KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
29. DIMANA NATLIE?


__ADS_3

Flashback On


Sudah 2 malam ini tidur Natlie terganggu, ia selalu terbangun jam 1 dan terjaga sampai jam 3 pagi. Pernikahan Luke seolah menari-nari di pikirannya. Ternyata wanita yang bersama Luke di mall yang di saksikan oleh Natlie adalah calon istrinya.


Yang di lakukan Natlie hanya duduk menyandarkan bahunya di sandaran kasur. Lamunan itu kelamaan akan berubah jadi isak tangis kala Natlie mengingat perlakuan Luke yang lembut, perkataan yang mampu menenangkan hati Natlie ketika Luke mulai mengeluarkan kata-kata romantis dan merayunya. Itu seperti hal yang menyenangkan semua itu kini berubah menjadi kutukan yag di berikan Luke kepada Natlie.


Natlie menangis sembari menekuk kakinya, kemudian menyembunyikan mukanya di antara lututnya. Natlie berusaha keras agar isak tangisnya tidak terdengar oleh Jesica yang sedang tidur terlelap.


Gadis itu menyesal telah melakukan kesalahan di masa lalu hingga Natlie harus menjadi seorang ibu di usianya yang masih sangat muda. Namun semenyesal-nyesalnya Natlie akan masa lalunya yang kelam ia tetap sangat menyayangi Frey anaknya. Kalau bukan Frey mungkin Natlie akan menjalani hidupnya lebih hancur lagi. Dengan adanya Frey, Natlie menjadi kuat ada penyemangat untuk menjalani hidup.


Natlie menoleh ke arah Jesica , masih dengan posisinya tadi “ Ca, hidup kamu sangatlah beruntung,” Natlie menghela napasnya “ Hidup kamu sangat berbanding terbalik dengan ku. Hidup kamu penuh dengan kebahagiaan, sedangkan aku?” Natlie menyembunyikan wajahnya lagi di antara lututnya, isak tangisnya semakin jelas.


Natlie menoleh lagi ke arah Jesica “ Kamu beruntung Ca, punya orang tua yang selalu akur dan damai,” Natlie tersenyum kecil “ Sedangkan aku? Orang tuaku selalu bertengkar hanya karena masalah kecil saja.”


Natlie terdiam sejenak, ia menghela napasnya panjang matanyamenatap kesembarang arah “ Bahkan kamu mempunyai Kak Celio yang selalu mengerti dan selalu ada untuk kamu, Kak Celio juga tidak pernah berbuat hal aneh-aneh kepadamu.” Natliepun merebahkan badannya kembali, isak tangisnya masih berlangsung “ Ca, aku minta maaf sepertinya aku mau egois kali ini. Aku akan merebut kasih sayang Om Dave sepenuhnya. Hanya kepadaku saja!” Natliepun mencoba memejamkan matanya, lalu ia tidur terlelap.


Sayup-sayup Jesica mendengar suara tangis dan keluh kesah Natlie, tapi gadis itu terlalu lelah hari ini karena tugas kuliah yang menumpuk dan Celio yang terkadang merengek untuk menemaninya di Stanley Mart. Kebetulan juga 2 hari ini Jesica hanya bertemu Natlie saat mau tidur saja karena mempunyai kesibukan masing-masing. Jesica tidak mengetahui hal apa yang saat ini menjadi kesedihan Natlie sehingga Jesica memilih untuk melanjutkan tidurnya ‘ Mungkin itu hanya mimpi.’ Pikir Jesica.


Pagi ini Natlie kembali normal lagi, kesedihannya tidak ia tunjukkan. Ia sibuk merias wajahnya dengan make up karena hari ini peresmian perusahaan Dave.


Natlie menoleh ke belakang, memperlihatkan Jesica yang masih tidur pulas “ Ca, maaf hari ini aku egois!” setelah itu Natlie melanjutka kembali riasannya.


Natliepun pergi mininggalkan Jesica menuju rumah Dave.


Sesampainya di sana, hati yang tadinya sedih kini semakin dipenuhi awan hitam, kesedihan dan amarah menyelimuti hatinya. Bagaimana tidak? Apa yang Natlie harapkan tidak Ia dapatkan dari Dave. Dave malah menghubungi Jesica untuk siap-siap ikut ke acara peresmian perusahaan. Sebenarnya Dave tidak marah kepada Natlie, Dave hanya menegur agar Natlie tidak berbuat seperti itu lagi. Namun Natlie yang lagi dirundung kesedihan menafsirkan suara Dave yang meninggi adalah amarah.


