
"Mer...gis...apa kalian sudah tidur,?jangan bercanda dong,aku takut nih,!
Namun tidak ada respon dari kedua teman nya itu,Dewi semakin ketakutan saat selimut dikaki nya tiba-tiba ditarik oleh se'seorang ,gadis itu mulai berteriak membangun kan kedua teman nya tersebut.
Tetapi tetap saja Meri dan Agis tidak mendengar teriakan Dewi,Dewi pun menangis saat ia melihat tangan putih pucat merayap naik memengangi kaki nya.
"Pergi,! Pergi! Jangan ganggu aku,aku mohon,! ujar nya ketakutan,tetapi tangan itu terus merayap naik ingin menghampiri nya.
"Ha...hantu!!! Teriak nya sekuat tenaga,teriakan Dewi itu terdengar oleh Jacky dan Heri,kedua pemuda tersebut langsung keluar dari dalam kamar lalu menggedor pintu kamar ketiga teman wanita nya itu.
"Mer...buka pintu nya,!ada apa,?apa yang terjadi didalam,? ujar Heri berteriak sambil mengetuk pintu tersebut,
"Tunggu-tunggu,seperti nya itu bukan suara Meri deh Her,coba dengarkan baik-baik itu suara nya Dewi bukan?" ujar Jacky.
__ADS_1
Kemudian Heri mendengarkan dengan seksama,benar saja itu adalah Dewi gadis itu berteriak histeris menangis ketakutan sampai jatuh pingsan.
Mendengar teriakan Dewi,Jacky dan Heri mendobrak pintu kamar itu,mereka tidak perduli lagi jika merusak hak orang lain,akhir nya setelah berusaha sekuat tenaga pintu tersebut pun berhasil didobrak oleh kedua nya
"Dewi.....apa yang terjadi hei...bangun!"
"Mer..Gis bangun,! Dewi pingsan" ujar Jacky membangun kan kedua teman wanita nya itu,sementara Heri sibuk menyadar kan Dewi.
"Ada apa ini,loh kenapa kalian bisa masuk kemar bukan nya ini sudah malam ujar Meri bertanya karena gadis itu bingung melihat Jacky dan Heri berada didalam kamar mereka.
"Teriakan,!? Teriakan siapa Her,? tidak ada yang berteriak disini kami semua sudah tidur."
"Loh, kalian ga dengar Dewi berteriak histeris tadi? lihat ia sampai pingsan seperti ini,sahut Jacky merasa heran dengan teman-teman nya itu,kenapa bisa kedua nya tidak mendengar Dewi berteriak.
__ADS_1
"Dewi,? Dewi pingsan apa yang telah terjadi,sumpah kami tidak mendengar apa pun,sahut Meri dan di iyakan oleh Agis .
Dew...dlDewi bangun,! apa yang telah terjadi kepada mu,? Meri menepuk pipi teman nya itu,terlihat Dewi sangat pucat gadis itu masih pingsan belum sadarkan diri.
Saat ke empat nya sibuk menyadarkan Dewi,tiba-tiba lampu didalam kamar itu mati dengan sendiri nya,
Meri dan Agis bingung seketika,lalu kedua nya sibuk mencari senter yang mereka simpan diatas tempat tidur mereka sebelum nya.
"Apa sedang mati lampu ya,? Tapi tidak mungkin,Irem bilang genset nya nonstop 24 jam,jadi tidak mungkin lampu nya mati terkecuali habis bahan bakar" ujar Heri.
"Aaaaakkk... tangan siapa itu,?dingin sekali" teriak Agis ketakutan.
"Tangan,? tangan apaan Gis,? Kita semua ada disini kok,! Jangan ngaco deh Gis,bikin orang parno saja" ujar Jacky menegur teman nya itu.
__ADS_1
"Sumpah demi Allah,disana ada tangan tadi,mana dingin gitu lagi aduh ya Allah rasa nya aku ingin pulang saja,ini kamar kok seram banget" celoteh Agis.
"Sssttt Gis,bisa diam ga sih,? punya mulut kudu dijaga dong Gis,ini rumah orang Gis ga baik ngomong macam-macam,setiap rumah itu ada penunggu nya" ujar Meri.