
Kring kring kring
Terdengar suara dering telfon dari gadget Jesica. Jesica pun mengangkat tersebut “ JEEEEESSSSSSIIIICAAAAAAAAA!!!!” teriak sang penelfon.
“ Kamu itu yah baru sehari udah lupain Mama, dari kemarin Mama nelfon kamu. Kamu kemana aja? Jangan nyusahin orang kamu!!!” Ucap Aileen memperingatkan Jesica padahal dia sedari kemarin telah menghubungi Dave untuk menanyakan Jesica. Tentu saja sebelum mereka ke Jakarta Dave telah menjelaskan bahwa Natlie, Jesica, dan Dave tidak akan satu rumah.
“ Ma kemarin itu hp aku lowbat ma, sedangkan charger aku di rumah Om Dave ini aku baru pinjam charger tetangga. Kami itu gak satu rumah Ma jangan marah-marah dulu dong Ma.” Jesica menjelaskan kepada Mamanya.
“ Iya Mama tau kok kalian gak serumah. Yah kamu dari kemarin di hubungi gak bisa. Mama gak mau kamu nyusahin orang!!”
“ Ampun deh Ma bukannya kangen-kangenan sama anaknya malah nuduh gak jelas. Mama lagi apa?” Ucap Jesica berusaha mengalihkan pembicaraan.
“ Dengerin Mama dulu jangan ngalihin pembicaraan Mama Kamu. Ingat yah Ca hp kamu gak boleh gak aktif lagi jadi kalau Mama nelfon kamu, Mama gak nelfon sana sini. Udah yah Mama mau nyuci baju dulu.”
“ Iya Ma.” Akhirnya Jesica mengakhiri telfon tersebut "Haduhh baru juga mau basa-basi.” Gumam Jesica.
“ Mama ngomong apa Ca?” Tanya Natlie menghampiri Jesica. Iya sangking dekatnya mereka berdua Natlie tidak sungkan lagi memanggil Aileen dengan sebutan Mama, begitu juga dengan Jesica.
“ Biasa marah-marah gak jelas gara-gara hp gua dari kemarin gak aktif.”
Akhirnya merekapun masuk kedalam kamar menggulingkan badan mereka kesana kemari karena sedari tadi merasa bosan.
“ Aye gua bosan banget nih ada ide gak lu biar gak garing-garing amat nih suasana?” tanya Jesica.
“ Ca, gua kalo ada ide udah dari tadi gua lakuin. Mau keluar juga gak ada duit barang masih ketinggalan di rumah Om Dave kemungkinan sehabis pulang kerja Om baru ngirim barang kita. Lagian kita juga gak kenal siapa-siapa disini gak ada yang bisa di ajak jalan-jalan atau apa gitu.”
Jesica yang mendengar itu menghela napasnya “ Itu masih lama banget.”
Hening…
__ADS_1
“ Ahh udah ahh tidur sana Ca, pusing gua liat lu. Kek jarum jam tahu mutar-mutar gak jelas.” Ucap Natlie yang sedari tadi memperhatikan Jesica mutar mutar tidak jelas di kasur.
Jesica kemudian duduk mengacungkan jari telunjuknya di depan muka Natlie “ Ide bagus Natlie.” Jesica mengambil posisi ternyamannya untuk tidur.
Tidak lama kemudian Jesica tidur terlelap “ Eh beneran tidur? emang cuma tidur pilihan tepat saat ini.” Gumam Natlie. Natliepun merebahkan badannya di samping Jesica.
Jam 3 sore akhirnya kedua gadis tersebut terbangun karena perut mereka minta diisi.
“ Bosan banget yah. Tadi pagikan makan ini.” keluh Natlie padahal tinggal sesuap lagi acara makannya selesai.
Jesica yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya. “ Aye mau kemana?” Tanya Jesica kepada Natlie yang telah berdiri hendak meninggalkan tempat makan mereka.
“ Aku mau ke kamar Ca.” Jawab Natlie dingin.
Yah semenjak 2 tahun lalu mood Natlie memang suka berubah-ubah. Tentu saja Jesica tahu apa yang menyebabkan berubahnya mood Natlie secara tiba-tiba.
Jesica kemudian menyelesaikan makannya dan membersihkan tempat makan mereka.
Terlihat seorang gadis tengah menyiram tanaman di halaman rumahnya. Jesica. Gadis itu sedang menggoyang-goyangkan kepalanya, mulutnya mengikuti lirik lagu yang ia sambung melalui headset bluetooth.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan rumahnya, Jesica sejenak terdiam melihat mobil tersebut. Aileen berjalan cepat keluar dari rumah kemudian masuk kedalam mobil tersebut.
