KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
06. JESICA YANG POLOS


__ADS_3

“ Yah ampun kalian baru makan jam segini?” Kata Dave sambil melihat jam tangannya.


“ Udah jam 21:30 loh,” Dave menggeleng-gelengkan kepalanya “ Sepertinya kalian harus di ajarin dari awal banget yah pola hidup sehat.” Sambung Dave. Yah, Dave memang sangat mementingkan kesehatannya. Prinsip lelaki 37 tahun yang tak kunjung memiliki pasangan tersebut LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI.


Jesica dan Natlie saling tatap. “ Apa yang salah dengan makan dan jam saat ini?” mungkin itu yang ada dipikiran mereka berdua.


Dave menghembuskan napasnya “ Cepat habiskan makan kalian!” Kemudian ia duduk memperhatikan Jesica dan Natlie makan malam.


Saat ini kedua gadis tersebut duduk berhadalapan mereka sedang bertelepati.


Ekor mata Jesica melirik ke arah Dave yang saat ini sibuk dengan gadget di tangannya. Jesica menatap kembali Natlie membulatkan matanya “ Apa yang salah dari kita?” Tanya Jesica dengan gerakan mata dan tubuhnya.


Natlie mengangkat bahunya sambil membulatkan matanya “ Gua gak tahu.” Jawab Natlie.


Kurang lebih seperti itulah kedua gadis tersebut berlepati.


“ Apa yang kalian lakukan?” Tanya Dave kepada Natlie yang hanya memegang sendok mereka masing-masing.


“ Hemmm gak apa-apa kok Om.” Jawab Jesica yang di ikuti anggukan kepala dari Natlie.


“ Yah sudah lanjutkan makan kalian!” Tegas Dave.


“ Om mau minum kopi?” tanya Natlie.


“ Om gak minum kopi, nanti Om ambil sendiri kalau mau minum.” Ucap Dave kemudian ia mengambil gadgetnya.


Setelah selesai makan malam. Jesica dan Natlie membereskan piring kotor mereka.


Mereka duduk bertiga, kemudian Dave membuka pembicaraan “ Om gak mau tahu lagi yah kalian harus makan sebelum jam 7 malam. Ini demi kesehatan kalian. Dan juga apa yang kalian masak? telur? kalian harus makan sayur tiap hari!”.


Jesica dan Natlie menganggukkan kepalanya “ Ia om maaf tadi kami mau masak cuma gak tahu sayurnya dimasak gimana.” Ucap Natlie.


“ Ia maaf yah Om kami tidak akan mengulanginya lagi.” Kata Jesica meyakinkan Dave.


“ Bagus. kalau kalian tidak tahu masak, belajarlah dari youtube untuk mengisi waktu kosong kalian.” Dave terlihat seperti sedang mengajari anak kecil.


“ Oh ia ini meja lantai untuk kalian. Gunakan ini untuk meja makan kalian. Kasihan kalau kalian makan seperti tadi sepertinya kalian tidak terbiasa makan seperti itu.” Ucap Dave sambil mengangkat meja ukuran sedang kedalam rumah.

__ADS_1


“ Makasih banyak om.” Jesica dan Netlie memberikan senyum termanis mereka kepada Dave.


“ Ia sama-sama. Ayo ikut Om ke mobil ambil koper kalian sekalian Om mau pulang.” Dave kemudian berdiri menuju pintu keluar di ikuti oleh Jesica dan Natlie.


Sesampainya di mobil Dave, Dave menurunkan koper milik Jesica dan Natlie kemudiaan ia berpamitan untuk pulang.


Tiba-tiba sebuah motor matic berhenti di samping mobil Dave. “Hallo Kak.” Celio menyapa Dave, ia membuka helmnya “ Hallo Jes.” Celio menatap Jesica sambil tersenyum. “ Hallo.” Sapa Celio kepada Natlie.


“ Eh hey Celio dari mana malam-malam?, kirain siapa tadi.” Dave membalas sapaan Celio.


“ Biasa kak, aku abis kerja part time.” Ucap Celio.


“ Gimana kuliah mu Celio? Lancar?” Tanya Dave.


" Lancar kok kak." Jawab Celio.


