
“ Tidak aku tidak marah kok.” Jesica tersenyum dan membantu Celio berdiri.
Mereka masih saja canggung karena ciuman itu. Celio yang tidak berani menatap Jesica, ia melihat ke sembarang arah. Begitu juga dengan Jesica tidak berani dan malu melihat Celio. Jangankan bertatapan langsung dengan laki-laki di sampingnya sekedar merubah posisi duduknya untuk menyandarkan bahunya saja dia tidak berani.
“ Aku akan melanjutkan pekerjaanku dulu. Habis itu kita makan siang yah.” Celio pun berdiri dan berjalan pelan menuju meja kerjanya “ Apa sih yang aku lakukan, Celio be*o go*lok banget sih udah tahu Jesica polosnya gimana.” Gumam Celio mengutuki dirinya sendiri.
Celio pun melanjutkan kerja, ia mencuri-curi pandang melihat ke arah Jesica yang sibuk menikmati cemilannya sesekali kecupan singkat itu terlintas di kepalanya. Memang benar man always be man, jauh di dalam hatinya yang paling dalam ia menginginkan hal yang lebih dari itu. Celio pun menggeleng-gelengkan kepalanya ketika pemikirin itu terlintas di kepalanya “ Apa yang kau pikirkan. Ayo berpikir yang jernihlah otakku.” Ucap Celio dengan suara kecilnya, iapun kembali fokus dengan tumpukan kertas yang harus ia periksa di depannya.
Regan Dan Natlie…
Natlie keluar dari rumahnya dan berdiri di depan Regan dengan maxi dress model slit warna merah maroon dan heels 9 Cm, hari ini Regan telah menghubungi Natlie terlebih dahulu bahwa laki-laki itu akan membawa mobil hari ini jadi Natlie memilih menggunakan heelsnya. Natlie terlihat sangat elegan sekaligus seksi, dengan penampilan seperti itu bisa saja dia akan menjadi pusat perhatian.
Regan tertegun melihat Natlie di depannya kemana perginya sifat manja dan kekanak-kanakan Natlie. Sifat itu sepertinya hilang begitu saja digantikan dengan wanita elegan dan seksi saat ini.
“ Hey…” Natlie melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Regan “ Kak Regan.”
Regan mengerjapakan matanya “ Ahh… Maaf, ayo kita jalan sekarang.” Regan pum meraih tangan Natlie untuk membantunya berjalan menuju mobilnya.
Mereka pun pergi ke acara pernikahan teman Regan di salah satu hotel berbintang lima di Jakarta, jaraknya tidak terlalu jauh dari kontrakan Natlie.
Sampailah mereka di hotel tersebut, Regan memarkirkan mobilnya dengan rapi, ia turun dan mengitari mobilnya. Membukakan pintu mobil untuk Natlie, Regan mengulurkan tangannya hendak membantu Natlie turun dari mobilnya “ Apaan sih kak, aku bisa sendiri kok.” Ucap Natlie dengan senyumannya.
“ Tidak apa-apa sesekali kita romantis-romantisan walaupun kita bukan pasangan sungguhan tapi tidak apa-apa aku akan selalu memperlakukan kamu seperti pasanganku.” Ucap Regan dengan menggandengkan tangan Natlie di lengannya. Memang benar regan selalu ada buat Natlie selama ini. Bahkan laki-laki itu tidak jarang meninggalkan pekerjaannya di Stanley Mart yang berujung omelan dan gaji di potong dari Celio. Berkali-kali juga Natlie menolak perasaan Regan tetapi tidak membuatnya patah semangat, menurut Regan, Natlie itu harus di perjuangkan Natlie sangatlah menarik di mata Regan.
“ Regan, bersabarlah sedikit lagi aku akan jujur dan mengatakan semuanya kepadamu aku yang sebenarnya. Aku hanya mengulur waktu, aku takut jika kamu mengetahui masa laluku kamu akan meninggalkanku. Regan, ku harap kamu akan menerima aku dan Frey nantinya.” Gumam Natlie.
Mereka pun melangkahkan kaki pelan masuk ke dalam gedung resepsi pernikahan itu. Regan menyapa dan memperkenalkan Natlie kepada teman Regan yang ia temui, Regan memperkenalkan Natlie sebagai kekasihnya. Natlie tidak keberatan akan hal itu lagian tidak ada yang akan marah akan hal itu.
__ADS_1
“ Kak Regan aku haus.” Kata Natlie yang mulai lelah mengikuti Regan menyapa temannya, lelaki itu memang dikenal ramah oleh teman-teman semasa sekolahnya dari dulu dan sekarang sifat itu tidak berubah.
