
3 hari setelah pernikahan Luke…
Pagi itu Natlie bangun terlebih dahulu dari Jesica. Jesica bermalas-malasan karena hari ini tidak ada jadwal kuliah. Natlie langsung bergegas ke kamar mandi karena hari ini adalah hari peresmian perusahaan Dave yang baru.
Natlie sedang di sibukkan dengan riasan make upnya di meja rias “ Selamat pagi,” Kata Jesica yang baru bangun memandangi Natlie yang sibuk dengan make upnya “Mau kemana? Bukannya lu juga libur yah?” Jesica menggaruk-garuk kepalanya masih mengantuk.
Natlie yang masih sibuk dengan make upnya hanya menjawab Jesica dengan membelakanginya “ Ia libur, hari ini peresmian perusahaan Om Dave.”
Jesica membelalakkan matanya ‘ Apa aku tidak di ajak?’ Tanya Jesica dalam hati.
“ Oh gitu yah, selamat yah buat Om Dave.” Jesica menyibakkan selimut dari tubuhnya dan merapikan kasur mereka.
Natlie membalikkan badanya “ Nanti aku sampaikan,Bagaimana? Ada yang kurang?” Tanya Natlie dengan senyum mengembang.
Jesica tersenyum “ Tidak ada yang kurang.”
Natlie tersenyum kemudian Natlie berjalan menuju lemari dan memilih gaun yang cocok sedangkan Jesica bergegas menuju kamar mandi, ‘ Mungkin saja Natlie lupa mengajak aku.’ Gumam Jesica.
Natlie pun sudah rapi dengan penampilannya yang anggun, ia berjalan keluar dari kamar, saat itu juga Jesica keluar dari kamar mandi. Jesica terpatung memperhatikan Natlie dari atas sampai bawa yang telah siap, sepertinya Jesica memang tidak di undang ke acara peresmian perusahaan Dave dilihat dari Natlie yang sudah siap berangkat.
“ Aku berangkat dulu yah Jes, doain semuanya lancar.” Sahut Natlie dari ambang pintu.
“ Ia pasti aku doain kok.” Ujar Jesica mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Natlie menutup pintu dan berjalan keluar dari gang kontrakan mereka kemudian Natlie menaiki grab car yang telah ia pesan terlebih dahulu.
Jesica kini di sibukkan dengan bahan-bahan masakannya di dapur, gadis itu lebih memilih menyibukkan diri dengan memasak dari pada memikirkan acara peresmian perusahaan Dave yang sedang berlangsung tanpa kehadirannya.
Rumah Dave…
Sampailah Natlie di kediaman Dave, Natlie menekan bell di rumah minimalis itu. Dave pun keluar untuk membukakan pintu pria itu telah siap dengan setelan jasnya.
“ Natlie, mana Jesica?” Tanya Dave melihat di sekeliling dan depan rumahnya tidak menunjukkan sosok Jesica.
__ADS_1
“ Hmmm… tadi dia telat bangun Om terus aku duluan kesini.” Tukas Natlie berjalan masuk ke rumah Dave.
Dave berbalik badan “ Kok kamu gak nunggu Jesica.”
“ Yah mana aku tahu kalau Jesica di undang, kan om gak ngomong ajak Jesica juga.” Balas Natlie.
Dave mendengus “ Masa sih hal itu harus Om bilang Nat, seharusnya kamu udah kepikiran dong untuk ajak Jesica. Kan Om sudah bilang kalau Om akan memperkenalkan keponakan Om di acara peresmian nantinya.” Tandas Dave tidak habis pikir dengan jalan pikiran Natlie.
Natlie menghembuskan napasnya kasar “ Kan ponakan Om memang aku doang!”
“ Natlie!” Seru Dave dengan suara yang meninggi dan tegas “ Om sudah anggap kalian seperti anak sendiri. Kalian berdua. Bukan hanya kamu Natlie!” Ujar Dave memijit pelipis matanya.
“ Tapi kan ini acara penting Om, lagian yang benar-benar keponakan Om memang aku kan!” Sergah Natlie.
