
Waktu begitu cepat berlalu tidak terasa sudah satu bulan lebih hubungan Jesica dan Celio. Jesica sangat beruntung bisa menjadi orang yang di cintai Celio. Celio yang selalu perhatian. Celio yang jago masak. Celio yang selalu ada saat Jesica ataupun Natlie butuh bantuan. Dan lebih beruntungnya lagi Celio memiliki wajah dan postur tubuh yang sangat menawan.
Hari ini adalah hari minggu, waktunya Celio lari pagi dan tak jarang Jesica akan ikut lari pagi bersama Celio.
Celio sedang memakai sepatu sportnya, Sesuai dengan akhir chat Celio dan Jesica semalam, Jesica akan ikut olahraga.
“ Tok.. Tok.. Tok..” Celio mengetuk pintu rumah Jesica.
Jesica keluar sudah siap dengan pakaian olahraga dan sepatu sportnya.
“ Pagi Jes.” Celio tersenyum.
“ Pagi Lion.” Jesica membalas senyuman Celio yang tentu saja membuat hati lawan bicaranya berdebar.
“ Kak Celio, bisakah aku ikut bersama kalian aku sangat bosan di sini sendirian.” Natlie berdiri di samping Jesica dan tentu saja sudah lengkap dengan pakaian olahraganya.
“ Hmmm… Gimana yah,” Celio berpikir-pikir sejenak “ Masalahnya kita akan olahraga di XXX itu cukup jauh kamu tidak akan sanggup bawa motornya.”
“ Yah.. Aku sangat bosan Kak.” Natlie memanyunkan bibirnya.
Melihat Natlie yang sangat ingin ikut dengan mereka terlintas ide di kepala Celio “ Bentar yah aku hubungi teman aku dulu, siapa tahu dia mau ikut.” Celio mengambil gadgetnya dari tas kecil yang dia gunakan kemudian menelfon seseorang.
Tidak lama telfon itu pun tersambung “ Hallo Gan ikut olahraga di XXX yuk.” Ucap Celio tanpa basa-basi.
“ Ahh malas… Aku lagi nikmati kopi dan liburku.” Kata orang di seberang sana menolak ajakan Celio.
“ Regan kamu mau bonus mu tidak ku berikan bulan ini.” Kata Celio sedikit mengancam Regan. Yap, Regan si tukang kepo yang terkadang tiba-tiba berubah jadi detektif dadakan.
“ Hehh.. Jangan dong Pak, Ia saya siap-siap sekarang Pak.” Kata Regan di seberang sana. Lelaki itu sebenarnya sangat malas. Hari ini adalah quality time bagi Regan. Menikmati kopi hangat sambil bersenandung dengan gitarnya. “ Heh sekarang sering dan makin suka ngancam aja.” Kekesalan Regan yang hanya bisa di ungkapkan dalam hati.
“ 10 menit tidak pake lama.” Celio mengakhiri telfon tersebut tanpa menunggu jawaban Regan.
“ Kita tunggu bentar yah, Regan akan ikut.” Ucap Celio yang di jawab anggukan kepala oleh Jesica dan Natlie.
………………………………………………………………………………
Tidak lama setelah itu Regan datang dengan muka tidak bersemangatnya. Rumah Regan memang tidaklah jauh dari kontrakan Celio.
__ADS_1
“ Gan kamu sama Natlie yah. Ingat jangan macam-macam,” Celio sedikit melototkan matanya kepada Regan “ Ini sahabat Jesica.” Ucap Celio menekankan kata sahabat.
Mereka pun pergi ke tempat tujuan mereka di kawasan hutan lindung XXX.
“ Wah udah lama bangat kita tidak kesini Gan, tidak banyak yang berubah.” Kata Celio kepada Regan, mata Celio sibuk menyapu tempat itu. Tempat olahraga Regan dan Celio sebelum di sibukkan dengan urusan supermarket dan kuliah.
“ Wah ia lumayan sejuk juga.” Regan memejamkan matanya menghirup udara segar.
“ Apa yang kalian lakukan?” Kata Jesica menyadarkan ke dua laki-laki tersebut bahwa bukan hanya mereka yang saat ini berada di tempat itu.
“ Ahh… Hahaha…” Kedua laki-laki itu tersadar.
“ Gimana kalau kita memulai permaian kita sekarang Regan?” Celio dan Regan saling pandang “ Sudah lama juga kita tidak melakukannya.” Sambung Celio.
“ Siapa takut.” Ucap Regan menantang Celio.
