KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
31. PERGI DAN KEMBALI


__ADS_3

Jesica telah kembali ke kontrakan mereka, air matanya yang tidak mau berhenti mengalir menemaninya malam ini. Gadis itu sedang memasukkan satu persatu pakaiannya ke dalam koper.


Hari ini adalah malam terakhir dia tidur rumah kontrakan tersebut. Jesica mengelilingi rumah tersebut dengan langkah yang pelan sambil mengingat-ingat kembali kenangannya dengan Natlie di rumah kontrakan tersebut. Jesica tersenyum di tengah air matanya yang mengalir tatkala gadis itu mengingat kegiatan masak-memasak mereka, gadis itu juga masih mengingat betul ketika mereka pertama kali melangkahkan kaki di kontrakan itu.


Sangat di sayangkan, malam ini adalah malam terakhir Jesica disini namun Natlie tidak ada disini. Jika Jesica telah mengambil keputusanya maka tidak ada yang akan merubah keputusan itu. Begitu juga dengan keputusannya untuk meninggalkam kontrakan, itu pasti akan terjadi besok.


Jesica membasuh mukanya dengan air, ia berlama-lama menatap penampakan dirinya di pantulan cermin sampai akhirnya gadis itu keluar setelah lelah dengan pemikirannya. Jesica melangkahkan kakinya keluar dari rumah menuju rumah Celio.


Tok..tok..tok..


Celiopun membukakan pintu, melihat Celio yang berdiri di depannya membuat Jesica langsung berhamburan kepelukannya, sepertinya hanya Celio yang saat ini berada di pihaknya. Jesica berlama-lama menyembunyikan mukanya di dada bidang Celio, sampai akhirnya ia melepaskan pelukannya.


“ Ada apa?” Tanya Celio sembari menarik tangan Jesica untuk masuk ke dalam rumahnya.


Jesica memandangi wajah Celio, sepertinya dia akan kesulitan jika nantinya ingin melepaskan kerinduannya kepada Celio.


“ Aku akan pindah.” Kata Jesica.


Celio terkejut dengan perkataan Jesica “ Pi-pindah? Maksud kamu gimana?”


Jesica menyandarkan kepalanya di bahu Celio “ ia aku akan pindah, aku sudah mempertanyaka semuanya kepada Om Dave, ternya benar karena akulah Natlie pergi. Maka dari itu aku akan pindah saja.”


Celio memegang bahu Jesica, ia ingin menatap mata Jesica mencari keseriusan dari perkataan Jesica “ pindah kemana? Kamu sudah menemukan tempat yang aman?” tanya Celio yang sedang khawatir.


Jesica menggelengkan kepalanya “ Besok aku akan mencarinya, aku sudah mengemasi barang-barangku, agar Natlie pulang kembali secepatnya.”


Celio menghela napasnya “ Baiklah jika itu keputusan kamu, besok aku akan membantumu mengangkat barang yah kebetulan aku punya apartemen yang sudah di beli untukku dulu.” Celio memang mepunyai apartemen pemberian orang tuanya dulu saat ia mengatakan ingin tinggal sendiri namun ia lebih memilih untuk tinggal di rumah pilihannya, kontrakan sederhananya.


“ Apa itu tidak apa-apa? Apa tidak merepotkan?” Tanya Jesica yang merasa tidak enak hati.


“ Stttt… tidak, pasti Mama Papa mengijinkan itu, lagian apartemen itu telah lunas di beli oleh Papa,” Kata Celio memegang kedua bahu Jesica “ Sekarag kamu istirahat yah pasti kamu lelah hari ini.


Jesicapun kembali ke rumah kontrakan mereka, ah lebih tepatnya rumah Natlie, ia merebahkan badannya dan langsung terlelap karena kelelahan.


Pagi itu Jesica telah siap-siap untuk pindah dari rumah kontrakan tersebut, ia keluar dengan koper dan beberapa tasnya. Jesica memandangi rumah tersebut cukup lama sampai akhirnya menutup rumah itu dan beralih mengetuk rumah Celio.


Celiopun keluar dari rumah tersebut dengan 2 buah koper, tunggu mengapa Celio membawa koper.


“ Loh kok kamu bawa koper?” Tanya Jesica.

__ADS_1


“ Aku akan pindah ke samping apartemen kamu.” Kata Celio tersenyum.


Mata Jesica berkaca-kaca memang benar hanya Celio yang ada di sampingnya saat ini, Jesica sangat beruntung dimiliki Celio.