“ Ah maaf kamu pasti lelah yah mengikutiku kesana kemari.”Ucap Regan mengusap leher bagian belakangnya.
“ Tidak, aku hanya haus saja. Aku suka kok di kenalin ke teman kamu.” Natlie mengangguk-nganggukan kepalanya untuk meyakinkan.
Regan tersenyum “ Aku ambil minuman dulu yah.” Reganpun meninggalkan Natlie mengambil minuman yang telah disediakan untuk dirinya sendiri dan Natlie.
“ Ini minumannya.” Regan menyodorkan minuman kepada Natlie.
“ Terima kasih.” Natliepun menghabiskan minuman yang ada di gelas itu, Regan tersenyum melihat Natlie.
“ Kamu benar-benar haus yah sampai minumannya kamu teguk sekali doang.” Ucap Regan mulai meneguk minumannya.
“ Aku haus banget kak.” Ucap Natlie meninggalkan Regan dan meletakkan gelas kosong di meja.
Ke dua mempelai itupun masuk melangkahkan kakinya pelan, sang mempelai pria yang setia menggandeng tangan sang mempelai wanita dan di ikuti kedua bela pihak keluarga di belakang mereka.
Melihat mempelai laki-laki membuat kepala Natlie tiba-tiba pusing, mukanya merah menahan marah. Sosok mempelai laki-laki itu yang tadinya tersenyum akhirnya menunjukkan ekspresi yang terpenganga begitu matanya menangkap sosok Natlie. LUKE. Sang mempelai laki-laki itu bernama Luke, sang pangeran di masa lalu Natlie, orang yang berbaik hati mengidupi Natlie dulu…dulu sekali, dan orang itu juga yang memberikan luka yang begitu dalam sekaligus orang itu yang membuat Natlie susah membuat Natlie membuka hati untuk Regan.
Natlie memegangi kepalanya yang pusing secara tiba-tiba, ia memejamkan matanya.
“ Natlie kamu kenapa?’ Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Regan khawatir.
“ Kak, bisa antar aku ke toilet.”
Reganpun menuntun Natlie menuju toilet, Natlie masuk toilet wanita yang kebetulan kosong saat itu. Reganpun menutup pintu toilet, sepertinya Natlie butuh sendiri sejenak pikir Regan jika meliat keadaan Natlie saat ini. Laki-laki itu dengan setia menunggu Natlie di luar ia menyandarkan bahunyan pada dinding tembok.
__ADS_1
Di dalam toilet Natlie memperhatikan penampakan dirinya di cermin “ Tidak, jangan menangis… tolong jangan menangis… jika kamu menangis akan banyak yang terluka juga. Ayo kamu pasti bisa, jangan menangis.. jika kamu menangis maka sia-sia saja Jesica menemanimu dan menguatkanmu selama ini. Kamu sudah berjanji melupakan dia dan semuanya. Ayo kamu pasti bisa.” Ucap Natlie menenangkan dirinya sendiri, ia mengusap dadanya dengan teratur untuk mengontrol dirinya.
Natlie pun keluar dari toilet, Regan berkesiap kalau-kalau ada sesuatu yang terjadi kepada Natlie. Ternyata pemikirannya salah. Natlie baik-baik saja. Reganpun menghembuskan napas leganya dan berjalan menuju tempat resepsi.
“ Ayo kita beri salam kepada mereka.”
Natlie menganggukkan kepalanya pelan dan menggandengkan tangannya di lengan Regan.
Regan menyalami sang mempelai pria “ Akhirnya kalian nikah selamat yah, oh ia kenalin ini Natlie kekasih aku.”
Luke menunjukkan ekspresi tidak suka ketika Regan mengatakan bahwa Natlie adalah kekasihnya, Luke menatap tajam kepada Natlie yang di balas senyuman.
“ Akhirnya kamu tidak sendiri lagi Gan selamat yah.” Ucap sang mempelai wanita.
“ Ia dong, makasih loh, kamu juga selamat akhirnya nikah juga sama.” Regan melirik Luke.
Di belakang Regan, Natlie sedang menyalami Luke. Luke yang menggenggam erat tangan Natlie, ia tidak mau melepaskan tangan itu. Sedangkan Natlie hanya tersenyum tidak mau terhanyut dengan perlakuan Luke saat ini ia melepaskan tangannya dari genggaman Luke. Natlie pun pergi meninggalakn kedua mempelai itu setelah memberi selata dan mengikuti Regan untuk menikamati hidangan yang telah disediakan.
.
.
.
Maaf baru update, aku kemarin sangat sibuk karena ada sesuatu hal yang mengharuskan ku pulang kampung. Karena kepulanganku dadakan membuat ku sibuk mengurus ini itu.
Luv
__ADS_1
Kiaorawin