KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
25. MENIKAH?


__ADS_3

Di sebuah restoran yang lumayan elit Celio dan Jesica sedang menikmati dinner mereka. Jesica nampak cantik dengan make up tipisnya, gadis itu menggunakan dress biru tua di atas lutut dengan pita menghiasi pinggang gadis tersebut. Celio juga nampak tampan dengan setelan jasnya. Hari ini adalah hari dimana Celio telah menyelesaikan siding skripsinya dan sebentar lagi Celio akan melakukan wisuda.


“ Apa kamu suka makanannya.” Tanya Celio.


“ Lumayan,” Jesica tersenyum “ Lebih enakan masakan kamu.” Sambung Jesica.


“ Kamu sekarang suka ngegombal yah hmmmmm….” Ucap Celio menaikkan salah satu alisnya “ Bagaimana kalau aku habis wisuda kita ke rumah kamu di Makassar sekalian liburan dan aku bisa kenal lebih dekat sama orang tua kamu?” Celio memang sudah beberapa kali melakukan video call dengan Aileen dan Lay.


“ Hm… boleh aku juga udah kangen banget sama Mama.” Ucap Jesica yang sedang mengaduk-aduk minumannya.


Celio meraih salah satu tangan Jesica “ Jes, bagaimana kalau habis wisuda kita langsung nikah aja.”


Jesica berhenti mengaduk-aduk minumnnya, hubungannya dengan Celio memang sudah 2 tahun tapi Jesica merasa ini terlalu cepat. Lagian mereka masih sangat muda walaupun Celio memang sudah mampu menghidupinya tapi tetap saja ini sangat cepat bagi Jesica.


Jesica menatap lekat mata Celio, mencari keseriusan dan apa dia tidak salah dengar.


Melihat Jesica yang masih terdiam, Celio meraih ke dua tangan Jesica. Mengenggam tangan Jesica dan sesekali ibu jarinya mengusap punggung tangan Jesica “ Apa kamu masih meragukan aku?” Tanya Celio, apa keseriusannya masih di ragukan oleh Jesica, hati yang tadinya tenang dan percaya diri akhirnya menegang karena reaksi Jesica yang hanya diam saja.


“ Bukan, tidak begitu,” Jesica melihat ke sebarang arah sejenak dan memberanikah diri menatap Celio kembali “ Apa menurut kamu ini tidak terlalu cepat?”.


Jesica memang percaya, bahkan sangat percaya bahwa Celio adalah laki-laki baik yang pernah ia temui setelah Papanya. Celio tidak pernah macam-macam kepadanya, mereka hanya sampai sebatas pelukan saja tidak lebih. Tapi tetap saja ini terlalu cepat, menikah tidaklah semudah itu harus banyak yang di pikirkan dan mental yang harus kuat menghadapi masalah kedepan.


Celio sedikit melonggarkan genggamannya di tangan Jesica “ Baiklah aku akan menunggu mu Jes.” Ada sedikit rasa kekecewaan yang di rasakan Celio. ‘Apa lagi yang di ragukan Jesica? Apa Aku masih kurang mapan? Kurang memberikan waktuku?’ Celio berkutat sendiri dengan otaknya. Celio melepaskan genggamannya, ia memperhatikan cincin yang di gunakan oleh Jesica. Cincin yang tidak pernah Jesica lepaskan. Cincin yang di berikan oleh Celio beberapa bulan lalu.


Tentu saja saat ini Jesica mengetahui kekecewaan yang sedang di rasakan oleh Celio, Jesica meraih tangan Celio dan menggenggamnya “ Celio, tunggu aku sebentar lagi yah, aku akan memikirkannya.” Ucap Jesica dengan senyumannya.


Celio tersenyum, ia mengenggam kembali tangan Jesica “ Tentu saja aku akan menunggumu sampai kapanpun itu Jes, pikirkan baik-baik perkataan ku tadi yah,” Celio melepaskan gengaman tangannya “ Lanjutkan makan kamu, makan yang banyak yah babe. ”


Jesica sedikit geli dan aneh dengan panggilan Celio tersebut namun ia tetap berusaha menunjukkan senyumnya. Mereka pun melanjutkan makan mereka yang sempat tertunda tadi.

__ADS_1


“ Hay Celio…” Seline menepuk pundak Celio.


