
Sudah menjadi kebiasaan Celio akan menjemput Jesica saat kelas Jesica berakhir. Laki-laki itu akan rela berlari dari lantai 7 atau dari supermarket jika lagi di supermarket. Celio tidak mau ada yang menggoda Jesica di kelasnya. Kesan pertama yang dia dapatkan saat pertama kali mengantar Jesica ke ruangan 509 membuatnya selalu mengantisipasi ada yang mendekati Jesica. Apalagi teman kelas Jesica yang secara terang-terangan memuji Jesica.
Celio tidak sendiri hari ini. Ada sosok wanita cantik di samping Celio mereka berjalan beriringan. Rambutnya lurus dan di gerai begitu saja. Seline. Wanita itu adalah Seline wanita yang beberapa bulan lalu bertamu di rumah. Yang kata Celio, Seline adalah senior yang dia anggap kakak perempuannya itu. Seperti biasanya Celio dan Seline memang sangat dekat. Mereka sama-sama suka bercanda, sepertinya cerita mereka sangat nyambung. Seline yang akan menepuk punggung Celio saat tertawa, dan Celio hanya diam dan sudah memaklumi perlakuan Celine tersebut.
Celio berdiri di ambang pintu kelas Jesica, terlihat Jesica sedang asik bercengkrama dengan Darcy dan beberapa teman lainya. Jesica tidak menyadari ada Celio di pintu kelasnya.
“ Usttt.. Jes, ada Kak Celio tuh.” Darcy mencolek lengan Jesica yang sedang asik bercanda gurau dengan temannya.
Jesica melihat ke arah pintu, benar saja ada Celio di situ dengan senyumannya.
“ Eh guys, aku duluan yah. Udah di jemput hehehe…” Ucap Jesica sambil cengengesan, membereskan bukunya dan melangkahkan kakinya mendekati Celio.
“ Hai…” Celio menyapa Jesica terlebih dahulu.
“ Hai Celio.” Jesica membalas sapaan Celio.
Jesica beralih menatap wanita yang ada di samping Celio “ Tunggu, siapa dia?” Gumam Jesica, Ia berpikir sejenak mengingat-ingat kembali dimana dia melihat wanita tersebut. Mukanya tidak asing “ Ahh…itu dia.” Jesica mengingat dimana dia melihat wanita itu.
Jesica memberikan senyumannya kepada Seline. Begitu juga dengan Seline memberikan senyumannya kepada Jesica sambil memperhatikan tampilan Jesica dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“ Jes, ini Kak Seline yang fotonya ada di album kemarin.” Ucap Celio hendak memperkenalkan Seline.
“ Jesica.” Jesica mengayunkan tangannya hendak menyalami Seline dengan senyumannya.
Seline membalas jabatan tangan dari Jesica “ Seline.” Ucap Seline dengan sedikit lengkungan senyum di bibirnya.
“ Jes hari ini kita makan sama Kak Seline yah,” Celio menatap Jesica “ Kebetulan Kak Seline datang ke kampus hari ini mengurus skripsinya.” Sambung Celio.
“ Why not.” Kata Jesica sedikit memiringkan kepalanya ke samping kanan.
“ Bagaimana kalau kita makan di tempat itu Celio, udah lama juga kita tidak kesanakan?” Ucap Seline.
“ Yah udah aku ikut aja Kak,” Kata Celio “ Jes tidak apa-apakan kalau kita makan di sana?” Tanya Celio kepada Jesica yang di balas anggukan kepala dari Jesica.
__ADS_1
Mereka berjalan beriringan dengan posisi Celio yang ada di tengah.
Sampailah mereka di sebuah rumah makan. Kata Seline ini adalah tempat makan siangnya bersama Celio dulu.
“ Ca…Caca.” Ucap Natlie yang baru masuk ke rumah makan tersebut bersama Regan. Menepuk punggung Jesica agak keras.
Jesica tersentak, Ia menoleh ke belakang “ Aye ngagetin aja.”
Natlie duduk di samping Jesica di ikuti oleh Regan yang duduk di samping Natlie.
“ Udah pulang? Bukannya lu masih ada mata kuliah yah?” Tanya Jesica.
“ Dosennya gak masuk.”
