KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
12. PERASAAN CELIO


__ADS_3

Saat itu Celio sedang duduk di motornya ia akan pergi kerja part time. Celio melihat pintu tetangganya yang tidak lain pintu kontrakkan Natlie dan Jesica. Ia berharap akan ada orang yang keluar dari pintu tersebut karena di jam itu biasanya Natlie atau Jesica akan keluar buang sampah.


Tidak perlu menunggu waktu yang lama. Pintu yang sedari tadi Celio perhatikan terbuka dan lebih beruntungnya lagi Jesica keluar dengan satu kantok plastik sampah di tangannya.


Jesica terkejut melihat Celio, ia berusaha menutup segala ketidak nyamanannya saat ini. Rasa kecewa, dan beribu tanya yang ada di pikirannya hanya mampu ia tampung sendiri tanpa mempertanyaakan hal tersebut kepada orang yang saat ini tidaklah jauh darinya.


Jesica memang gadis yang sangat jago dalam mengontrol emosinya. Sedari dulu ia akan memendamnya sendiri apa yang ia rasakan. Seperti saat ini ia melangkahkan kakinya menuju tempat sampah tersenyum sejenak kepada Celio dan menundukkan kepalanya saat lewat di depan Celio. Siapa yang tahu bahwa di balik senyum itu ada begitu banyak pertanyaan yang ingin dia sampaikan kepada Celio.


Celio turun dari motornya berjalan cepat, Ia menarik tangan Jesica sampai saat ini Jesica berhadapan dengan Celio dengan jarak yang sangat dekat. Mereka beradu pandang cukup lama sampai akhirnya “ Jesica.” kata Celio.


“Hemmm kenapa kak? Ada yang perlu ku bantu?” Tanya Jesica ia memundurkan kakinya selangkah ke belakang melepaskan tangan Celio yang saat ini mengenggam pergelangan tangannya.


“ Jes tolong dengar penjelasan aku dulu.” kata Celio.


“ Kenapa? Apa yang perlu Kak Celio jelaskan? Semuanya baik-baik sajakan?” Tanya Jesica padahal dia sendiri menyimpan banyak pertanyaan.


Celio mengerjapkan matanya, ia menarik napas panjang “ Tadi itu cuma senior aku di kampus Jes. Aku sama dia tidak ada apa-apa kok.” kata Celio dengan serius sambil menatap mata Jesica.


“ Kenapa? Kenapa kakak bilang ini ke aku?” Tanya Jesica, ia berusaha menutup hatinya yang kebetulan hatinya jika terjatuh akan langsung hancur berkeping-keping, akan sulit memperbaikinya. Karena itulah Jesica tidak akan mencari sesuatu yang memang tidak perlu untuk dia ketahui.


Celio menarik napasnya panjang “Aku suka sama kamu, aku tertarik, aku selalu penasaran apa yang kamu lakukan, dan senyummu selalu terngiang di kepalaku,” Celio melangkahkan kakinya lebih agar lebih dekat dengan Jesica, kedua tangan Celio saat ini ada di pundak Jesica “Aku tidak mau kamu salah paham sama aku. Aku akan tunjukkan aku serius sama kamu.” sambung Celio kemudian memundurkan kakinya selangkah ke belakang.


Pipi Jesica merah merona mendengar kata-kata Celio ,jantung yang berdebar dengan cepat, dan kegugupan yang seperti tidak akan ada ujungnya. Seperti inikah rasanya jika orang yang kita sukai menyatakan perasaan sukanya kepada kita? Ini adalah yang pertama bagi Jesica sedari dulu terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.


Melihat Jesica yang hanya diam saja akhirnya Celio membuka mulut yang tak kalah gugup dari Jesica “ kamu gak perlu jawab sekarang. Aku akan menunggumu.”


Jesica memberanikan diri menatap kembali mata Celio “ Maaf kak aku belum bisa jawab sekarang menurutku ini terlalu cepat. Ini juga pengalaman pertamaku.” kata Jesica dengan malu-malu.

__ADS_1


Celio gemas melihat tingkah Jesica yang malu-malu, ia mencubit pipi kanan Jesica “ Aku pergi kerja dulu yah. Udah agak telat.”


