
Notifikasi DM instagram milik Jesica berbunyi. Jesica membuka kunci gadgetnya.
“ Celiostanley: Lagi apa?” Itu adalah DM yang di kirim Celio kepada Jesica.
Notifikasi Jesica berbunyi lagi. Celio baru saja mengikuti akun instagram milik Jesica. Jesica tersenyum ia membalas DM dari Celio “ Ngak ngapa-ngapain kak.” Jesica kemudian mengikuti kembali akun instagram milik Celio.
Celio tersenyum tatkala gadgetnya bergetar, ia membuka gadgetnya. Terlulis nama Jesica Keanan mengirim DM kepadanya. Tidak hanya itu Jesica Keanan juga mengikuti instagramnya. Hanya hal kecil yang di lakukan oleh Jesica tetapi lihatlah Celio seperti anak kecil yang sedang melompat kecil, tangannya ia kepalkan kemudian ia berkata “ yes yes yes..” seperti pesepak bola pemula yang berhasil mencetak gol dengan sempurna. Ia kembali mengetik sesuatu di gadgetnya.
“ Celiostanley : Aku minta nomor whatssapp kamu. Boleh?” Jesica tersenyum membaca balasan DM Celio yang meminta nomor whatssappnya. Jesica pun mengirim nomor whatssappnya.
Celio menyalin nomor whatssapp yang di kirim Jesica. Ia lebih memilih membalas pesan berikutnya di aplikasi whatssapp.
Notifikasi whatssapp Jesica berbunyi. Ia bisa menebak bahwa yang mengirim pesan adalah Celio. “ Cepat tidur yah Jes, Jangan begadang😊.”
Jesica mengetik “ Ia kak.” Kemudian ia mengirim pesan tersebut kepada Celio. Pipi Jesica merah meronah ketika membaca ulang pesan Celio. Kedua tangannya memegangi pipinya yang memanas.
“ Hemmm…” Dehaman dari Natlie yang menyadarkan Jesica bahwa bukan hanya dia yang berada di kamar tersebut. Ia berbalik.
“ Huaaaa…. Sejak kapan lu di situ Aye?” Tanya Jesica pasalnya kepala Natlie hanya berjarak 10 cm dari kepalanya.
“ Hehhh… Apa sih Ca? Segitunya.” Natlie tersenyum “ Hemmm… Sejak gadget lu bunyi.” Sambung Natlie dengan senyum menyeringai.
“ Jadi lu baca pesan gua sama Celio dari awal sampai akhir?” Tanya Jesica.
“ Menurut mu?” kata Natlie kemudian kembali ke posisi ternyamannya, rebahan.
“ Haisssss….” Kata Jesica kemudian merebahkan badannya di samping Natlie.
Keesokan harinya...
Dua orang gadis sedang bermalas-malasan tanpa ada kegiatan yang bisa dilakukan.
“ Masak udah, membersihkan udah, baca buku malah akan semakin membuatku bosan.” Kata Jesica sambil mengela napasnya.
“ Gua video call Om Dave yah? Kali aja udah pulang.” Kata Natlie kemuadian Jesica menganggukan kepalanya.
Natlie mencoba menelfon Dave. Namun Dave tidak kunjung mengangkat telfon dari Natlie. Natlie menyerah kemudian melemparkan gadgetnya ke kasur.
__ADS_1
20 menit kemiduan Dave menvideo call Natlie.
“ Ada apa?” kata Dave dengan muka kusut, sepertinya pekerjaannya di luar kota menguras tenaganya.
“ Ngak apa-apa Om. Aku hanya bosan saja.” Kata Natlie menanyunkan bibirnya.
Dave menarik napasnya panjang “ Sabar yah, nanti juga kalau kalian kuliah kalian sendiri yang akan kualahan karena banyaknya tugas.” Ucap Dave tegas “ Udah dulu yah, Om harus istirahat nanti sore Om mau ketemu klien.” Ucap Dave kemudian mengakhiri video call tanpa menungguh jawaban dari Natlie.
“ Sangat menyebalkan.” Kata Natlie. Ia menscrool kontak whatssappnya. Ia menvideo call Mamanya.
Tidak butuh waktu yang lama Mama Natlie mengangkat video Call tersebut.
“ Hallo…” Kata Mama Natlie sambil melambai-lambaikan tangan Frey di depan gadgetnya.
