
“ CEKKKLEEKKK…” bunyi pintu terbuka.
Terlihat Natlie sedang duduk meringkuk. Ia menatap kosong ke arah jendela ia tidak menyadari ada Jesica di pintu kamar tersebut.
“ Tok tok tok..” Jesica mengetuk pintu tersebut membuat Natlie tersadar dari lamunannya.
“ Eh Ca ngapain disitu?” tanya Natlie.
Jesica menghampiri Natlie menatap mata Natlie sejenak kemudian memeluk Natlie “ Aye kamu kenapa? Kamu kalo ada apa-apa cerita dong sama aku. Kan hanya ada aku disini. Jangan disembunyiin apalagi kamu pendam sendiri yah. Jangan nyiksa diri sendiri.” Ucap Jesica sambil mengelus kepala Natlie
Natlie meneteskan matanya “ Maaf membuatmu khawatir,” Natlie menghembuskan napasnya kemudian melanjutkan perkataannya “ Aku kangen dia Ca. Sekarang dia dimana? Dia tidak pernah mencariku sama sekali. Apa dia tidak merasakan seperti apa yang kurasakan? Dia tidak merindukan Frey? Aku juga kangen Frey tadi aku nelfon Mama tapi gak di angkat mungkin lagi sibuk.”
DIA adalah ayah dari Frey. Tidak ada yang mengetahui siapa Ayah Frey yang sebenarnya kecuali Natlie sendiri dan orang tuanya. Sedangkan Jesica mengetahui dari foto yang ada di galeri hp Natlie yang ia yakini bahwa itu adalah Ayah Frey. Lelaki bejat yang merusak Natlie. Merenggut mahkota Natlie. Bahkan lelaki bejat tersebut hilang bagai di telan bumi.
Saat Ayah Natlie menjemputnya di rumah Jesica, DIA dan orang tuanya ternyata telah menunggu Natlie dan Frey di rumah Natlie untuk membicarakan hubungan mereka namun hasilnya Mama Natlie menolak lelaki tersebut.
Jesica menghembuskan napasnya perlahan “ Jika dia takdir kamu, pasti kamu ketemu kok sama dia. Jangan gini. Kamu pasti kuat sampai saatnya tiba.” Ucap Jesica berusaha menenangkan Natlie “ Gak, gak bakal gua biarin si brengsek itu kembali merusak hidup lu Ca.” Gumam Jesica.
Natlie melepaskan pelukannya “ Makasih Ca dari dulu lu selalu ada buat gua.” Kata Netlie, dia terlihat sedikit lebih legah setelah mengucapkan apa yang sedari tadi menganggu pikirannya.
“ Apaan sih lu. Udah yah jangan dipikirin lagi. Aku mau balikin Charger tetangga dulu yah.” Kata Jesica.
Natlie menganggukkan kepalanya “ Iya udah sana.” Jesica pun keluar dari kamar tersebut dan pergi kerumah Celio.
“ Tok tok tok...” Jesica mengetuk pintu di depannya tetapi tidak ada tanda-tanda pintu tersebut akan dibuka.
“ Permisi kak Celio.” Jesica akhirnya memanggil nama Celio.
Saat itu Celio sedang tertidur. Ketika ia mendengar suara ketukan pintu ia mengerjapkan matanya “ Siapa sih ganggu orang tidur aja!”.
Tidak lama setelah itu terdengar suara Jesica memanggil namanya. Ia membelalakkan matanya “Jesica!” Gumamnya.
__ADS_1
Ia kemudian berdiri melihat penampakan dirinya di cermin lemari baju lelaki tersebut. “ Sial. Datangnya pas tampilan gua gini aakkkhhhhh…” Gumamnya.
Celio merapikan rambutnya yang acak-acakan kemudian ia berjalan membuka pintu.
“ Manis dan cantik.” Itu yang terlintas dalam pikiran Celio saat melihat Jesica bediri di depannya dengan senyum yang mengembang.
“ Ehh Jesica ada apa yah?” Tanya Celio dengan membalas senyum gadis didepannya saat ini.
“ Kayaknya kak Celio baru bangun deh.” Kata Jesica dalam hati. “ Maaf kak, kayaknya aku ganggu tidur kakak yah. Maaf yah kak aku kesini mau balikin charger kakak.” Kata Jesica merasa bersalah karena menganggu tidur Celio.