Celio mengusap kepala Jesica “ Kamu tunggu di sini yah,biar aku yang angkat barang-barang.” Celio pun membawa kedua koper besarnya ke mobil yang tadi pagi ia ambil di rumahnya untuk mengangkut barang lalu kembali lagi untuk mengambil barangnya.


Sampailah mereka di apartemen mereka, Jesica terlihat menyukai apartemen yang berukuran sedang tersebut. Apartemen itu telah lengkap dengan perabotan dan siap pakai. Seperti perkataan Celio, Celio tinggal tepat di samping apartemen Jesica yang juga siap pakai;.l


“ Bagaimana apa kamu suka?” Tanya Celio memasuki apartemen Ajesica.


Jesica berbalik dan memeluk Celio “ Aku sangat suka,” Jesica menatap Celio “ Terima Kasih.”


Celio menganggukkan kepalanya “ Kamu lanjut beresin pakaian kamu yah, aku juga akan membereskan pakaian ku.”


Sore itu Jesica sedang duduk santai di balkon rumahnya, ia sibuk memandangi langit. Terlihat Celio juga baru melangkahkan kakinya ke ballkon apartemennya, ia sibuk memandangi Jesica sembari menikmati kopi hanyatnya, Jesica tidak menyadari keberadaannya.


Jesica mengambil gadgetnya di meja, matanya tertujuh pada Celio yang sedag berdiri memandanginya. Jesica tersenyum “ Aku akan menelfon Om Dave.”


Celio menganggukkan kepalannya lalu menyeruput kembali kopinya.


“ Hallo Om… Aku sudah pindah hari ini.” Kata Jesica saat Dave mengangkat telfon darinya.


“ Apa kamu akan baik-baik disana?.” Kata Dave sedih.


“ Ia telah kembali.”


“ Syukurlah, sudah dulu yah Om.” Jesicapun mengakhiri panggilan tersebut ketika mendapat jawaban ia dari Dave.


“ Bagaimana?” Tanya Celio.


“ Dia sudah pulang.” Kata Jesica meletakkan kembali gadgetnya di meja lalu memandangi langit yang sedang menunjukkan keindahannya di sore hari, begitu juga dengan Celio yang sibuk memandangi Jesica.


FLASHBACK ON


Pagi itu Jesica terbangun dari tidurnya, ia langsung menghubungi Dave.


“Hallo Om…”


“ Hallo Jes...”

__ADS_1


“ Aku sudah menemukan tempat untuk pindah, hari ini aku akan beres-beres dan pindah.”


“ pindah kemana Jes?”


“ Di daerah XXX.”


“ Yah sudah, Om akan mencoba menghubungi Natlie.”


Jesica pun mengakhiri panggilan tersebut sedangkan di seberang sana Dave sibuk mencoba menghubungi Natlie.


Setelah beberapa kali mencoba Natlie akhirnya mengangkat panggilan dari Dave tersebut.


“ Hallo.. Kenapa Om?” Tanya Natlie yang tidak mau berbasa-basi.


“ Kamu pulang sekarang yah, Jesica sudah pindah hari ini.”


“ Baiklah.”


Satu jam kemudian Natlie benar-benar telah kembali. Dave memeluk Natlie yang sedang berdiri di depan pintu.


“ Kamu kemana saja?” Tanya Dave ketika mereka duduk di ruang tamu.


“ Aku tinggal di salah satu rumah temanku, aku telah membayar rumah kontrakan sewanya, aku juga telah memberinya uang untuk menutup mulut.” Kata Natlie.


Dave tercengang “ Dari mana kamu belajar hal tersebut?”


“ Dari sinetron.” Kata Natlie cengengesan, tidak ada rasa bersalah di raut wajahnya.


Dave menghela napas “ Kamu istirahat, Om akan ke kantor. Nanti sore kita mengemasi barang-barang kamu di kontrakan yah.” Kata Dave.


Natlie menganggukkan kepalanya kemudian berjalan menuju kamar tempat ia beristirahat ketika berkunjung ke rumah Dave, bisa di pastikan kamar itu akan menjadi kamar Natlie kedepannya.


Hari itu Dave pulang lebih cepat dari kantornya karena ia kepikiran dengan Natlie di rumah, Dave mengetuk pintu kamar Natlie da masuk membangunkan Natlie yang sedang terlelap “ Ayo kita makan di luar lalu mengambil barang kamu di kontrakan.”


Merekapun pergi ke rumah makan terdekat lalu pergi ke rumah kontrakan Natlie untuk mengambil barang pribadi Natlie dan nantinya lemari, kulkas, dan yang lainnya akan menggunakan jasa pengangkutan barang.


FLASHBACK OFF.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2