
Empat orang tengah duduk santai di Stanley Mart menikmati minuman masing-masing. Siapa lagi kalau bukan Celio, Regan, Jesica dan Natlie. Mereka terlihat lelah karena tugas kuliah yang mulai numpuk. Celio dan Regan yang juga sudah mulai skripsian.
“ Rasanya aku mau berhenti kuliah saja.” Ucap Natlie menyandarkan bahunya di kursi dan memejamkan matanya sejenak.
“ Kenapa Nat,” Regan melirik kilas Natlie sambil meminum minumannya “ Bentar lagi itu gak kerasa kok kuliah kamu selesai. Harus semangat dong.” Ucap Regan menyemangati Natlie.
Natlie membuka matanya kemudian menatap Regan “ Ahemmm…” Natlie menghembuskan napasnya lembut kemudian menyandarkan bahunya kembali.
Jesica dan Celio yang sedang menonton pertunjukan itu hanya menggelengkan kepalanya, tidak mau ikut campur dengan topik pembicaraan Regan dan Natlie saat ini.
Ting…
Notifikasi whatsapp Nattlie berbunyi “ Natlie, nanti sore Om jemput yah. Kita acara BBQ-an di rumah.” Isi pesan Dave kepada Natlie.
Natlie memandangi Celio dan Regan Secara bergantian, ia berencana akan mengajak Regan dan Celio. Lagian besok adalah weekend, acaranya juga malam dan pasti hanya Jesica, Natlie, dan Dave yang ada di acara tersebut. Sangat tidak asik menurut Natlie “ Bisakah aku mengajak Kak Celio dan Regan teman Kak Celio.” Natlie mengirim pesan itu kepada Dave.
“ Bisa.”
Membaca pesan tersebut akhirnya semangat Natlie yang mulai luntur kembali lagi seperti semula, yang tadinya murung akhirnya tertawa sumringah. Membuat Regan, Celio, dan Jesica heran melihat tingkahnya yang berubah-ubah hari ini.
Jesica mendekatkan kursinya Ke Natlie “ Aye lu gak apa-apakan? Jangan bikin gua takut deh?” Ucap Jesica memegangi kepala Natlie dengan nada suara yang di buat-buat seperti orang khawatir.
Natlie menatap Jesica dengan senyumannya. Hal itu malah membuat Jesica tersontak kaget “ Kamu benar-benar gak apa-apakan?” Tanya Jesica khawatir.
“ Ahhh… Selalu berlebihan.” Natlie tersenyum “ Om Dave ajak kita ke rumahnya nanti sore,” Natlie beralih menatap Regan dan Celio “ Kak Celio, Kak Regan ikut yah ke rumah Om Dave.”
“ Kita benaran boleh ikut Nat?” Ucap Regan.
“ Nah kesempatan tuh Gan, lu kan udah berkali-kali di tolak Natlie. Kesempatan nih dekatin Kak Dave dulu aja baru Natlie. Minta restu.” Ucap Celio dengan nada meledek karena Regan memang sudah berkali-kali menyatakan perasaannya kepada Natlie namun hasilnya selalu sama Natlie belum bisa menerima Regan sekalipun ada rasa nyaman saat bersama Regan. Yang ia takutkan bagaimana reaksi Regan jika mengetahui semuanya? Bisakah Regan menerima semua masa lalu Natlie?. Natlie tidak bermaksud menyembunyikan semuanya hanya menunggu waktu yang tepat saja.
Walaupun perkataan Celio adalah ledekan, hal itu malah membuat Regan untuk ikut ke rumah Dave. Regan pun menganggukkan kepalanya kepada Natlie “ Boleh deh Nat, lagian gak ada kegiatan nanti malam.”
Natlie mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum “ Aku bilang yah ke Om Dave biar nanti sore gak jemput aku sama Caca, biar kita barengan aja.”
__ADS_1
Natlie pun berkutat dengan gadgetnya dan mengirim pesan kepada Dave.
Di Rumah Dave….
Jam menunjukkan pukul 7 malam merekapun sampai di rumah Dave.
Natlie mengetuk pintu rumah Dave dan tidak perlu waktu lama Dave pun membuka pintu.
“ Udah pada datang.” Ucap Dave.
Natlie memeluk Dave dengan manja “ Om kok gak pernah ke rumah sih. Katanya Weekend pasti ke rumah tapi gak pernah tuh.” Ucap Natlie melepaskan pelukannya.
