin sekali,mana hujan nya tidak mereda dari tadi pagi,aduh bisa-bisa banjir nih" ujar nya.


Kemudian Irem mencoba untuk memejam kan mata nya,namun kali ini ia tidak bisa tidur,seperti ada sebuah bisikan yang menyuruh nya untuk membuka pintu kamar.


Irem tidak mau beranjak,ia tetap diatas ranjang nya,namun suara bisikan itu masih terdengar sangat jelas ditelinga nya.


Irem....buka pintu nya, kemarilah!


Temani aku disini aku sangat kesepian" ujar suara itu.


"Tidak mau,!siapa kau,? ujar Irem memberanikan diri menjawab bisikan tersebut.


" Kemari lah! kau akan tau siapa aku"


"Pergi! Jangan ganggu aku,aku mau tidur jika kau masih mengganggu ku maka aku akan melapor kan mu kepada kakek ku" tukas nya.

__ADS_1


Irem mengira jika bisikan itu adalah teman nya yang iseng mengerjai nya,ia pun mengancam akan melaporkan keisengan teman nya tersebut pada sang kakek.


"Kau adalah milik ku,kemarilah! Kau tidak akan bisa pergi dari ku Irem.


"Apa maksud mu?aku tidak mengerti apa yang kau katakan itu pergi lah!."teriak nya.


"Nak....buka pintu nya,! ini nenek,apa kau menginggau? Tiba-tiba suara itu berubah menjadi suara nenek nya.


"Nenek,? Sejak kapan nenek ada disana,?"Ujar Irem bertanya.


"Nenek baru sampai karena mendengar kau berteriak,buka pintu nya nak! nenek khawatir dengan keadaan mu"


Namun saat Irem akan membuka pintu tersebut bisikan lain pun terdengar,


"Jangan buka pintu nya,dia bukan nenek mu" ujar suara itu,


Spontan Irem mundur menjauhi daun pintu tersebut,ia kembali keatas ranjang tidur nya lantas memeluk lutut nya,seketika ketakutan melanda gadis itu.

__ADS_1


"Nak,? Apa kau sudah tidur kenapa kau tidak membuka pintu nya,? Buka pintu nya! Nenek khawatir dengan keadaan mu sayang!.


Irem tidak mau bersuara,ia sangat ketakutan,awal nya daun pintu itu diketuk kemudian berubah menjadi gedoran yang sangat keras seakan pintu tersebut akan lepas dari egsel nya.


"Jangan takut,! Kami akan menghalangi nya"ujar bisikan itu lagi.


"Maaf siapa kalian,apa kalian mahluk goib,?apa tujuan kalian menolong ku,?"


namun suara bisikan itu hilang begitu saja,dan gedoran pintu itu pun berhenti seketika.


Irem merasa sedikit tenang,namun ketenangan nya itu tidak sampai disitu saja,ia mendengar jeritan nenek nya dikamar sebelah tidak jauh dari kamar nya itu.


Gadis itu mendengar dengan seksama apakah itu benar suara nenek nya atau bukan,ternyata memang benar jika itu adalah suara nenek nya.


Terdengar wanita tua itu menjerit kemudian menangis lantas meminta ampunan kepada se'seorang,mungkin saja itu kakek nya Irem.


" Huh,kenapa kakek selalu berbuat kasar kepada nenek,kasihan sekali nenek sudah tua mendapat perlakuan kasar dari kakek pula,apa sih mau nya kakek,? Ujar Irem lirih.

__ADS_1


Lambat laun rasa kantuk menyerang mata nya,akhir nya gadis itu tertidur lelap ia tidak memperdulikan kegaduhan nenek dan kakek nya itu.


Hujan semakin deras,sementara itu pak Darhan memarahi peliharaan nya tersebut karena sudah berani mengganggu cucu nya,rupa nya suara yang didengar oleh Irem tadi itu bukan lah nenek nya melainkan dedemit penghuni kamar kosong tersebut.


__ADS_2