KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
30. MENCARI


__ADS_3

“ Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Regan, terlihat jelas dari raut wajahnya khwatir dan penuh tanya.


“ Sepertinya Natlie kabur dari rumah Kak,” Jesica belum selesai menjelaskan, Regan langsung memotong pembicaraannya.


“ Apa? Bagaimana bisa?” Kata Regan menaikkan kedua alisnya.


“ Dengar dulu penjelasanku Kak,” Jesica menghela napasnya pelan “ Jadi tadi adalah peresmian perusahaan Om Dave, awalnya hanya Natlie yang berangkat ke rumah Om Dave lalu Om Dave menghubungiku untuk ikut ke acara peresmian. Ketika aku sampai di rumah Om Dave, Natlie tidak jadi ikut bersama kami, dia lebih memilih istirahat dan ketika aku pulang dan mencarinya di kamar, Natlie tidak ada. Sepertinya dia membawa pakaian, aku lihat lemari pakaian berantakan.” Kata Jesica menjelaskan kepada Regan.


Regan menganggukkan kepalanya “ aku akan menghubungi tem,annya, kebetulan ada beberapa temannya yang ku ketahui.” Reganpun mulai menghubungi satu persatu teman Natlie, namun tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan Natlie. Rehan memegang pelipisnya lalu mendudukkan bokongnya di samping Celio.


“ Tidak ada satupun teman Natlie yang mengetahui keberadaannya. Bagaimana ini? Kita nyarinya gimana?” Tanya Regan.


“ Bagaimana kalau kita mencarinya di mall? Biasanya Natlie kalau lagi badmood dia akan pergi ke mall” Kata Jesica.


“ Ok kita berpencar yah, aku dan Jesica akan ke mall XXX dan kamu Regan ke mall XXX.” Kata Celio menyebut mall yang biasa mereka kunjungi.


Seperti kata Celio, ia akan pergi bersama Jeswica untuk mencari Natlie. Sesampainya mereka di mall XXX mereka berpencar untuk mencari Natlie, namun Natlie tidak ada di mal tersebut. Begitu juga dengan mall XXX tempat Regan mencari Natlie, batang hidungnyapun tidak kelihatan sama sekali.


“ Hallo Gan, gimana?” kata Celio yang sedang menelfon Regan.


“ Tidak ada.”


“ kita ketemu di cafe XXX, aku dan Jesica kesana sekarang.”


Merekapun bertemu di cafe XXX, mereka memesan minuman di cafe tersebut. Ketiga orang tersebut terlihat sangat lelah mengunjungi mall-mall yang bisa mereka kunjungi.


“ Kak ini sudah jam 10 malam tapi kita belum menemukan Natlie.” Kata Jesica mengusap rambutnya kebelakang.

__ADS_1


“ kamu tenang dulu yah, besok kalau Natlie belum kembali kita lapor polisi.” Kata Celio.


“ Ia, kamu tenang Jes, pasti Natlie akan pulang kok.” Kata regan.


Mereka pu menghabiskan minuman mereka yang hanya tersisa sedikit.


….


Sampailah Jesica di kontrakan mereka, ia membuka pintu melangkahkan kakinya pelan memeasuki rumah tersebut berharap Natlie telah pulang kembali, namun nihil tidak ada Natlie di rumah tersebut. Jesica mengehela napasnya,ia pun membersihkan dirinya sebelum naik ke atas kasur.


Sangat aneh rasanya tidur sendiri, biasanya Jesica akan di temani Natlie selama ia pindah ke Jakarta. Sebelum tidurpun mereka akan membaca buku terlebih dahulu, bercanda gurau sebelum tidur, menceritaka keseharian mereka bagaimana, dan yang paling sering terjadi adalah memperebutkan remot AC sebelum tidur. Karena jika subuh telah datang tak jarang Jesica akan mematikan AC sedangkan Natlie ingin AC tetap menyalah sampai dia terbangun di pagi hari.


Air mata Jesica mulai menetes, ia merindukan Natlie sekaligus merasa aneh akan kepergian Natlie hari ini karena ia sempat melihat raut wajah aneh dari Dave saat ia sampai di rumah Dave. ‘ Apa Natlie pergi karena aku?’ Tanya batin Jesica. Iapun memejamkan matanya dan tidur terlelap.