“ Hallo Frey…” Mata Natlie berkaca-kaca “ Kakak merindukanmu.” Yah memang benar, Mama Natlielah yang menyuruh Natlie agar menyebut dirinya adalah kakak Frey. Natlie sibuk melepas rindu dengan Mama dan Anaknya. Sedangkan Jesica lebih memilih memainkan gadgetnya.
Sore itu…
Seorang lelaki tampan sedang sibuk di dapur memasak dengan porsi lebih dari biasanya. Ia terlihat lihai dengan segala pekerjaan yang ada di dapur. Siapa yang akan tahan dengan pesonanya yang saat ini masak dengan sedikit keringat di mukanya yang tampan, alis tebal dengan hidung mancung. Celio tersenyum melihat hasil masakannya yang terlihat sempurna. Tidak hanya kelihatannya saja rasanya pun “ Perfect.” Kata Celio memuji masakannya. Celio memang mandiri sejak ia masuk uliah, ia lebih memilih tinggal di kontrakan yang ia pilih sendiri dan meninggalkan rumah orang tuanya.
“ Lebih baik sekarang aku mandi.” Kata Celio saat mencium bau badannya sendiri.
Tidak butuh waktu lama Jesica keluar dengan handuk yang masih ia gosok-gosokkan pelan di kepalanya, ia sedang mengeringkan rambutnya.
Jesica membuka pintu. Pipinya merah merona saat melihat Celio ada di depannya saat ini.
“ Ada apa Kak?” Kata Jesica tersenyum.
“ Aku mau mengajak kamu sama Natlie makan di rumah aku.” Ucap Celio tersenyum.
“ Tapi kak.” Jesica merasa tidak enak jika harus makan di rumah Celio.
“ Ngak usah tapi-tapian aku udah masak banyak loh. Aku sangat berharap kamu dan Natlie mau mencoba masakkan ku ,” Celio tersenyum “ Aku tunggu di rumah yah, ajak Natlie juga.” Kata Celio kemudian ia masuk ke dalam rumahnya.
“ Aye, Kak Celio ngajak kita makan di rumahnya. Katanya dia sudah masak.” Kata Jesica kepada Natlie sambil menyisir rambutnya.
Natlie langsung berdiri dari duduknya “ Benarkah?,” mata Natlie berbinar-binar “ Yah sudah ayo.” Kata Natlie sambil menarik pelan tangan tangan Jesica.
__ADS_1
“ Wahhh.. Rumah kak Celio rapi banget.” Ucap Natlie kagum akan kerapian dan kebersihan rumah Celio. Sangat terurus, bahkan kontrakan itu lebih terurus dari kontrakan mereka.
“ Ahhh biasa aja. Bisa aja kamu Nat.” Ucap Celio.
“ Wahhh pasti ini Kak Celio yah?” kata Jesica saat melihat foto anak kecil di sebuah bingkai foto berukuran kecil.
Celio tersenyum menganggukan kepalanya pelan “ Iya Jes.”
“ Wahhh sangat tampan dan lucu.” Kata Jesica yang tidak sadar membuat jantung Celio berpacu lebih cepat dari biasanya.
“ Ayoo makan Yuk.” Kata Celio menarik dua kursi untuk Natlie dan Jesica.
Celio dan Jesica duduk saling berhadapan sedangkan Natlie duduk di samping Jesica.
“ Wahhh kak Celio memang terbaik. Udah baik pintar masak lagi.” Ucap Natlie saat mencicipi masakan Celio.
“ Aku emang dari dulu masak sendiri Nat.”
“ Oh yah?, boleh dong Kak Celio ajarin kita masak makanan enak kayak gini kalau ada waktu Kak?” Kata Natlie.
“ Boleh dong. Nanti yah kalau kita sama-sama punya waktu.” Celio tersenyum
“ Gimana Jes? Sesuai selera kamu gak?” Tanya Celio kepada Jesica yang sedari tadi sibuk menikmati makannya.
“ Suka bangat Kak. Kak Celio memang terbaik.” Ucapan Jesica tersebut mampu membuat Celio memerah meronakan pipinya.
“ Aku bisa masak untukmu setiap hari Jes.”
Senyum termanis Jesica mengembang di mukanya “ Kak Celio bisa aja. Kan Kak Celio sibuk pasti tugas kuliah banyak belum kerjaan Kak Celio banyak.”
“ Ngak Kok… Untukmu pasti akan kulakukan dengan senang hati.”
Sedangkan Natlie…
.
.
__ADS_1
.