Celio menoleh ke belakang hendak melihat orang yang menepuk pundaknya “ Oh Hay Kak…”


Seline berjalan ke samping Celio “ Kamu makan di sini juga?” Tanya Seline.


“ Ia Kak, aku lagi makan sama Jesica.” Ucap Celio tersenyum kepada Jesica, Jesica pun membalas senyuman itu.


Seline memperhatikan sorot mata Celio, muka Seline yang tadinya ceria tiba-tiba mendatar. Seline pun ikut tersenyum kepada Jesica “ Hay Jes, kita ketemu lagi.” Ucap Seline.


“ Ia Kak, senang bisa bertemu lagi.” Ucap Jesica dengan senyum ramahnya.


Seline beralih menoleh ke arah Celio “ Celio bisakah aku ikut gabung bersama kalian? Aku lagi nunggu klien tapi dia belum datang juga.” Seline memang langsung kerja saat dia lulus kuliah. Seline bekerja di perusahaan ayahnya.


Celio menatap Jesica menunggu persetujuan dari Jesica, Celio tidak mau jika Jesica merasa tidak nyaman dengan ke hadiran Seline tersebut. Jesicapun menganggukkan kepalanya pelan karena mengetahui Celio sedang menunggu persetujuan darinya.


Melihat Celio yang menganggukkan kepalanya Seline pun langsung menarik kursi duduk di samping Celio.


“ Aku pesan minum saja nanti kliennya datang.” Ucap Seline yang sedang melambaikan tanganya kepada pelayan di restoran tersebut.


“ Kak aku udah tunangan sama Jesica beberapa bulan lalu,” Seline yang mendengar perkataan Celio tersedak minuman yang baru saja dia minum “ Rencananya habis wisuda aku akan ke Makassar rumah orang tua Jesica membicarakan ini semua.” Seline membulatkan matanya tidak percaya dengan perkataan Celio, Ia memperhatikan Celio yang sibuk memperhatikan Jesica yang sedang menikmati makannya.


“ Benarkah? Kok aku gak di undang kemaren pas lamaran?” Tanya Seline.


“ Acaranya Cuma kecil-kecilan Kak, lagian acaranya juga menurutku belum terlalu resmi karena orang tua Jesica tidak hadir. Maka dari itu habis wisuda aku akan ke Makassar bertemu orang tua Jesica.” Ucap Celio mengenggam tangan Jesica. Jesica tersipu malu karena perkataan Celio tersebut, membayangkan hari tersebut hari dimana Celio minta izin kepada orang tuanya untuk menikahinya.


Seline menghembuskan napasnya pelan dari mulutnya “ Oh gitu, semoga sukses yah.”


“ Terima kasih Kak, doain semoga semuanya lancar yah.” Kata Celio.

__ADS_1


“ Terima kasih kak.” Ucap Jesica.


Seline pun menganggukkan kepalanya pelan dan menyandarkan pundaknya di kursinya.


“ Kalian disini?” Ucap Tavish yang baru memasuki restoran tersebut.


“ Eh Hallo Kak Tavish.” Jesica menyapa laki-laki yang kelak akan menjadi kakak iparnya itu.


Tavish pun menganggukkan kepalanya tanda dia menyapa kembali Jesica.


Mendengar nama Tavish yang di ucapkan oleh Jesica, Celio dan Seline pun menoleh ke arah belakang sumber suara tadi.


“ Oh Kak, Mau makan disini juga? Gabung aja Kak.” Kata Celio.


Tavish menepuk pundak Celio “ Kalian lanjutkan saja, Aku ke sini ketemu klien.”


“ Permisi apa anda adalah perwakilan dari XXX?” Tanya Seline memperhatikan Tavish dari ujung rambut sampai kaki.


“ Ia saya.”


Seline mengayunkan tangannya kepada Tavish “ Saya Seline, perwakilan dari XXX.”


Tavish pun menyambut tangan Seline “ Oh kamu, Tavish.” Tavish tersenyum dan melepaskan tangannya dari tangan Seline “ Ayo kesana, kita bicara di sana saja.”


Tavish dan Seline pun berjalan menuju meja yang di tunjuk Tavish sedangkan Jesica dan Celio melanjutkan makan mereka.


Seline memulai menjelaskan apa-apa saja rencana kerja sama mereka kedepannya, sesekali Seline melihat ke arah Celio saat Tavish mengecek kembali isi kontrak perjanjian mereka.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2