KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
19. KELUARGA BARBAR-A


__ADS_3

“ Ampun Ma, Celio sibuk urus kuliah sama urus supermarket,” Kata Celio dari dalam ruangan tempat Mama Celio muncul tadi, Sedangkan Mamanya masih setia di depan pintu dengan sapu yang tidak lepas dari tangannya “ Ma… udah dong Celio bawa tamu tahu gak, malu tahu.”


Barbara, Mama Celio. Yang dari namanya saja sudah ketahuan sifat Barbarnya. Namun sifat barbarnya tidaklah kejam seperti orang di luar sana. Hanya terkadang saja.


Barbara melihat ke arah pintu. Memang benar disana sedang ada sosok wanita yang setia berdiri dan tersenyum kepadanya.


Barbara tersenyum kepada Jesica kemudian melihat sapu yang ia pegang. Ia meletakkan sapu tersebut dan berjalan ke arah Jesica.


Barbara merangkul Jesica dan mengajak Jesica duduk di sofanya yang halus dan empuk di ruang tamu.


“ Duduklah. Nama kamu siapa?” Tanya Barbara sambil merapikan rambut Jesica yang tidak berantakan. Harimau itu telah men jelma menjadi kelinci yang lembut.


“ Aku Jesica tante.” Jesica tersenyum ramah.


Setelah merasa keadaan telah tenang, Celio keluar dari ruangan tersebut dan langsung menuju ruang tamu. Celio duduk di samping Barbara.


“ Ma aku mau kenalin Jesica kepada Mama,” Celio tersenyum kepada Barbara kemudian berali menatap Jesica masih setia dengan senyumnya yang manis “ Jesica ini kekasih aku Ma.”


“ Tunggu! Kekasih?” Barbara terdiam sejenak “ Hmmm… kekasih artinya pacar.” Lagi-lagi Barbara terdiam entah apa yang sedang dia pikirkan. Bukankah seharusnya dia menyambut pacar anaknya tersebut?


Barbara menjewer telinga Celio tanpa menyadari bahwa jewerannya itu sangat keras sampai rasanya Celio mau menagis saja menghadapi Mamanya itu. Tidak mungkin! Di situ ada Jesica.


“ Kamu gak hamilin anak orangkan?” Tanya Barbara.


Celio membulatkan penuh matanya “ Ma-ma… Mama.. Maaaaaaaa.” Barbara semakin mengencangkan jewerannya itu tanpa mendengar perkataan Celio.


Jesica melihat Celio sudah sangat kesakitan. Tidak mungkin juga Celio melawan Mamanya “ Tan… Tante aku gak hamil kok.” Kata Jesica menepuk-nepuk pelan punggung Barbara.

__ADS_1


Barbara berbalik sejenak “ Benarkah?”


Jesica hendak menjawab pertanyaan Barbara namun belum sempat Jesica menjawab, Barbara merangkul Celio atau lebih tepatnya mencekik menggunakan lengannya sampai kepala Celio berada tepat di perut Barbara.


“ Tapi anak durhaka ini mengatakan bahwa dia akan pacaran sesudah lulus kuliah,” Barbara menatap Jesica “ Kalau kamu tidak hamil terus apa lagi.”


Celio tidak tahan lagi, Ia melepaskan kepalanya dari lengan Barbara dengan mudahnya “ Hukk.. hukk.. hukk…” Celio terbatuk-batuk akibat perbuatan Barbara tadi “ Ahhhh Ma… Jesica itu tidak hamil tahu!” Ucap Celio dengan tegas.


Barbara menyipitkan matanya seperti ingin menerkam Celio lagi.


Melihat Barbara yang siap menerkamnya lagi, Celio langsung menjelaskan hubungannya dengan Jesica “ Haiss Ma.. Apa sih? Aku sama Jesica memang pacaran doang.” Ucap Celio dengan jelas “ Apa tadi! Hamil? Yang benar saja Ma, bukankah Mama mengajari anak-anak Mama untuk tidak melakukan hal itu.” Celio menggeleng-gelengkan kepalanya, mengelus-elus dadanya. Apa Celio sedang mulai dramanya saat ini? Entahlah Cuma Celio yang mengetahui itu.


Barbara mengedip-ngedipkan matanya dengan cepat dan tidak lupa mulutnya terbuka sedikit “ Makanya jelasin kepada Mama, anak Mama tidak akan melakukan itukan?” Tanya Barbara sambil mengelus pelan kepala Celio. Yap, Barbara tidak mau kalah dari drama yang sedang di buat Celio.


