
Sementara itu,dirumah nya Irem baru saja pulang dari ladang bersama nenek nya,gadis itu bergegas naik kelantai 2 rumah nya untuk menemui teman-teman nya tersebut.
Tok..tok..tok.."Mer...apa kalian sudah tidur,? Kenapa lampu nya tidak dinyalakan,? teriak nya,
Tidak puas sampai disitu saja,Irem pun menghampiri kamar Jacky dan Heri,ia melakukan hal yang sama mengingat kan teman-teman nya itu untuk menyalakan lampu.
Saat ia menyalakan lampu dilorong kamar tersebut,Irem terkejut ketika melihat kamar teman-teman nya itu tidak tertutup dengan rapat,
Gadis itu pun langsung masuk kedalam lantas memanggil mereka,namun tidak ada sahutan,saat ia menyalakan lampu ternyata kamar itu kosong.
Irem mengira jika teman nya itu belum kembali dari curung didalam hutan sana,ia pun bergegas turun untuk menemui nenek nya niat nya ingin memberitaukan hal tersebut kepada sang nenek.
__ADS_1
Saat masuk dikamar nenek nya,gadis tersebut tidak menemui nenek nya disana,Irem terkejut saat melihat ada sesajen aneh didalam kamar tersebut,ia juga melihat banyak nya kembang berserakan dimana-mana ,serta bawang putih yang digantung di atas pintu dan jendela kamar itu,
Seketika bulu kuduk Irem merinding,ia tidak menyangka jika nenek nya tersebut melakukan hal seperti itu,
"Jadi selama ini nenek bersekutu dengan setan,?ujar nya lirih lantas perlahan mundur berniat ingin keluar dari sana,namun seketika pintu itu tertutup dengan sendiri nya,
Irem berteriak memanggil kakek dan nenek nya namun kedua orang tua itu tidak mendengar teriakan nya,sebenar nya datok Darhan mendengar teriakan Irem tersebut,tetapi ia sengaja tidak segera menghampiri cucu nya itu.
Saat Irem sibuk ingin mengeluarkan diri nya dari kamar nenek nya tersebut,tiba-tiba terdengar bisikan-bisikan aneh seperti hari-hari sebelum nya,
'Dasar pembunuh,! Kau harus bertanggung jawab atas kematian kami,kau sudah bekerja sama dengan kakek mu menumbal kan kami semua untuk arwah jahat itu,sekarang kami datang untuk menuntut balas" ujar bisikan itu.
__ADS_1
"Maaf,apa maksud kalian,?teriak nya,Irem gemetar ketakutan.
"Jangan berpura-pura bodoh,! Kau lah yang telah memancing kami untuk menyewa kamar dirumah mu ini,namun satu persatu dari kami di kurung didalam kamar kosong diujung lorong itu,sehingga arwah tersebut,membunuh kami.
"Tidak,aku tidak pernah membawa kalian masuk atau pun menginap dirumah ini,aku bahkan tidak mengenal kalian semua,karena selama ini aku tidak berada dirumah,aku baru saja kembali dari kota,dan aku tidak tau jika kakek ku melakukan hal terkutuk itu" sahut Irem,
"Bohong,!Jelas-jelas kau yang setiap hari menghidang kan makanan untuk kami dan sekarang kau tidak mengakui hal itu,?"
"Makanan,makanan apa,?tidak,aku tidak pernah menghidangkan makanan apa pun,sumpah demi Tuhan aku baru kembali dari kota beberapa hari yang lalu"sahut Irem,
tiba-tiba gadis itu teringat saat teman-teman nya itu datang dan mereka bilang jika Irem lah yang menyambut kedatangan mereka, padahal ia tidak melakukan apa pun hari itu karena ia baru kembali dari rumah tenangga nya.
__ADS_1
"Maaf kan aku,tapi aku tidak pernah ber'urusan dengan kalian,mungkin se'seorang telah menyerupai ku sehingga kalian menjadi korban seperti sekarang" ujar Irem.
Se'saat kemudian bisikan itu menghilang bersama dengan datang nya datok Darhan dikamar itu,saat menyadari kakek nya masuk Irem langsung mengajukan pertanyaan kepada kakek nya itu,terkait semua yang telah terjadi,namun datok Darhan tidak memberi penjelasan yang jelas.