
Pagi itu Dave sedang berolahraga di kamarnya. Ia berlari kecil di atas treadmill miliknya tanda ia akan mengakhiri olahraganya di pagi hari tersebut.
Dave menyekah semua keringatnya yang bercucuran. Ia berlalu ke dapur untuk masak. Tidak lupa ada handuk kecil di lehernya, Tampilannya saat ini seperti penjual nasi goreng.
Dave sibuk memasak di dapur. Sedangkan di kamar lantai 1 rumah tersebut ada 2 orang gadis yang masih terlelap tidur.
“ Mana mereka? Apa belum bangun?” Kata Dave saat kegiatan masak memasaknya selesai.
“ Apa wanita memang seperti itu bangun telat di hari libut?” Gumam Dave “ Kalau begitu aku mandi dulu.” Dave pun berlalu kembali ke kamarnya untuk mandi.
Dave mengetuk pintu kamar di lantai 1 rumah tersebut. Namun tidak ada yang membukakan pintu akhirnya ia lebih memilih membuka pintu tersebut.
“ Hmmm yah ampun,” Dave menghela napasnya “ Anak perempuan masih tidur jam segini.”
Dave mendekati ke dua gadis tersebut. Mengguncang pelan bahu ke dua gadis tersebut.
“ Natlie bangun, Jesica bangun.” Kata Dave membangunkan mereka.
“ Ahh Om jam berapa ini? Masih terlalu pagi.” Kata Natlie. Gadis itu malah menutup kepalanya menggunakan bantal kepala yang ia gunakan.
“ Selamat pagi Om Dave.” Kata Jesica duduk di atas kasur.
“ Selamat pagi Jesica, Bagaimana tidurmu semalam?” Tanya Dave.
“ Nyenyak Om.” Jawab Jesica.
“ Baguslah, Jes tolong bangunin Natlie yah. Om tunggu di meja makan.” Pinta Dave kepada Jesica.
“ Siap Om.” Ucap Jesica tersenyum mengangguk-nganggukan kepalanya. Dave pun keluar dari kamar tersebut.
Jesica melihat ke arah Natlie yang sedang menutup mukanya. “ Bener-bener yah nih anak malah lanjutin tidurnya. Udah di bangunin Om Dave juga.” Kata Jesica ia turun dari kasur merenggangkan ototnya. Ia menarik napasnya panjang dengan sekuat tenaga Jesica menarik kuat-kuat selimut tebal yang digunakan Natlie.
Natlie terkejut, Ia melempar bantal dari mukanya. Membuka matanya lebar-lebar mencari siapa yang telah menganggu tidurnya. Terdengar suara pintu kamar mandi baru ditutup.
“ JESICAAAAA....” Teriak Natlie ketika menyadari bahwa Jesicalah yang menganggu tidurnya. Gadis itu menekuk mukanya menunggu mangsanya keluar dari kamar mandi. Sedangkan di dalam kamar mandi Jesica sedang mandi dengan bersenandung ria. Ia berhasil membangunkan Natlie dengan satu kali coba.
“ Itu muka kenapa ditekuk neng.” Tanya Jesica kepada Natlie yang tentu saja Ia telah mengetahui apa penyebab hal tersebut.
“ Masih nanya lu Ca?” Natlie menajamkan matanya.
“ Ah tadi Om Dave yang suruh kok buat bangunin lu. Mandi sana Om Dave nungguin kita di meja makan.” Ucap Jesica.
Natlie masuk kedalam kamar mandi menghentak-hentakkan kakinya kesal.
__ADS_1
Di meja makan…
3 orang sedang menikmati sarapan di pagi hari dengan sedikit pertanyaan-pertanyaan ringan dari Dave.
“ Kapan kalian akan daftar kuliah?” Tanya Dave.
“ Kalau di Universitas xxx minggu depan udah buka Om, Kalau di Universitas xxx 2 minggu lagi buka Om. Kemarin aku cek di website.” Jawab Jesica
“ Oh semangat yah Jes. Kamu pasti bisa.” Kata Dave menyemangati Jesica.
“ Makasih Om.” Jesica tersenyum.
“ Kalo Natlie gimana?” Tanya Dave kepada Natlie. Namun gadis tersebut malah melemparkan pertanyaan.
“ Om jadikan kita jalan-jalan hari ini?” Tanya Natlie tanpa merasa bersalah.
Dave menghela napasnya sedangkan Jesica hanya melanjutkan makannya. Dia sudah sangat mengerti Natlie.
“ Natlie, Om tanya tentang kuliah kamu loh ini. Jangan bercanda Nat Om lagi serius!”Tegas Dave kepada Natlie.