“ Ahh sudah-sudah..” Ucap Celio sambil melepaskan elusan tangan Mamanya di kepalanya “ Aku sama Jesica baru pacaran hari ini Ma, gak mungkin juga aku buat yang aneh-aneh sama Jesica apalagi sama orang lain. Itu tidak mungkin!” Ucap Celio dengan muka serius.


Jesica hanya terkekeh melihat kelakuan Anak Dan Ibu itu. Jesica merasa beruntung menjadi kekasih Celio karena Celio sangat dekat dengan Mamanya. Bukankah itu berarti Celio adalah orang yang bersifat penyayang. Diam-diam Jesica jadi merindukan Aileen, pasti Aileen juga akan menyukai Celio.


“ Loh ada apa ini?” Ucap pria paru baya berjalan menuju ke arah mereka. Ia langsung mendudukkan badannya di depan mereka di ikuti seorang pria di sampingnya yang juga ikut duduk bersama mereka. Bisa di pastikan itu adalah Papa dan Kakak Celio jika di lihat dari postur tubuh dan bentuk muka mereka.


“ Ini loh Pa, kenalin pacar Celio.” Ucap Barbara melepaskan pelukannya dari Celio dan beralih memeluk Jesica.


“ Benarkah?, Kenapa tidak langsung menikah saja.” Ucap Ronan dengan santainya, Papa Celio. Pria paru baya itu penuh kejutan membuat yang lain terkejut dan Jesica yang lebih lebih lebih terkejut lagi mendengar ucapan Ronan.


“ Kenapa? Apa salahnya?” Tanya Ronan, pria itu benar-benar akan menikahkan anaknya dengan Jesica jika mereka setuju dengan usulannya.


“ Gak bisa dong Pa, Celio tidak boleh menikah sebelum aku Pa,” Ucap Tavish ( Kakak Celio) ia menatap Celio dengan tajam kemudian menyilangkan kakinya dengan gaya angkuh “ Pokoknya bocah di depanku ini tidak boleh menikah sebelum aku dong. Enak saja.”

__ADS_1


Dengan gerakan cepat Ronan meraih kepala Tavish mencekik kepalanya menggunakan lengannya “ Yang benar saja selama 28 tahun ini kau tidak pernah membawa wanita ke sini. Kau tidak pernah memperkenalkan kepada kami.” Ronan mempererat tangannya di leher Tavish “ Pacar Celio adalah wanita pertama yang datang di hadapan Mama dama Papa.” Tavish harus mengalami apa yang Celio dapatkan dari Barbara tadi.


Lagi-lagi Jesica terkejut melihat kejadian di rumah itu. Tadi Barbara dan Celio menjadi korbannya sekarang Ronan dan yang menjadi korbannya Tavish. Menurut Jesica keluarga Celio sangat menyenangkan.


Tavish menepuk-nepuk tangan Ronan dengan agak keras mengaku kalah “ Ampun Pa… Aku gak akan bicara lagi.”


Akhirnya Ronan melepaskan Tavish “ Makanya kalau mau ngomong mikir dulu dong.” Ucap Ronan


“ Bukankah perkataan Papa yang ingin menikahkan Celio dan wanita itu yang perlu di pikirkan terlebih dahulu!” Gumam Tavish.


“ Udah-udah.. kalian ini yah, kalian gak sadar disini ada tamu special tahu,” Ucap Barbara “ Kamu pasti kaget yah? Maaf yah Jesica. Coba kamu kenalin diri kamu kepada Papa dan Tavish sayang” Sambung Barbara.


Jesica menganggukkan kepalanya dengan semangat dia memperkenalkan dirinya kepada Ronan dan Tavish.


“ Aku Jesica Om, aku satu kampus dan tetangga sama Celio. Aku asli dari Makassar Om.” Kata Jesica menjabat dan memperkenalkan dirinya kepada Ronan.


“ Oh gitu yah? Semoga kuliah dan hubungan kamu dengan Celio lancar.” Ucap Ronan.


“ Aku Jesica Kak.” Ucap Jesica menyalami Tavish.


“Tavish” Ucap Tavish memperkenalkan dirinya “ Sial… Pacar Celio manis juga.” Gumam Tavish.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2