KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
08. MENINGGALKAN CELIO


__ADS_3

“ Aye, Ye gua pulang nih.” Teriak Jesica saat masuk rumah. “ Mana sih ni anak. Gak mau makan apa?” Tanya Jesica dalam hati.


“ Natlie Clemmie.” Jesica kembali memanggil Natlie dengan senyum menyeringai. Ia ingin melihat sahabatnya itu kesal saat ini.


“ Apasih Jesica Keanan!!! teriak-teriak gak jelas!!!” Natlie keluar dari kamar menghampiri Jesica, mukanya sangat kusut saat ini.


Senyum menyeringai Jesica saat ini begitu nampak Jelas di bibirnya. Bagaimana tidak, Ia berhasil membuat Natlie kesal.


Jesica menggoyang-goyangkan kantong plastik di tangan kanannya di depan Natlie. “ Nih bubur ayam dari Kak Celio.”


“ Wah Celio baik banget. Tahu aja gua lagi kelaparan di rumah.” Ucap Natlie matanya berbinar-binar melihat kantong plastik di tangan Jesica yang sedang menggantung didepan mukanya. “ Celio baik juga, kalau gini makin gua restuin Ca lu sama dia.” Gumam Natlie.


“ Baru jam 11 belum waktunya makan siang. Bukannya tadi lu belajar masak Aye?” Tanya Jesica kepada Natlie, Ia heran melihat reaksi Natlie melihat kantong plastik tersebut. Natlie terlihat belum makan.


“ Hehehehe tadi aku tiba-tiba mager Kak makanya aku masuk kamar baca buku, putar sana putar sini dan tidur pastinya.” Ucap Natlie cengenggesan kemudian merampas kantong plastik isi bubur ayam tersebut.


“ Lihat dia memanggil ku Kakak saat lagi senang saja. Bilang aja tadi lu malas olahraga pake alasan belajar masak lagi.” Ucap Jesica sambil memandang Natlie yang sedang menuang bubur ayamnya ke sebuah mangkok berukuran sedang.


Natlie menyuapkan 1 sendok makan bubur ayam tersebut kedalam mulutnya sendiri. “ Hmmmmmm enak banget.” Itu yang diucapkan Natlie saat mencoba bubur ayam tersebut.


“ Ck! berterima kasihlah pada Celio karenanya lu gak kelaparan.” Kata Jesica melihat Natlie yang sedang menikmati makannya.


Natlie mengalihkan pandangannya dari bubur ayamnya tersebut kemudian ia menatap Jesica sambil mengedipkan sebelah kanan matanya “ Ia Kakakku sayang. Pasti.”


“ Ish lu kalau lagi lapar plus senang hasilnya jadi menyebalkan tahu gak.” Kata Jesica memandang Natlie dengan jijik.


“ Udah ah, gua mau mandi. Mau nitip gak Aye?” Kata Jesica meninggalkan Natlie yang sedang memandangnya.


“ Aneh!!! Kalo lagi kasmaran jadi aneh lu Ca. Dasar bocah,” Gumam Natlie. “ Ah bodoh-bodoh ah mending gua lanjut makan aja.” Ucap Natlie dengan suara kecil dan senyum bahagianya.

__ADS_1


Di kamar.


“ Ca nanti sore Om Dave datang jemput kita. Sepertinya kita akan nginap dirumah Om Dave selama beberapa hari tapi gua sangat berharap Om Dave akan mengajak kita jalan-jalan ke mall juga gak apa-apa deh.” Ucap Natlie sambil merebahkan badannya.


Mendengar itu Jesica terlihat tidak semangat lagi memainkan game online di gadgetnya. Entah mengapa gadis itu tidak mau pergi ke rumah Dave. Bukankah ini yang dia harapkan? Tinggal dengan orang yang akan mengajarkannya hidup mandiri? Lalu mengapa dia tidak mau pergi?.


Melihat Natlie yang sudah terlelap, Jesicapun merebahkan badannya. “ Hmmm... aku tidak mau pergi.” Ucapnya pelan.


Sebenarnya Natlie belum tidur, Ia hanya menutup matanya pura-pura tidur karena Natlie tidak mau mendengar serangan pertanyaan dari Jesica. Natlie sendiripun tidak tahu maksud Dave mengajak mereka ke rumah Dave.