Davepun berangkat ke perusahaan bersama Jesica meninggalkan Natlie seorang diri.


Natliepun hanya bermalas-malasan di atas kasur, air matanya sudah habis. Ia membuka instagram kemudian menonton live instagram David yang tidak lain adalah sahabat Dave. David sedang melakukan siaran langsung di acara peresmia perusahaan Dave. Tidak ada yang special dari live instagram itu sampai akhirnya Dave memperkenalkan Jesica sebagai anak angkatnya.


Darah dalam tubuh Natlie seolah-olah mengalir dan berkumpul di kepala. Ia di penuhi amarah. Natlie tidak benci kepada Jesica namun rasa iri yang sangat tinggilah yang merubah rasa iri itu berubah menjadi amarah dan benci.


Natlie kemudian memasukkan beberapa pakaian kedalam tas dan meninggalkan rumah Dave.

__ADS_1


Flashback Off


Jesica berpikir sejenak kemudian ia menelfon Regan.


“ Hallo.” Kata orang di seberang sana yang tak lain adalah Regan.


“ kak Regan lagi bareng Natlie tidak?” Tanya Jesica


“ Tidak Jes, aku lagi di rumah. Kenapa emang Jes?”


“ Oh gitu yah kak, nanti aku kabarin lagi yah kak.”


“ Ok Jes aku tunggu loh kabarnya.” Reganpun mengakhiri panggilan itu ketika Jesica mengiyakan pertanyaannya.


Jesica kemudian beralih menelfon Dave.


“ Hallo Jes, gimana ada Natlie di rumah?” Tanya Dave.


“ Tidak ada Om, aku tadi nelfon Kak Regan tapi ia juga tidak bersama Natlie”.


Davepun mengakhiri panggilan tersebut, sedangkan Jesica masih tidak tenang karena mengkhawatirkan Natlie.


Jesica berjalan keluar dari rumahnya menuju rumah Celio.


Jesica mengetuk pintu, tidak butuh waktu lama Celiopun membuka pintu untuk Jesica, beruntung hari ini Celio sedang tidak sibuk.


“ Celio, aku boleh masuk?” Tanya Jesica.


Celio mengulas senyumnya “ Masuklah.”


Merekapun duduk di ruang tamu Celio.


“ Ada apa kok muka kamu Cemas gitu?” tanya Celio.

__ADS_1


“ Sepertinya Natlie pergi dari rumah. Mungkin dia marah kepadaku atau kepada Om.” Jesica kemudian menutup mukanya menggunakan kedua telapak tangannya.


Celio menghela napasnya ia turut bersedih kala wanita yang di sayanginya mulai menitihkan air mata. Celiopun berusaha menenangkan Jesica dengan memeluknya.


Cukup lama Jesica berada di dalam pelukan Celio sampai akhirnya Jesica mengingat isak tangis dan keluh Natlie semalam ‘Itu bukan mimpi. Itu nyata.’ Kata gadis batin Jesica.


Jesica melepaskan pelukannya dari Celio “ Sepertinya Natlie benar-benar marah kepadaku sampai ia pergi dari rumah.”


Celio mengelus lengan Jesica “ Sttttt…. Jangan berpikiran aneh dulu. Kita cari Natlie yah. Kamu tenang dulu.”


Jesicapun berusaha menjernikan pikirannya, melihat mata Jesica yang masih berkaca-kaca Celiopun kembali memeluk Jesica berharap dengan pelukan hangat itu bisa membuat Jesica lebih tenang.


Celio melepaskan pelukannya pelan “ Kamu kenal teman Natlie?”


“ Ng-ngak.” Kata Jesica terbata-bata “ Aku nelfon Kak Regan dulu, dia yang lebih tahu teman Natlie.”


“ Ngak, biar aku saja yang menghubunginya.” Kata Celio.


Celiopun berkutat dengan gadgetnya.


“ Hallo Gan, ke rumah yah. Ada yang mau di bicarain!” kata Celio.


“ Ngapain? Gak ah malas.” Kata Regan.


“ Tentang Natlie!” Celiopun mengakhiri panggilan tersebut.


Mendengar nama Natlie, Reganpun langsung bergegas menuju rumah Celio. Tidak butuh waktu yang lama Reganpun sampai di rumah Celio, laki-laki itu langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


“ Natlie dimana?” Tanya Regan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2