“ Ok, gak boleh curang, jangan ambil jalan pintas. Natlie akan menemanimu. Aku bersama Jesica.” Kata Celio.
“ Atur Boss.” Kata Regan menyinggungkan sudut bibirnya.
“ Apa lagi yang kalian bicarakan? Bukankah kita kesini untuk olahraga?” Tanya Jesica heran apa yang sedang di bicarakan ke dua laki-laki itu.
“ Ahh Maaf… Kadang kalau aku dan Regan datang disini kami akan taruhan,” Ucap Celio “ Aku akan ke jalan ini,” Celio menunjuk arah jalan samping kirinya “ Dan Regan akan lewat jalan yang itu.” Celio menunjuk jalan samping kanannya “ Siapa yang sampai disini duluan akan menang dan akan mentraktir makan siang selama 1 minggu.” Kata Celio.
Regan tersenyum “ Bagaimana kalau saat ini kita tukar jalannya?”
“Hmm Ok siapa takut.” Kata Celio.
Mereka pun memulai pertandingan yang mereka buat itu. Jesica bersama Celio dan Natlie bersama Regan.
Natlie dan Regan….
Regan berjalan duluan di ikuti oleh Natlie di belakangnya. Biasanya Regan akan berisik dan banyak tanya dengan orang yang dia temui, Namun bersama Natlie dia seperti mati kutu.
Natlie juga diam saja karena belum terlalu akrab dengan Regan.
“ Awww….” Ringis Natlie terpeleset karena jalan yang memang licin dan tidak rata.
__ADS_1
Regan membantu Natlie berdiri “ Maaf aku tidak memperhatikan kamu, Apa kamu tidak apa-apa?” Tanya Regan khawatir Natlie kenapa-kenapa.
“ Aku tidak apa-apa kok.” Jawab Natlie
“ Coba kamu goyang-goyangkan kaki kamu. Apa benar tidak ada apa-apa?” Regan khawatir karena Natlie saat ini menjadi tanggung jawabnya.
Natlie menggoyang-goyangkan kakinya seperti yang di katakan Regan “ Lihat aku tidak apa-apakan.” Kata Natlie tersenyum.
Regan mengulurkan tangannya “ Sini, genggam tangan aku. Nanti kamu jatuh lagi.”
Seketika muka Natlie jadi merah seperti tomat, Ini adalah pertama kalinya Natlie dekat dengan laki-laki setelah Luke pergi meninggalkannya. Natlie pun menggenggam tangan Regan yang sudah cukup lama terayun.
“ Nama kamu Natlie? Aku sering melihat kamu bersama Jesica.” Regan berusaha memecah keheningan di antara mereka.
“ Ah ia, Benarkah?” Natlie tersenyum.
…………………………………………………………………………………
Jesica dan Celio…
Seperti pasangan lainnya jika sedang jalan berdua. Yap, mereka sedang bergandengan tangan. Tidak ada percakapan di antara mereka hanya senyuman yang di balas senyuman.
Tiba-tiba hujan datang tanpa di undang…..
“ Aduh Celio hujan.” Kata Jesica mengulurkan telapak tangannya menada air hujan yang tidak terlalu deras.
Celio menarik pelan tangan Jesica agar lebih dekat dengan dia “ Disini tidak ada tempat berlindung, tidak jauh dari sini ada pohon yang cukup rindang. Ayo kita kesana.” Kata Celio melepaskan Jaketnya dan di jadikan penahan hujan agar tidak mengenai kepala mereka.
Setelah mereka sampai di pohon tersebut, mereka saling pandang cukup lama. Senyuman yang tidak lepas dari bibir mereka. Tidak peduli dengan hujan dan pertandingan yang mereka buat.
“ Waktu… Bisakah engkau berpihak kepadaku saat ini. Berhentilah sejenak orang ini…mata ini… adalah hal yang paling ku sukai dan bagiku dia adalah anugerah yang tidak mampu ku lepaskan.” Gumam Jesica memperhatikan muka Celio.
“ Terima kasih Tuhan untuk dia yang kau biarkan hadir dalam hidupku. Sepertinya akulah yang sangat beruntung memilikinya.” Gumam Celio yang juga memperhatikan muka Jesica.
Mereka saling berpandangan sampai akhirnya ada sebuah katak yang meloncat tepat di kaki Jesica “ Ahhhhh” Jesica berteriak meloncat kesana kesini ingin menjauh dari katak tersebut.
.
__ADS_1
.
.