Keesokan harinya Dave pun melaporkan kepergian Natlie dari rumah. Celio, Regan, dan Jesica pun tetap mencari Natlie di kampus. Mereka menghampiri ruang kelas Natlie dan bertanya kepada teman Natlie di kelas tersebut namun tetap saja hasilnya sama, mereka tidak mengetahui keberadaan Natlie.


Tidak mau menyerah, mereka menglilingi kampus untuk mencari Natlie, tiap lantai dan kelas telah mereka buka tapi tetap saja Natlie tidak ada. Perpustakaan adalah harapan terakhir mereka hari ini, Jesica melangkahkan kakinya lebih cepat dari Regan dan Celio. Jesica mulai mengelilingi perpustakaan Yang cukup luas dan terdiri dari 5 lantai itu, namun tetap saja Natlie tidak ada.


Sudah 5 hari Natlie pergi dari rumah, terkadang gadget Natlie aktif dan kadang di non aktifkan. Saat Jesica menghubungi Natlie, Natlie tidak akan mengangkat panggilan tersebut lalu menonaktifkan kembali gadgetnya. Hal itu semakin membuat Jesica yakin bahwa kepergian Natlie dari rumah adalah dirinya, Jesica.


Sore itu langit telah berubah menjadi jingga menunjukkan warnanya yang indah. Orang yang akan memandangi langit sore hari ini mungkin akan merasakan ketenangan. Namun tidak dengan Jesica, memandangi lanbgit sore hari ini hanya membuat ia merasakan kesepian saja.


Kesabaran Natlie telah habis, begitu banyak pertanyaan yang melintas di kepalanya, tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut selain Natlie dan Dave. Jesicapun menutup pintu rumah dan menaiki grabcar yang telah ia pesa, ia akan pergi ke rumah Dave mempertanyakan semuanya.


Sampailah Jesica di rumah Dave, iapun menekan bell rumah tersebut.


Tidak butuh waktu yang lama Davepun keluar membuka pintu. Dari tampilan dave hari ini sepertinya dia juga pusing memikirkan Natlie terlihat jelas dari rambut yang bisanya rapi setiap saat kini acak-acakan.

__ADS_1


“ Om Dave,” Kata Jesica.


“ Ada apa Jesica sore-sore ke sini, ayo masuk.” Kata Dave melangkahkan kakinya dulua masuk kedalam rumahnya.


Mereka duduk berhadap-hadapan di ruang tamu.


“ Om aku kesini ingin mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi sebelum aku sampai di rumah ini Om.” Kata Jesica to the point.


Dave menelan salivanya, sepertinya Jesica telah mengetahui alasan kepergian Natlie dari rumah. Sebenarnya selama Natlie pergi dari rumah, Dave selalu menghubungi Natlie terkadang Natlie akan membalas dan mengangkat telfon dari Dave namun tak jarang Natlie lebih memilih mengabaikan semua pesan dan telfon dari Dave yang berujung Natlie akan menonaktifkan gadgetnya.


“ Om aku mohon jelaskan semuanya kepadaku aku juga ingin tahu alasan Natlie yang sebenarnya. Sepertinya karena akulah Natlie pergi.” Kata Jesica yang mulai menitihkan air matanya.


Dave terkejut dengan perkataan Jesica, Dave pun duduk dan menepuk-nepuk pundak Jesica karena tangisanya yang mulai memuncak.


Saat Jesica mulai tenang Davepun mulai membuka mulut “ Sebenarnya sebelum kamu datang Natlie tidak setuju jika kamu ikut ke acara peresmian, tapi Om tetap mengajak kamu, menurut Om karena itulah Natlie marah dan memilih pergi.”


Mendengar perkataan Dave membuat Jesica memejamkan matanya, berusaha menenangkan hatinya.


“ Kamu jangan merasa bersalah dulu Jes, pasti Natlie akan pulang jika ia telah tenang.”


“ Tidak Om, jika aku masih disini Natlie tetap tidak akan pulang, aku tahu Natlie Om, jika apa yang dia inginkan belum terjadi dia tidak akan pulang. Oleh karena itu aku akan pergi, aku akan mencari rumah.” Kata Jesica menjelaskan kepada Dave, memang benar kejadian yang lalu-lalu adalah contohnya.


“ Kamu yakin Jes?” Tanya Celio “ Apa kamu yakin akan tinggal sendiri.”


“ Aku yakin Om, jika keadaan mulai membaik aku akan berkunjung.” Kata Jesica meyakinkan Dave.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2