KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
07. OLAHRAGA


__ADS_3

Pagi itu jam menunjukkan pukul 05:45, Jesica terbangun kemudikan ia menyibukkan diri membersihkan rumah sedangkan Natlie masih terlelap. Ditengah-tengah kesibukan Jesica terdengar suara ketukan pintu.


“ Tok tok tok...” Jesica membuka pintu, saat ini ada lelaki tampan berdiri di depannya dengan senyumannya. Lelaki tersebut terlihat menggunakan sepatu sport dengan handuk yang melingkar di lehernya ia tersenyum ramah kepada Jesica.


“ Kak Celio, ada apa yah kak?” Jesica memperlihatkan bibirnya yang sedikit tertarik ke atas ia sedang bingung kenapa Celio datang sepagi ini.


“ Lagi ngapain Jes? Lagi sibuk gak? Mau olahraga bareng gak Jes? gak seru kalo gak ada temannya.” Celio tersenyum berharap Jesica mau menemaninya lari pagi.


“ Kebetulan nih gak ada kegiatan.” Gumam Jesica. “ Hmmm boleh Kak, aku siap-siap dulu yah kak, sekalian bangunin Natlie.” Jesica berbalik dan


“ Gak mau Jes!” Natlie sedang berdiri di belakang Jesica sambil mengetik sesuatu di gadgetnya. Sontak Jesica terkejut dengan suara Natlie tersebut.


“ Natlie kaget tahu. Kebiasaan deh.” Ucap Jesica sambil memegang dadanya.


“ Heheheheh aku mau belajar masak, kalian berdua saja yah.” Kata Natlie sambil menunjukkan video youtube yang sedang ia nyalakan.


“ Ishhh bilang aja malas.” Gumam Jesica. Mereka bertatapan cukup lama seolah-olah sedang mengibarkan bendera permusuhan. Tatapan itu di akhiri oleh Jesica ,ia berbalik menghadap Celio.


“ Bentar yah Kak aku siap-siap dulu.” Kata Jesica kepada Celio yang dibalas senyuman.


“ Minggir mau lewat nih.” Jesica masuk kedalam kamar mandi cuci muka kemudian ia berlalu masuk kamar menggunakan setelan pakaian olahraganya.


Sementara itu dipintu rumah Natlie “ Ihh galak bangat sih mbaknya.” Kata Natlie sambil tersenyum.


“ Semangat yah kak olahraganya, semangat juga ngejar Jesicanya. Yang sabar yak kak ngadapin Jesica anaknya emang suka gitu. Marah-marah gak jelas.” Kalimat tersebut keluar dari mulut Natlie sontak hal tersebut membuat Celio terkejut.


“ Kok kaget sih Kak, hahahha aku tahu kok maksud tatapan Kak Celio ke Jesica.” Kata Natlie kepada Celio sambil tertawa kecil.


“ Ahh Usstttttt hahaha...” Celio ikut tertawa kecil bersama Natlie.


Sementara itu dibelakang mereka ada Jesica yang baru keluar dari kamar “ Apa-apaan sih mereka, Hah jangan-jangan Kak Celio tertular sintingnya si Natlie lagi.” Gumam Jesica, ia menghampiri Natlie dan Jesica.


“ Huawww makin manis aja.” Gumam Celio, ia terkagum melihat Jesica yang terlihat makin manis dengan rambut yang dikuncir dengan gaya ekor kuda.


Celio dan Jesica saling pandang. Sedangkan Natlie yang melihat itu tersenyum.


“ Ehhmmmmm olahraganya kapan nih?” Dehaman Natlie yang menyadarkan Celio.


“ Ayo yuk Jes.” Ajak Celio.

__ADS_1


“ Gua pergi dulu yah Aye ummach…” Kata Jesica sambil mencium pipi Natlie kemudian Jesica berdiri di samping Celio.


“ Ish...” Natlie mengangkat salah satu bibirnya kemudian melambaikan tangannya “ Udah sana hati-hati kalian.”


Celio dan Jesica berlalu pergi ke salah satu kawasan jogging. Akhirnya Celio berhasil mengajak Jesica dan bonusnya adalah Natlie mengerti untuk tidak ikut bersama mereka.


Flashback on Jam 05:30


Celio sedari tadi dia mondar-mandir di depan pintu rumahnya sendiri dan pintu rumah Natlie. Seharusnya sedari tadi ia telah berangkat jogging pagi.


