
“ Loh kok kita kesini sih Om? Baru juga makan belum keliling, nonton atau apa kek.” Tanya Natlie.
“ Ia Om aku juga mau main. Udah lama bangat gak injak mall.” Kata Jesica.
Dave tersenyum usil “ Menurut Om, ini sudah jalan-jalan. ” Kata Dave berjalan menuju mobilnya.
“ Om Dave!!!” Teriak Jesica dan Natlie bersamaan.
Suasana dalam mobil yang dikemudikan Dave sangat hening, seolah-olah hanya ada Dave dalam mobil hitam tersebut. Padahal di kursi tengah ada 2 gadis yang sedang sibuk dengan ponsel masing-masing. “ Aduh bocah-bocahku kalo lagi ngambek ngeri juga yah.” Gumam Dave.
Suasana macetnya ibu kota Jakarta hanya menambah kesepian yang di rasakan Dave. Dave berdehem “ Ehemmm… kok ponakan Om yang cute-cute pada diam sih? Jadi sepi banget suasananya.”
Bukannya menjawab pertanyaan Dave, kedua gadis tersebut malah mematikan gadget masing-masing mereka menyenderkan kepalanya ke jendela mobil kemudian memejamkan mata mereka.
Dave menoleh ke belakang, Ia menghembuskan napasnya secara kasar “ Hemmmm ada-ada saja.” kini Dave kembali berusaha memfokuskan mata dan pikirannya untuk mengemudi. Namun, Ia tetap tidak tenang karena keponakan yang kata Dave cute-cute masih ngambek bertahan dengan mulut yang terkunci rapat.
Mata Dave tertujuh pada sebuah toko khusus es krim. Dave memarkirkan mobilnya di depan toko tersebut “ Kita makan es krim yuk? “ Tanya Dave dengan mata berseri-seri “ mau makan di dalam atau di mobil?” Sambung Dave.
Jasica dan Natlie masih setia menutup rapat-rapat mulut mereka. Membuat Dave menghela napasnya “ Yah udah di mobil aja yah, tunggu di sini Om akan masuk beli es krimnya.”
Mata Jesica dan Natlie mengikuti gerak Dave yang berjalam masuk toko es krim tersebut. “ Aye, gak enak tahu diamin Om Dave lama-lama. Aku gak enak banget nih. Udahan yah ngambeknya?” Tanya Jesica dengan muka sedih tidak tega sekaligus merasa tidak pantas jika harus ikut-ikutan ngambek.
“ Gua juga gak tega tahu. Yah udah entar kalo Om Dave datang bawa es krim kita udahan ngambeknya. Gua juga mau es krim.” Kata Natlie sambil cengengesan sedangkan Jesica hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dave keluar dari toko es krim dengan 3 corn es krim di tangannya, Jesica membukakan pintu depan untuk Dave “ Makasih Jes.” Ucap Dave tersenyum. Jesica pun menganggukan kepalanya.
__ADS_1
“Nah ini dia es krimnya silahkan di nikmati tuan putri. “ Natlie dan jesica mengambil es krim dari tangan Dave “ Makasih Om Dave.” Ucap ke dua gadis tersebut sambil tersenyum.
“ Nah gitu dong ponakan Om yang cute-cute gak boleh ngambek lama-lama,” Dave tersenyum “ Habis ini kita pulang yah ambil barang kalian. Om akan antar kalian pulang. Om mau keluar kota.”
“ Om Dave gimana sih? Katanya kita 2 hari di rumah Om. Baru juga sehari udah di usir aja.” Kata Natlie dengan muka sedih namun ia tetap menikmati es krim yang ada di tangannya.
“ Usssttttt…. Siapa yang usir? Om ada kerjaan di luar kota, nanti kalau kalian selesai daftar kuliah kita jalan-jalan sama Nara yah.”
“ Beneran Om?” Tanya Natlie dan Jesica secara bersamaan “ Om janji yah? “ Tanya Natlie.
“ Ia om janji. Om udah bilang kok ke Nara minggu depan kita jalan-jalan dia akan luangkan waktunya.” Kata Dave dengan tersenyum.