Perlakuan Celio tersebut malah membuat Jesica makin malu “ Hati-hati di jalan kak.” kata Jesica sambil melihat sekeliling berharap tidak ada yang menyaksikannya saat ini. Sedangkan di pintu rumah mereka Natlie langsung menyembunyikan dirinya.


Celio menganggukkan kepalanya kemudian melangkahkan kakinya menuju motornya. Jesica memperhatikan motor Celio yang semakin menjauh, ia pun membuang sampah yang ada di tangannya.


“Eheeemmmm ada yang baru jadian nih.” kata Natlie saat Jesica memasuki rumah. Mendengar perkataan Natlie, Jesica hanya menggelengkan kepalanya.


“ Sepertinya kalau jadi sinetron, judul yang cocok Sampah menjadi saksi bisu di antar kita.” Kata Natlie dengan cengengesan.


Jesica berjalan menuju Natlie memukul pelan bahu Natlie “ Gak ada yang jadian, gua sama Kak Celio gak jadian kok.” kata Jesica sambil menyandarkan bahunya di tembok.


“ Masa si? Orang gua dengar semuanya kok.” Tanya Natlie ingin menyelidiki Jesica.


“ Kak Celio memang menyatakan perasaannya. Tapi gua belum menjawab ia, menurutku itu akan terlalu cepat.” Kata Jesica tidak mau berbasa-basi saat ini.


“ Ahh susah ngomong sama lu. Biarinkan saja seperti ini terlebih dahulu.” Ucap Jesica.


“ Jadi siapa wanita tadi?” Tanya Natlie.


“ Kata Kak Celio itu hanya senior di kampusnya.” jawab Jesica.


“ Hah? Senior di kampus? Aneh sekali.” Ucap Natlie yang merasa aneh akan wanita yang menjadi tamu Celio tadi siang. Menurutnya sangat aneh jika seorang wanita yang berkunjung ke rumah seorang lelaki apa lagi Celio tinggal seorang diri.


“ Aku juga gak tahu pastinya gimana. Seiring berjalannya waktu pasti akan ketahuan juga kok gimana yang sebenarnya. Gak usah berpikiran yang tidak-tidak dulu,” Jesica menghela napasnya “ Udah ah mau mandi dulu.” Sambung Jesica kemudian berlalu masuk kamar mandi.


“ Aneh yah tuh cewek. Gak malu apa bertamu ke rumah cowok. Atau jangan-jangan dia cewek peng…” Natlie menggeleng-gelengkan kepalanya “ Tidak mungkin, Kak Celio orang baik kok, dia juga dengan gentle mengungkapkan perasaannya kepada Jesica. Gak mungkin kak Celio mau sama tuh cewek.” Gumam Natlie. Kilas ia membayangkan Celio dan wanita tadi siang “ Gak, gak mungkin. Apa yang kau pikirkan Natlie.” Natlie menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian memukul kepalanya pelan.

__ADS_1


“ Apa yang kau lakukan? Udah gila yah?” Tanya Jesica keluar dari kamar mandi kemuadian masuk kamar.


“ Aishhhh.” Natlie kemudian bergantian masuk kamar mandi.


“ Apa yang kau baca?” Tanya Natlie.


“ Bukan apa-apa, Aku hanya mengambil sembarang buku yang di lemari buku.” jawab Jesica.


“ Oh yah? Kalau begitu aku juga baca buku .”Kata Natlie sambil memilih buku di lemari buku.


Natlie hanya membolak-balikkan bukunya. Ia terlihat tidak mood. “ Kenapa? Bukunya gak seru?” Tanya Jesica.


“ Aku bosan, tidak ada yang menarik. Video Call Om Dave yuk.” Ajak Natlie dengan mata berseri-seri.


“ Hayuuu…” Ucap Jesica dengan semangat.


Natlie mengambil gadgetnya kemudian melakukan panggilan video call kepada Dave. Tak butuh waktu lama Dave mengangkat video call dari Natlie.


“ Om akan rapat nanti yah Om video call balik. Om udah sampai sejam yang lalu.” kata Dave yang mengakhiri video call tersebut.


“Menyebalkan.” Kata Natlie kemudian ia merebahkan badannya.


Notifikasi DM instagram milik Jesica berbunyi…


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2