“ Natlie, sudah Om bilang kalian berdua sama saja! Om tidak membeda-bedakan kalian,” Dave melihat jam di pergelangan tangannya “ Masih ada waktu kita akan menunggu Jesica disini.” Kata Dave mulai mencari kontak Jesica di gadgetnya.
Natlie menghentakkan kakinya kesal kemudian masuk kedalam kamar lantai 1. Natlie merebahkan badannya, air matanya membasahi mukanya yang tadi telah ia rias dengan sangat cantik.
Bell rumah Dave berbunyi, tidak perlu di tanyakan lagi pasti itu Jesica yang datang.
Dave membuka pintu menampakkan sosok Jesica yang sedang tersenyum, gadis di depannya juga sudah siap dengan tampilan yang sesuai dengan acara-acara resmi seperti biasanya.
“ Jes, udah siap?” Tanya Dave.
“ Yah udah Om akan panggil Natlie dulu yah tunggu disini.” Davepun masuk kembali ke dalam rumah dan membuka pintu kamar tempat Natlie berada. Saat Dave membuka pintu Natlie telah siap dengan pakaian santainya yang memang di siapkan jika mereka menginap di rumah Dave, Natlie sedang berbaring di kasur.
“ Natlie ayo, udah ada Jesica di depan.” Sahut Dave.
“ Om pergi saja sama Jesica, aku tidak mau ikut. Aku mau istirahat!” Ucap Natlie menyelimuti dirinya dengan selimut tebal.
Dave menghembuskan napasnya “ Yah sudah kalau kamu tidak mau ikut. Om akan berangkat bersama Jesica sekarang.” Dave pun menutup pintu kamar itu.
“ Om, Mana Natlie?” Tanya Jesica.
__ADS_1
“ Dia sakit perut, dia mau istirahat saja.” Kata Dave berbohong kepada Jesica.
“ Benarkah?” Jesica merasa ganjal, sepertinya ada yang salah.
Dave tidak menjawab pertanyaan Natli, pria itu berjalan menuju mobilnya yang terparkir depan rumah. Mau tidak mau Jesica pun mengikuti Dave naik mobil dan duduk di samping Dave.
Acara itu pun berlangsung lumayan meriah. Dave merayakan acara peresmian perusahaannya yang cukup luas. Tidak banyak yang datang ke tempat itu untuk memberikan selamat mungkin karena hari kerja jadi teman Dave sibuk dengan pekerjaan masing-masing yang tidak bisa di tinggalkan. Davepun memperkenalkan Jesica kepada teman-temannya sebagai anak angkatnya tentu saja Jesica menerima maksud baik Dave tersebut.
Acara itupun telah selesai, orang-orang juga telah meninggalkan perusahaan tersebut. Menyisahkan petugas kebersihan yang membersihkan tempat itu, Jesica tidak berdiam diri ia juga ikut membersihka lobby perusahaan Dave karena besok perusahaan itu akan mulai aktif bekerja.
“ Jesica, ayo kita pulang. Ada yang harus Om persiapkan di rumah.” Kata Dave memperhatikan gadgetnya.
Jesicapun berjalan ke arah Dave dan mereka pulang ke rumah Dave.
Merekapun tiba di rumah Dave, Dave langsung naik lantai 2 menuju kamarnya sedangkan Jesica mencari keberadaan Natlie di lantai 1 namun Jesica tidak menemukan keberadaan Natlie. Jesicapun berjalan menuju kamar mungkin saja Natlie sedang tidur atau sedang bermalas-malasan di kamar.
Jesica membuka pintu kamar, matanya memperhatikan isi kamar namun kamar itu kosong tidak ada seseorang disana. Kasur yang berantakan dan lemari yang terbuka.
“ Om, Natlie tidak ada.” Kata Jesica yang langsung naik lantai 2 memberitahukan kepada Dave bahwa Natlie tidak ada.
Dave berjalan membuka pintu “ Dia tidak ada? Mungkin Natlie pulang ke kontrakan kalian.”
“ Kalau begitu aku akan pulang sekarang Om.”
“ Baiklah, nanti kabarin Om yah.”
Jesicpun memesan grab car menuju kontrakan mereka. Sesampainya disana, ia mencari Natlie namun di kontrakan tersebut Jesica tidak menemukan Natlie.
.
.
.
__ADS_1