Natlie melihat wanita yang ada di depannya, wanita yang duduk di samping Celio. Natlie memandangi wanita itu dari atas sampai bawa. Begitu juga dengan Regan yang sedari tadi diam saja memandangi Celio dan Seline secara bergantian, biasanya dia yang akan berbasa-basi jika berkumpul seperti ini.
“ Apa lihat-lihat bolos kerja lagi?” Tanya Celio kepada Regan karena dari tadi Regan memperhatikannya seperti Boss yang sedang memperhatikan pegawainya bolos kerja.
“ Ngak, aku hanya makan siang bersama Natlie.” Jawab Regan bermalas-malasan.
“ Nat, kenalin ini Kak Seline yang pernah kamu lihat fotonya di rumah.”
“ Ohh Kak Seline, pantas saja aku gak asing dengan muka kakak. Natlie Kak” Natlie mengayunkan tangannya hendak menjabat tangan Seline.
Seline pun menjabat tangan Natlie “ Seline. Senang bertemu dengan mu.”
Acara makan itu yang semulanya di rencanakan untuk 3 orang akhirnya dilanjutkan dengan 5 orang dengan kehadiran Natlie dan Regan.
Mereka makan dengan sesekali bercanda keculi Regan yang sedari tadi diam saja. Tidak mood. Sepertinya jiwa detektifnya mulai luntur.
“ Habis ini kalian mau ngapain? Mau nonton gak?” Tanya Seline.
“ Maaf kak aku gak bisa ikut soalnya mau ke perpustakaan mau ngerjain tugas,” Jesica tersenyum kepada Seline “ Tapi makasih Kak udah di ajakin.”
__ADS_1
Seline menganggukkan kepalanya, beralih menatap Celio di sampingnya. Tentu saja Celio sudah tahu maksud tatapan itu “ Maaf, tapi aku mau ke supermarket habis itu nemanin Jesica. Aku udah janji.” Ucap Celio kemudian melanjutkan makannya.
“ Celio tidak apa-apa aku nanti sama Natlie aja,” Ucap Jesica beralih memandangi Natlie di sampingnya “ Yahkan Natlie?”
“ Terserah atur saja.” Kata Natlie memutar-mutar sedotan di minumannya.
“ Tidak apa-apa kok. Kan aku udah janji.” Ucap Celio.
“ Bukannya orang yang bikin skripsi itu sibuk yah?” Kata Regan yang sedari tadi diam. Menatap Seline dengan datar.
Seline yang mendengar perkataan Regan hanya tersenyum masam kepada Regan.
Makan siang itu seketika berubah jadi hening karena perkataan Regan.
Menyadari suasana yang langsung berubah Celio berdiri dan menuju kasir membayar makanan mereka.
“ Aku duluan yah. Udah aku bayar semuanya, Kak Seline sampai ketemu lagi. Jes ayo aku akan antar kamu ke perpustakaan.” Ucap Celio mengambil tas Jesica yang di gantung di kursi.
Jesica berdiri “ Aku duluan yah. Aye nanti ke perpustakaan yah. Aku tunggu loh.” Kata Jesica sebelum beranjak pergi dari tempat itu.
Mata Seline mengikuti gerak Jesica dan Celio yang keluar bergandengan tangan.
“ Nat, apa kamu udah selesai makannya?” Tanya Regan melihat Natlie yang sedang memainkan sedotan di bekas gelasnya, Ia sudah tidak betah berada lama-lama di tempat tersebut.
“ Udah kok Kak.” Ucap Natlie bersiap-siap pergi dari rumah makan tersebut.
“ Ayo.. aku akan mengantar kamu pergi ke perpustakaan.” Ucap Regan berdiri, Regan menatap tajam kepada Seline entah apa masalahnya hari ini, dia jadi sensitif melihat Seline begitupun dengan Seline yang menatap Regan, tatapan yang tidak terbaca maksudnya apa.
“ Kak Seline duluan yah sampai ketemu di lain waktu.” Ucap Natlie melambaikan tangannya kepada Seline, Seline pun membalas lambaian tangan Natlie.
Seline menatap kepergian Regan dan Natlie, Ia berkutat dengan gadgetnya dan beranjak pergi dari rumah makan tersebut.
.
__ADS_1
.
.