
Tiba-tiba…
“ Bughhh...” Jesica menarik Natlie untuk duduk pasalnya sedari tadi dia tidak duduk melainkan sibuk menganggu Dave yang sedang mengemudikan mobil. Bukankah itu sangat berbahaya? Natlie hanya menganggu konsentrasi Dave yang sedang mengemudikan mobil.
“ Aye Om Dave sedang nyetir. Diam dan duduk aja nanti juga tahu setelah kita sampai kok. Lu berisik bangat tahu. Itu ganggu Om Dave yang lagi nyetir. Lu gak maukan terjadi hal yang tidak di inginkan.! “ Tegas Jesica. Jesica sudah tidak tahan dengan segala pertanyaan Natlie. Jesica saja sudah pusing mendengarkan Natlie yang tidak mau diam, apalagi Dave yang sedang mengemudikan mobil
“ Maaf, Gua gak bermaksud gitu kok.” Ucap Natlie memanyunkan bibirnya. Natlie duduk tenang kemudian memainkan game online di gadgetnya.
Akhirnya Dave bisa tenang mengemudikan mobilnya tanpa suara Natlie.
Itu semua tidak bertahan lama. Natlie mulai bosan dengan game onlinenya. Dia lebih memilih menonaktifkan gadgetnya. Natlie melirik ke arah Jesica, Jesica sedang memejamkan matanya entah dia benar-benar terlelap atau hanya memejamkan matanya. Seketika ide itu muncul di pikiran Natlie.
“ Om Dave, tahu gak?” Kata Natlie dengan senyum mmenyeringai.
“ Yah mana Om tahu kalo kamu gak bilang! Ada-ada saja kamu Nat.” Dave menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Jesica pacaran tahu sama Kak Celio, tetangga sebelah kami.” Natlie cengengesan gak jelas.
Jesica yang mendengar itu langsung membelalakkan matanya. Ia membungkam mulut Natlie agar tidak bicara yang tidak-tidak lagi.
“Benarkah?” Tanya Dave.
“ Ngak Om, Aku sama Kak Celio gak pacaran kok, itu hanya akal-akalan Natlie doang Om.” Ucap Jesica kemudian melepaskan tangannya dari bungkaman mulut Natlie.
“ Bohong Om, tadi pagi aja mereka olahraga bersama loh.” Kata Natlie sambil melirik Jesica.
“ Ia kami memang olahraga bareng. Lagian kamu juga di ajak sama Kak Celio tapi kamunya aja yang gak mau. Pake alasan mau belajar masak lagi.” Ucap Jesica sambil menyandarkan bahunya.
“ Aku hanya tidak mau menganggu kalian.” Kata Natlie sambil mengedipkan salah satu matanya ke Jesica.
“ Sudah-sudah apa yang kalian ributkan. Gak apa-apa kok Jes kalau kamu pacaran sama Celio. Celio orangnya baik, dia pekerja keras.” Ucap Dave.
“ Tapi aku gak pacaran sama Kak Celio Om.” Jesica memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
“ Iya Om tahu. Om hanya mau bilang ke kalian kalau keluar harus ingat waktu dan selagi itu hal positif pasti Om akan ijinin kok. Asalkan kalian bisa jaga diri. Om akan ijinin kalian pacaran. Tapi jangan lupa kenalin sama Om.” Kata Dave menasehati ke dua keponakannya.
“ Iya Om kami pasti jaga diri kok.” Kata Jesica.
“ Tenang aja Om pasti kami gak kecewain Om. Celio orangnya baik kok buktinya tadi dia masih ingat aku di rumah lagi kelaparan makanya di beliin bubur ayam. Pokoknya aku setuju deh Jesica dan Kak Celio pacaran.” Ucap Natlie sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Jesica, ia tidak henti-hentinya menggoda Jesica.
Jesica yang mendengar itu hanya berdecak kecil “ Ckk… Apa lagi yang di bicarakan bocah ini,” Gumam Jesica , ia lebih memilih menyandarkan kepalanya ke jendela mobil. “ Benarkah aku mulai menyukai Kak Celio maka dari itu aku agak malas ke rumah Om Dave.”