Celio berhenti dan berdiri di depan pintu tetangganya tersebut “ Ketuk gak yah? Mereka udah bangun belom? Nanti aku ganggu gak nih?” Itu yang ada di pikiran Celio saat ini.


Celio melihat jam di pergelangan tangannya “ Ah baru jam segini, mungkin mereka belum bangun. Ok tunggu 25 menit.” Gumam Celio. Ia duduk di depan pintu rumahnya. Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 06:00, ia berdiri didepan pintu rumah Natlie kemudian memberanikan diri mengetuk pintu didepannya.


Flashback Off


Di Salah satu kawasan jogging di Kota Jakarta yang masih sepi terlihat dua orang sedang berlari kecil. Itu adalah Jesica dan Celio. Sesekali Celio melirik ke Jesica sambil tersenyum kecil, saat ini orang tersebut lebih ceria dari biasanya. Jika hari-hari sebelumnya dia hanya seorang diri berlari tanpa ada sesuatu yang special, tetapi hari ini perbedaan itu jelas terlihat. Celio berlari dengan hati yang sedang berdebar karena ada Jesica disampingnya.


“ Kak.” Jesica tersenyum ke arah Celio.


“ Hemmm kenapa Jes?” Celio membalas senyum Jesica.


“ Ada-ada saja.” Gumam Celio, Ia menghentikan larinya sejenak “ Yang itu?” Tanya Celio sambil menunjuk pohon yang dimaksud Jesica.


Jesica menganggukkan kepalanya “ Heemmm yang itu kak, ayo siap yah kak.” Jesica berdiri disamping Celio.


“ 1 2 3 lari…” Gadis tersebut bahkan lari saat angka 2 dia sebut. Curang. Namun hal tersebut malah membuat Celio senyum gemas melihat tingkah Jesica. Celio kemudian menyusul Jesica.


“ Yeay... Aku menang yah kak.” Ucap Jesica senang sambil melompat-lompat kecil.


“ Kamu curang Jes.” Kata Celio sambil mendekati Jesica namun Jesica malah berlari kecil ke arah belakang sontak dia menabrak lelaki berbadan besar yang juga berolahraga.


“ Buughhhh..”


Lelaki tersebut terlihat sedang menelfon melalui headset bluetooth yang ia gunakan sehingga tidak menyadari ada Jesica disitu.


Jesica terjatuh kepelukan Celio. Mereka saling pandang sampai akhirnya Jesica tertawa canggung “ Aha..Ahahaha… maaf Kak." Jesica melepaskan pelukannya kepada Celio.


Celio yang tak kalah canggung dari Jesica hanya terdiam tanpa ekspresi “ Apa itu tadi?” Gumam Celio.

__ADS_1


“ Haduhh malu. Kok kak Celio diam aja sih. Bodoh bodoh bangat sih lu Jesica. Ngomong dong kak.” Guman Jesica sambil menatap Celio.


Karena Celio yang sedari tadi diam saja akhirnya Jesica berusaha memecahkan kecanggungan di antara mereka. “ Kak Celio. Kak.”


“ Eh Jes maaf tadi ngomong apa?” tanya Celio.


“ Ngak ngomong apa-apa kok. Aku cuma manggil doang.” Kata Jesica.


“ Oh Ahhh ia.” Ucap Celio.


“ Apaan sih kak. Jawaban macam apa itu!” Gumam Jesica.


Akhirnya mereka berjalan beriringan.


Canggung…


Canggung…


Canggung…


“ Ehemm tadi kamu mau makan apa Jes?” tanya Celio memecahkan kecanggungan mereka.


“Bubur ayam Kak.”


“ Ayo aku tahu tempat makan bubur ayam enak di jamin jadi tempat favorite kamu.”


“ Ayo kak aku udah lapar banget nih. Capek juga yah.” Ucap Jesica, akhirnya kecanggungan mereka berakhir.


“ Wah enak banget yah Kak. Natlie harus cobain ini nih.” Kata Jesica.


“ Enakkan, ini tempat makan aku kalo habis olahraga,” Celio tersenyum “ Pak bungkus 1 yah Pak!” Kata Celio kepada Pak Mir penjual bubur ayam tersebut.


Merekapun pulang dengan 1 porsi bubur ayam di tangan Celio.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2