“ Ahh gak apa-apa kok Jes, tadi aku emang udah mau bangun kok.” Kata Celio. Bohong!!! Jelas-jelas lelaki tersebut berbohong bahkan ia bisa bangun jam 7 malam jika ia tidak mempunyai kegiatan kampus atau part time di sebuah toko dekat kampusnya.
“ Oh gitu yah kak. Ini makasih Chargernya kak.” Ucap jesica sambil menyodorkan Charger milik Celio.
Celio mengambil charger tersebut “ Charger kamu udah ada emang?” tanya Celio.
“ Belum sih kak, cuma daya batrei gadget aku udah full kok. Malah tadi aku pake buat charger hp teman aku.” Ucap Jesica sambil tersenyum.
Degggg…
“ Kak, Kak Celio.” Ucap Jesica menyadarkan Celio dari lamunannya.
“Ehh iaa maaf Jes. Yah udah pake ini dulu aja Jes. Kan tadi aku udah bilang charger aku 2 kok.” Ucap Celio.
“ Benarkah? Ehhmmm aku balikin sekarang aja kak. Nanti malam pasti Om Dave datang kok. Kalaupun belum datang bisakan kak besok aku datang lagi pinjam charger kakak lagi.” Ucap Jesica sambil tersenyum malu-malu.
“ Boleh banget boleh, tiap hari pinjam charger juga boleh kok.” Teriak Celio dalam hati. “ Boleh kok Jes, Jangan sungkan-sungkan yah kitakan tetangga.” Ucap Celio sambil tersenyum.
“ Yah udah sekali lagi makasih yah kak. Aku mau pulang dulu.” Ucap Jesica.
“ Oh ia Jes.” kata Celio sambil tersenyum.
__ADS_1
Jesica membalas senyum Celio kemudian berjalan masuk rumahnya.
Terlihat Celio menutup pintu ia tersenyum seolah mendapat hadiah besar “ Jangan datang om. Tolong jangan datang Please.” Ucap Celio dengan suara pelan, memohon Agar Dave tidak datang.
Laki-laki itu melihat pantulan dirinya di cermin. “ Sepertinya aku harus nyukur kumis nih. Nanti potong rambut ah.” Kata Celio saat melihhat mukanya di cermin. Celio mencium badannya sendiri “ Mandi dulu kali aja Jesica datang lagi. Sedia payung sebelum hujan hahahahaa.” Celiopun masuk kamar mandinya.
“ Lama amat Ca ngapain aja?” Tanya Natlie kepada Jesica yang terlihat masuk rumah dengan senyum yang mengembang.
“ Hahahah lucu juga kak Celio.” tawa Jesica dalam hati, ia tersenyum.
“ Ahh apaan sih Ye. Gak ngapa-ngapain kok. Lu lagi baca buku apa?” Tanya Jesica kepada Natlie yang sedang memegang sebuah buku.
“ Entahlah Ca. Ini buku apa gua baca doang kalau lu mau baca buku tuh ambil aja sana.” Ucap Natlie sambil menunjuk lemari buku.
“ Yah udah deh baca buku aja kali yah. Gak tahu juga mau ngapain. Kayaknya mood Natlie juga masih belum bagus.” Guman Jesica memperhatikan Natlie yang kembali sibuk membaca buku. Jesicapun berjalan ke lemari buku tersebut dan mengambil sembarang buku kemudian membacanya.
Dua orang tersebut kini disibukkan dengan buku yang sedang mereka pangku.
“ Hahhh udah jam 9 aja belom mandi lagi.” Kata Jesica panik. Iapun berlalu masuk kamar mandi.
15 menit kemudian Jesica keluar dari kamar mandi “ Aye mandi gih.” Natlie pun masuk kamar mandi.
Jesica sedang menyiapkan makan malam dan Natlie berjalan keluar dari kamar menghampiri Jesica. “Ayo makan, udah lapar bangat ni.” Ucap Jesica kepada Natlie
Merekapun makan tanpa ada suara.
“Tok tok tok...” Suara ketukan pintu. Natlie berdiri hendak membuka pintu namun “Ceklekk..” pintu tersebut terbuka karena tidak dikunci.
“ Yah ampun kalian baru makan jam segini?” Kata pria tersebut.
.
__ADS_1
.
.