Hening…
“ Loh Om, inikan bukan arah rumah Om Dave yang kemarin? Kita mau kemana?” Tanya Natlie yang merasa heran karena seharusnya mobil Dave sudah belok memasuki perumahan yang tadi mereka lewati.
“ Udah diam aja. Duduk manis keponakan Om yang Cute-cute.” Ucap Dave.
Tidak lama setelah itu mereka sampai di rumah yang tidak terlalu luar. Rumah tersebut terlihat menggunakan gaya minimalis dengan 2 lantai.
Dave membukakan pintu mobil untuk Jesica dan Natlie “ Ayo turun kita udah sampai.”
“ Rumah siapa ini Om? Whuahh … bagus sekali.” Kata Jesica memandangi rumah tersebut.
“ Ini rumah baru Om Dave,” Dave tersenyum “ kemarin itukan rumah Om Denis, kemarin-kemarin Om hanya menumpang disana karena masa kontrak apartemen Om habis sedangkan rumah ini masih dalam tahap pembangunan.” Ucap Dave.
“ Ayo masuk.” Ajak Dave. Ia membuka pintu rumah tersebut.
“ Whuuaaaahhhh..” Ucap kedua gadis tersebut yang sangat kagum akian kerapian rumah tersebut.
“ Whuaahh Om bolehkah aku tinggal saja disini? Ini muat kok buat tiga orang.” Ucap Natlie masih terpenganga kagum akan rumah tersebut.
“ Ngak ada!” Dave mempertegas suaranya “ kalian hanya 2 hari di sini tidak boleh lebih tetapi boleh kurang.” Dave tersenyum.
“Ck…apaan sih om gak suka bangat kayaknya kalau kita disini” Natlie berdecak kesal.
“ Nanti Om pasti jemput kalian buat nginap disini.” Kata Dave. Sedangkan Natlie dan Jesica sudah tidak mempedulikan perkataan Dave, mereka mengelilingi rumah tersebut. Dave hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
“ Whuaahhh...whuaahhh..” Kata itulah yang keluar dari mulut kedua gadis tersebut saat mengelilingi rumah tersebut.
Rumah Dave memang tidak terlalu luas, rumah dengan 2 lantai tersebut hanya terdiri dari 2 kamar. Lantai 1 ada 1 kamar dengan ukuran kasur yang lumayan besar, ruang tamu yang di gabung dengan ruang nonton atau lebih tepatnya ruang santai dan dapur yang minimalis. Sedangkan di lantai 2 adalah kamar Dave, yah hanya ada 1 ruang di lantai tersebut yaitu kamar Dave. Ruangan itu sekaligus ruang kerja Dave dan tempat Dave berolahraga.
Sesudah berkeliling rumah tersebut mereka duduk di sofa.
“ Kalian istirahatlah nanti Om bangunkan kita pesan Pizza dan Cola nanti.”
“ Siap Om.” Mereka pun masuk ke kamar di lantai 1 yang mereka yakini kamar tamu.
Begitu juga dengan Dave, ia masuk kamarnya dan merebahkan badannya.
Sore itu Dave sedang menyiapkan makanan di ruang santai yang telah ia pesan. Kemuadian ia membangunkan Jesica dan Natlie.
“ Ayo mandi, kita makan.” Kata Dave sambil mengguncangkan bahu kedua gadis tersebut. Mereka pun mandi bergantian. Begitu juga dengan Dave, ia kembali ke kamarnya untuk mandi.
Keponakan dan Om tesebut duduk di sofa sambil menikmati makanan dan cola yang ada di depan mereka dan tidak lupa drama bergenre romantis komedi sedang mereka putar.
“ Hahahahaha….. Ceweknya kayak lu Ca, lihat dia malu-malu kepada cowok itu.”Ucap Natlie sambil tertawa terbahak bahak.
“ Hahahaha….” Tawa Dave dan Jesica.
Acara nonton itupun selesai. Waktunya istirahat.
“ Makasih Om untuk hari ini. Aku senang.” Ucap Natlie sambil memeluk Dave.
“ Ia istirahatlah.” Ucap Dave sambil mengelus kepala Natlie.
“ Makasih Om aku senang bangat hari ini.” Ucap Jesica.
Dave mengelus kepala Jesica “ Ia kalian istirahatlah tidur yang nyenyak besok kita jalan-jalan yah.”
.
__ADS_1
.
.