“Om beneran janji yah? Sakit tahu om di PHPin.” Ucap Natlie dengan suara sendu. Kali ini dia benar-benar tidak mau menjadi korban janji Dave.
“ Ia Om janji. Kalau Om gak tepatin kalian bisa deh tinggal di rumah Om sesuka kalian.” Kata Dave dengan muka seriusnya, ia menstarter mobilnya kemuadian melajukan mobil menuju rumah Dave.
“ Om antar sampai sini ya? Om mau pulang istirahat. Kalian juga istirahatlah pasti kalian lelah.” Ucap Dave saat ia membukakan pintu untuk Natlie dan Jesica. Dave memeluk Jesica dan Natlie secara bergantian “ Kalian jaga diri yah. Jangan berantem.” Kata Dave.
“ Hati-hati Om jangan lupa oleh-olehnya.” Natlie melambaikan tangannya.
Ke dua gadis tersebut kemudian berjalan menuju rumah mereka. Yang menurut Natlie sama sekali tidak terindukan, sedangkan menurut Jesica ada sedikit yang menarik dari rumah tersebut. Atau lebih tepatnya orang di samping rumah mereka.
Natlie berjalan duluan di ikuti oleh Jesica di belakangnya. Terlihat ada sosok wanita cantik dengan rambut panjang lurus yang tetap cantik tanpa riasan make up. Wanita cantik tersebut telihat sangat asik bercengkrama dengan tetangga mereka. Tak jarang wanita tersebut menepuk punggung lawan bicaranya saat ia tertawa. Sedangkan Celio yang di tepuk punggungnya hanya ikut tertawa bersama wanita tersebut. Terlihat sangat dekat.
Jesica menabrak Natlie yang mematung di tempat “ Kok berhenti sih Ye?” Tanya Jesica namun yang di tanyai hanya diam tak menjawab. Jesica heran melihat Natlie yang hanya mematung. Jesica mengikuti arah mata Natlie.
__ADS_1
Deg…………………….
“ Siapa wanita itu? Terlihat sangat akrab dengan Celio. Atau mungkin itu pacar kak Celio.” Gumam Jesica.
Natlie menarik tangan Jesica dan melewati Celio dan wanita tersebut begitu saja. Baru saja Celio mau menyapa ke dua wanita tersebut namun Natlie langsung menarik paksa tangan Jesica yang sedang beradu pandang dengan Celio.
Celio heran melihat Natlie yang terlihat berusaha agar Jesica tidak menyapanya. “ Ada apa dengan Natlie dan Jesica? Aku punya salah?” Gumam Celio “ Atau mungkin mereka salah paham?”
Di dalam kamar ke dua gadis tersebut sedang bertanya-tanya tanpa adanya jawaban yang pasti. “ Siapa wanita itu? Mengapa mereka sangat dekat? Atau mungkin Celio hanya mau mempermainkan Jesica?” Gumam Natlie ia melirik Jesica sekilas.
Sedangkan Jesica hanya menatap ke sembarang arah “Sepertinya aku saja yang berlebihan dalam menanggapi setiap sikap dan tindakan Kak Celio kepadaku. Aku yang terlalu terhanyut dengan perasaan ku sendiri. Lagian siapa aku? Aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Kak Celio.” Gumam Jesica, ia merebahkan badanya kemudian memejamkan matanya dan terlelap.
“ Lah malah tidur?” Kata Natlie kemudian ia ikut terlelap di samping Jesica.
Celio mengguling-gulingkan badannya di atas kasur berharap Jesica tidak salah paham. Celio menghembuskan napasnya kasar ia mengacak-ngacak rambutnya “ Kenapa juga Seline datangnya hari ini. Udah di bilang besok bahasnya.” Kata Celio.
Jesica dan Natlie sedang asik memasak dengan resep yang mereka ciptakan begitu saja “ Gimana rasanya?” Tanya Natlie saat Jesica mencicipi masakan mereka “ Not bad.” Jawab Jesica tersenyum.
Mereka makan sebelum jam 7 malam sesuai dengan apa yang di katakan Dave. Sesudah itu Natlie membereskan piring kotor sedangkan Jesica membersihkan sampah dan akan membuangnya di tempat sampah luar.
Saat itu…..
.
.
__ADS_1
.