“ Dasar bocah baru jatuh hati.” Ucap Natlie dalam hati.


Sore itu…


“ Eh Celio lagi nyantai yah? Gak kuliah kamu? Gak kerja?” Tanya Dave kepada Celio yang sedang duduk santai di depan rumahnya.


“ Hallo Kak Dav, Ia nih Kak lagi santai aja. Aku baru pulang kerja Kak.” Ucap Celio kepada Dave sambil tersenyum.


“ Aku mau jemput Natlie dan Jesica dulu yah.” Dave melangkahkan kakinya meninggalkan Celio.


“ Jemput? Mereka mau pergi kemana?” Tanya Celio yang hanya mampu Ia tanyakan dalam hati. Celiopun duduk kembali sesekali Ia melirik Dave.


“ Tok tok tok Natlie Jesica...” Saat ini Dave sedang berada di depan pintu rumah mereka. Dave baru saja pulang dari kantor, Ia langsung datang menjemput kedua gadis tersebut.


“ Hallo Om Dave.” Sapa Jesica saat melihat Dave didepan pintu.


“ Hallo Jes,” Dave membalas sapaan Jesica. “ Mana Natlie? Ayo kalian udah siap?” Tanya Dave.


“ Ah ia Om, Natlie masih tidur. Masuk dulu Om biar aku bangunin Natlie dulu.” Kata Jesica kepada Dave.

__ADS_1


“ Om tunggu disini aja yah. Oh ia Jes bawa pakaian kalian 4 atau 5 pasang yah soalnya di rumah Om gak punya pakaian wanita.” Kata Dave kepada Jesica yang di balas anggukan kepala.


“ Mereka mau ke rumah Kak Dave? Nginap? Berapa lama?” Tanya Celio lagi dalam hati. Celio terkejut saat mendengar kata Dave kepada Jesica.


Sedangkan di samping rumah Celio terlihat terlihat Natlie sedang menampakkan muka bantalnya dengan tas ransel di belakang gadis tersebut.


“ Om kok gak nelfon dulu sih sebelum kesini? Aku belum mandi tahu? Kita mau kemana nih Om? Langsung ke rumah atau jalan-jalan dulu? Kalau jalan-jalan dulu aku mandi dulu yah Om?” Tanya Natlie kepada Dave.


“ Hufffttttt...” Dave menarik napas panjang kemudian menghembuskannya pelan. “ Natlie kamu itu selalu bermalas-malasan. Itu gak bagus Natlie. Om harap kedepannya kamu bisa melepaskan sikap kamu yang satu ini,” Bukannya menjawab, Dave malah memberikan nasihat kepada Natlie. Pria tersebut tentu saja berharap Jesica juga mengambil positif perkataan Dave. “ Ayo udah siapkan?” Sambung Dave.


Kemudian Jesica menutup dan mengunci rumah mereka. Mereka berjalan ke arah dimana mobil Dave di parkir. Namun saat Jesica berjalan di depan Celio, Jesica menatap Celio lumayan lama, Begitu juga dengan Celio yang membalas tatapan mata dari gadis yang dia sukai tersebut seolah-olah ini adalah hari terakhir mereka akan bertatapan seperti ini.


Jesica mengakhiri tatapan tersebut, Ia berjalan cepat menyusul Natlie dan Dave.


“ Hati-hati Jes.” Ucap Celio saat Jesica sudah tidak terlihat di pandangannya.


“ Om kita mau kemana sih?” Pertanyaan itu keluar lagi dari mulut Natlie. Gadis itu sangat berharap Dave akan mengajaknya jalan-jalan karena sesampainya di Jakarta ia belum pernah keluar dari rumah.


Dave yang mendengar pertanyaan Natlie tersebut hanya menarik napas panjang dan menghembuskannya. Sedangkan Jesica sibuk dengan gadget di tangan kanannya.


“ Om kalo kita mau jalan-jalan aku mau make up nih. Kita mau kemana?” Natlie belum menyerah menanyakan pertanyaan yang sama kepada orang yang sama tersebut. Dave hanya menarik napasnya panjang kemudian menghembuskannya.


“ Ihh Om gak sopan tahu kalo orang nanya terus gak jawab!” Saat ini Natlie mulai kesal karena Dave tidak menjawab pertanyaannya.


Tiba-tiba…


“ Bughhh...”


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2