“ Maaf yah Om lagi sibuk banget.” Kata Dave, Dave belakangan ini memang sangat sibuk mengurus surat izin karena dia sedang mendirikan perusahaannya sendiri namun hal itu tidak di ketahui oleh Natlie maupun Jesica.
“ Ayo masuk.” Dave mempersilahkan mereka masuk.
“ Kak Dave, kenalin ini Regan teman aku.” Celio mendekat ke Dave hendak membisikkan sesuatu “ Lagi dekat dengan Natlie kak.”
Dave melangkahkan kakinya ke belakang satu kali “ Benarkah?” Tanya Dave kepada Celio kemudian beralih memperhatikan Regan yang sedang tersenyum.
Dave pun menyambut tangan Regan, kemudian berbisik di telinga Regan “ Hati-hati yah, Natlie itu anaknya manja bangat.” Dave tersenyum begitupun dengan regan.
“ Ayo kebelakang, semuanya udah di siapin di belakang.” Kata Dave kemudian berjalan duluan ke belakang.
Merekapun memanggang daging yang telah di siapkan Dave.
“ Jes biar aku saja yah yang balik dagingnya kamu duduk aja.” Ucap Celio mengambil alih sumpit dari tangan Jesica.
Jesica melepaskan sumpit itu “ Aku di sini saja yah.” Ucap Jesica enggan pergi dari samping Celio, tentu saja Celio mengiyakan perkataan Jesica tersebut. Hal kecil tetapi mampu membuat hati Celio sejuk meskipun dia sedang memanggang daging.
Sementara itu…
“ Aku bantu yah cuci sayurnya.” Ucap Natlie kepada Regan yang sedang memilah sayur-sayuran.
__ADS_1
Regan menatap Natlie “ Boleh, aku juga gak tahu sayuran ini di cuci dimana.”
“ Ayo ikut aku.” Ucap Natlie berjalan duluan.
Sedangkan Dave yang melihat adegan di depannya hanya meringis “ Apa aku ajak Nara kesini aja kali yah.” Gumam Dave. Dave pun mengambil gadgetnya di kantongnya kemudian mengirim pesan kepada Nara. Namun hasilnya nihil, Nara sedang sibuk dengan pekerjaannya tidak bisa ikut dengan mereka.
“ Lain kali aku akan langsung pesan daging panggang yang sudah jadi saja.” Ucap Dave melanjukkan mengulek cabe yang sempat terhenti karena melihat apa yang di depannya.
Acara panggang pun selesai waktunya makan, mereka makan di halaman belakang Dave.
“ Jadi maksud Om Dave undang kalian ke sini karena Om mau dirikan usaha kecil-kecilan doakan semoga lancar yah? Ini dia alasan kenapa Om jarang berkunjung ke ruma kalian.” Ucap Dave.
“ Wahh semoga sukses dan lancar yah Kak.” Ucap Celio.
“ Lancar selalu Kak, apapun itu pasti aku doakan selagi hal positif.” Kata Regan.
“ Semangat om.” Ucap Jesica dengan senyumannya.
“ Nah gitu dong Om bilang alasannya biar aku tahu gitu alasan om gak pernah datang.” Kata Natlie.
“ Trima kasih semuanya, ayo lanjutkan makannya.” Ucap Dave.
“ Ah buka mulut mu.” Ucap Celio hendak menyuapi Jesica.
“ Celio…” Jesica terlihat malu-malu karena ada Dave bersama mereka saat ini. Mau tidak mau Jesica pun membuka mulutnya karena Celio yang tidak menjauhkan tangannya dari mulutnya.
Lagi-lagi Dave harus melihat hal tersebut ia menghembuskan napasnya pelan “ Anak jaman sekarang emang paling bisa.” Gumam Dave mengaku kalah.
Acara makan itupun berlangsung dengan di selingi candaan dan tidak lupa rengekan Natlie yang lelah dengan kuliahnya, Kali ini Regan diam saja hanya menyaksikan Dave yang menasehati Natlie.” Benar, Natlie memang sangat manja tapi bukankah itu terlihat menggemaskan.” Gumam Regan dengan senyum yang tidak terlalu menunjukkan lengkungan di bibirnya.
.
.
__ADS_1
.