“ Maaf,” Natlie menunjukkan puppy eyesnya " Aku daftar kuliahnya bareng Jesica Om."
“ Bagaimana kontrakan kalian? Kalian betah?” Tanya Dave.
“ Betah Om.” Kata Jesica.
“ Gimana gak betah ada Celio disana.” Ujar Natlie.
“ Ish Natlie.” Kata Jesica.
Melihat Jesica yang kini sedang malu-malu membuat Natlie dan Dave tertawa bersamaan.
“ Nanti jam 11 kita berangkat yah. Ada yang mau Om kerjakan terlebih dahulu.” Dave berlalu dari meja makan menuju kamarnya. Pria itu membuka laptopnya seperti akan mengerjakan seperti akan mengerjakan sesuatu.
Sedangkan 2 orang gadis terlihat bersemangat membersihkan meja makan.
“ Kita ke mall aja yah hari ini.” Tanya Dave. Jesica dan Natlie mengiakan pertanyaan Dave.
Di sebuah Mall besar di kota Jakarta.
“ Udah lama Nar?” Tanya Dave kepada seorang wanita yang sedang duduk di salah satu restoran sepertinya sedang menunggu seseorang.
Di belakang Dave. Natlie dan Jesica saling pandang. “ Siapa dia?” Itu yang ada di dalam pikiran mereka.
__ADS_1
“ Ah Dave,” Wanita itu tersenyum manis kepada Dave “ Baru kok Dav. Ayo silahkan duduk.” Sambung wanita tersebut tersenyum kepada Natlie dan Jesica.
“ Natlie Jesica kenalin ini Nara.” Kata Dave memperkenalkan Nara.
Natlie dan Jesica saling bergantian menyalami Nara.
“ Oh ia. Om Dave sama Nara akan segera bertunangan.” Ucap Dave sambil memandangi wanita yang sedang duduk berhadapan dengannya. Nara adalah wanita berambut panjang gelombang tetapi rambut tersebut rapi terurus. Wanita tersebut jika menunjukkan lubang kecil di pipi mulusnya saat dia sedang bicara maupun senyum dan tertawa.
Natlie dan Jesica memandang Dave dan Nara secara bergantian.
“ Jadi selama ini Om bukan jomblo akut?” Tanya Natlie yang masih tidak percaya. Ternyata Dave yang selalu sibuk dengan pekerjaannya mempunyai seorang kekasih yang menurut Natlie wanita tersebut sangatlah cantik.
“ Pertanyaan macam apa itu Natlie?” Dave mendengus mendengar pertanyaan Natlie.
“ Ngak kok Nat, aku sama Dave udah lama pacaran. Kurang lebih 3 tahun.” Kata Nara melunturkan julukan jomblo akut dari Natlie.
“ Hahhh? Apa? 3 tahun?” Natlie dan Jesica terkejut mendengar perkataan Nara sambil melihat ke arah Dave yang sedang menepuk dadanya pelan sambil memajukan bibir bagian bawanya.
“ Wah kok Om Dave gak pernah bilang sih?” Tanya Natlie.
“ Usstttt.. udah yah kalo ada waktu Om ceritain. Sekarang kita makan dulu yah.” Kata Dave mengangkat tangannya memanggil pelayan restoran tersebut.
Mereka makan dengan di selangi perkataan-perkataan yang menggoda Dave. Sedari tadi ke 2 gadis tersebut masih saja mempertanyakan pertanyaan yang sama.
“ Kakak benaran pacaran? Serius selama itu? Apa yang membuat Kakak suka Om Dave?”
“ Aku pulang dulu yah. Kalian nikmati waktu kalian.” Perkataan itu keluar dari mulut Nara. Ia merapikan tasnya dan berdiri.
“ Ia hati-hati yah Nar. Salam sama Mama.” Kata Dave. Nara pun meninggalkan restoran tersebut.
“ Kok kak Nara buruh-buruh si Om?” Tanya Natlie, Ia menaikkan ke 2 alisnya yang bingung melihat Nara.
“ Ia, Dia orangnya sibuk juga sama pekerjaan sama kayak Om Dave.” Ucap singkat Dave alasan Nara buruh-buruh pulang.
“ Emangnya apa pekerjaan Kak Nara.” Itu adalah pertanyaan yang ada di kepala Natlie dan Jesica.
“ Ayo habiskan makan kalian.” Kata Dave.
Merekapun menyelesaikan makan mereka dan meninggalkan restoran tersebut.
“ Loh kok kita kesini sih Om? Baru juga makan belum keliling, nonton atau apa kek.” Tanya Natlie.
“ Ia Om aku juga mau main. Udah lama bangat gak injak mall.” Kata Jesica.
__ADS_1
Dave tersenyum usil....