“Ma mau kemana?” Tanya Jesica namun Aileen tidak menjawab
Deg …
NATLIE. Ada Natlie di dalam mobil tersebut. Jesica yang melihat itu seketika darahnya seolah-olah bergerak menuju otak. Natlie hanya melihat kedepan tanpa menyapa Jesica. Jangankan menyapa menolehpun dia tidak mau saat mobil tersebut terbuka.
Ada apa dengan Natlie? begitu banyak pertanyaan yang terlintas di pikiran Jesica.
__ADS_1
Mobil tersebut kemudian melaju dan menghilang dari hadapan Jesica. Yah, sudah beberapa bulan ini Natlie kabur dari rumahnya selama itu juga Jesica dan keluarga Natlie mencari keberadaan Natlie. Kalaupun Natlie ditemukan, dengan segala cara ia akan pergi meninggalkan rumah orang tuanya tersebut.
Jesica berlari masuk kedalam kamarnya, gadis itu duduk di atas ranjangnya menekuk kedua lututnya, ia terus menangis begitu banyak pertanyaan yang terlintas dalam pikirannya. Sahabat yang sedang ia rindukan datang tepat di depannya tetapi orang di rindukannya itu seolah-olah tidak mengenalnya. Lelah dengan pikirannya sendiri iapun tertidur.
2 jam lebih setelah kepergian Aileen, Ia pun kembali kerumahnya. Jesica saat itu sedang duduk di ruang tamu menunggu Aileen. Saat terdengar suara langkah kaki akhirnya Jesica tersadar dari lamunannya.
“ Ma...” Panggil Jesica, Aileenpun menghampiri anaknya tersebut dan langsung memeluknya.
“Mama dari mana? tadi aku liat Natlie di mobil Ma.” Tanya Jesica menjauhkan pikiran negatifnya.
Aileen melepaskan pelukannya kemudian menatap Jesica. “ Mama dari dokter kandungan,” Ucap Aileen, Jesica yang mendengar itu hanya terdiam heran melihat Aileen “ Natlie hamil.” Sambung Aileen.
Kaki Jesica tiba-tiba terasa lemas ia kemudian duduk menatap ke sembarang arah “ Mama ngomong apa?” tanya Jesica.
Aileen hanya mengangguk-nganggukkan kepalanya air matanya ia tahan agar tidak terjatuh di depan Jesica.
Jesica terkejut kemudian ia berlalu masuk kedalam kamarnya teriak sekencang mungkin menumpahkan segala rasa kecewa, marah, dan rasa bersalah karena ia gagal menjaga sahabat yang ia anggap adiknya tersebut.
“Aaarkkkkkkggghhhhhhhhh bodoh!” Air matanya kini habis yang ada hanya amarah.
Beberapa bulan kemudian Natlie melahirkan seorang putra. Frey. Bayi laki-laki dengan bulu mata yang panjang dan hidung mancung.
Selama itu Jesica berusaha menyembunyikan beribu tanya yang ingin sekali ia tanyakan kepada Natlie. Ia takut menyinggung perasaan Natlie melihat keadaan Natlie yang psikologisnya sedikit terganggu. Jesica tersadar ia tidak boleh egois hanya karena untuk menemukan jawaban ia harus melihat Natlie membuka kembali kenangan masa pahit tersebut. Tidak mungkin. Jesica tidak mau itu terjadi, Jesica bertekat selalu ada untuk Natlie.
Setelah kepulangannya dari rumah sakit Natlie dan Frey tinggal menetap dirumah Jesica selama 4 bulan. Natlie tidak mau menginjakkan kakinya di rumahnya tersebut. Hingga akhirnya Ayah Natlie datang menjemput Natlie. Bahkan Ayahnya bersujud di depan Natlie agar ia pulang kerumahnya. Tentu saja Natlie tidak tega melihat itu dan memilih pulang bersama Ayahnya. Sebenarnya Jesica tidak mau Natlie pulang kerumahnya karena ia sudah menyayangi Frey seperti Natlie. Tetapi Natlie mengiyakan untuk pulang mau tidak mau ia mengijinkan Natlie pulang
Falshback Off…
Sudah 15 menit Jesica mondar-mandir depan pintu kamar. Ia menghembuskan napasnya memberanikan diri membuka pintu.
__ADS_1
“ CEKKKLEEKKK…” bunyi pintu terbuka.