“ Oh ia kenalin ini keponakan aku yang sempat aku ceritain kemarin, ini Natlie dan ini Jesica.” Kata Dave memperkenalkan Natlie dan Jesica. Satu minggu yang lalu sebelum kedatangan Jesica dan Natlie, Dave bertemu dengan Celio dan berkenalan dengannya.


Celio menjabat tangan Jesica dan Natlie secara bergantian. Saat Celio menjabat tangan Jesica ia menatap gadis di depannya tersebut agak lama sampai akhirnya Dave berdehem “ Ehhmmmmm.” Celio tersadar dan melepaskan jabatan tangan tersebut.


“ Siap, pasti kak.” Celio tersenyum senang.Lelaki tersebut tersenyum senang akhirnya dia punya alasan untuk bertemu dengan Jesica.


Setelah itu Dave masuk mobilnya dan melajukan mobilnya pulang.


“ Mau aku bantuin gak angkat kopernya?” Tanya Celio kepada Jesica dan Natlie memberikan senyum termanisnya.


“ Ahhh itu ngak usah kak, lagian dekat doang kok” Jesica menolak tawaran Celio sedangkan Natlie hanya senyum-senyum melihat Jesica yang sepertinya tidak mengetahui arti tatapan suka dari Celio kepada Jesica.


“ Ckk... Ca, Ca dari dulu gak pernah berubah masalah ginian dia gak ngerti sama sekali.” Gumam Natlie.


“ Yah sudah kalau tidak mau aku ikutin dari belakang yah?” Celio menawarkan bantuannya lagi kepada Jesica dan Natlie. Jesica kemudian menganggukkan kepalanya “ Hmmm boleh deh kak.”


Natlie berjalan duluan kemudian diikuti oleh Jesica dan disusul oleh Celio menerangi jalan mereka di sebuah gang yang hanya muat 1 motor untuk melintas tersebut.


“ Makasih yah kak udah bantu nerangin jalan tadi. Aku masuk dulu yah Kak.” Ucap Natlie kemudian ia masuk kedalam rumah.


“ Ia sama-sama Natlie.” jawab Celio tersenyum kemudian beralih menatap Jesica.

__ADS_1


“ Makasih bantuannya kak, aku juga masuk dulu yah Kak.” Kata Jesica kepada Celio sambil tersenyum.


“ Senyummu manis sekali, aku tidak pernah lihat senyum seperti itu.” Puji Celio kepada Jesica yang hanya mampu ia ucapkan dalam hati.


“ Ia Jes. Sama-sama kan aku udah bilang jangan sungkan-sungkan sama aku. Yah udah selamat malam Jes.” Kata Celio kepada Jesica. Jesica tersenyum kepada Celio kemudian ia masuk rumah dan menutup pintu.


“ Jes...Jes...hmmmmm.” Gumam Celio kemudian ia memarkirkan motornya dan masuk kedalam rumahnya.


Natlie sedang senyam-senyum sambil tertawa kecil melihat kedatangan Jesica. Saat ini Natlie sedang duduk di atas kasur sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kasur.


“ Kenapa lagi lu? kayaknya lagi senang banget. Udah rapiin baju lu?” tanya Jesica kepada Natlie.


“ Belum besok aja Ca, paling besok gak ada kegiatan.” Jawab Natlie.


“ Oh gitu. Yah udah gua besok juga deh.” Jesica berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka. Sesudah itu ia terlihat sibuk dengan segala macam perawatan malamnya. Terlihat Natlie masih senyum-senyum melihat Jesica.


“ Tuh anak kenapa lagi. Tadi sore sedih sekarang senyum-senyum gak jelas. Udah gila kali yah. Astaga. Apa yang kau pikirkan Ca.” Guman Jesica.


“ Yah ampun polos banget sih ni kakak kesayangan.” Gumam Natlie.


“ Aye, belum tidur?” tanya Jesica karena sedari tadi risih melihat Natlie yang memperhatikannya.


“ Ini baru mau tidur, Ca jangan lupa matiin lampunya yah,” Jawab Natlie “Selamat Malam.”


“ Selamat malam.” Kata Jesica


Merekapun tidur dengan lelap.


Pagi itu…


“ Tok tok tok…” Suara ketukan pintu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2