KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
14. LION


__ADS_3

“ Ngak Kok… Untukmu pasti akan kulakukan dengan senang hati.”


Sedangkan Natlie mulai memanas melihat 2 orang yang sedang memulai merayunya dan di rayu. Ini bisa saja membuat iri dengan 2 pasangan yang masih dalam tahap pendekatan dimana sang wanita nampak malu-malu sedangkan pria di depan wanita tersebut terlihat bersemangat menggoda wanitanya. Namun jauh dalam hati Natlie sangat senang karena Jesica di pertemukan dengan Celio yang baik hati tidak hanya itu pesonanya juga tidak ketinggalan.


“ Masih tahukan yah ada aku di sini!” Ucap Natlie menaikkan salah satu sudut bibir atasnya.


“ Maaf, Ayo lanjutkan makannya.” Kata Celio dengan senyumnya sambil menatap ke dua gadis yang ada di depannya secara bergantin.


“ Biar aku bantu Kak bersihin piringnya.” Ucap Jesica.


“ Ah itu tidak perlu Jes nanti aku yang membersihkannya, lagian kalian tamu special aku malam ini.” Ucap Celio dengan mata berbinar.


“ Gak apa-apa kok Kak aku hanya mau bantu kakak saja.” Kata Jesica yang sudah memulai membersihkan meja makan di ikuti oleh Celio yang ikut membersihkan piring kotor.


“ Haisss mulai lagi.” Gumam Natlie memperhatikan dua sejoli di depannya. “ Kak Celio bolehkah aku membuka album foto ini?” Kata Natlie sambil menunjukkan album foto tebal kepada Celio.


“ Hmmm boleh.” Celio berbalik dan menganggukkan kepalanya.


Jesica mengambil spons cuci piring yang di lepaskan Celio tadi, Saat itu juga Celio hendak mengambil kembali spons yang ia letakkan tadi. Namun bukan spons cuci piring yang saat ini dia genggam melain kan punggung tangan Jesica. Jesica yang terkejut mendongkakkan pandangannya kepada Celio yang lebih tinggi darinya. Pipinya merah seperti tomat yang sudah matang tatkala Celio ikut menatapnya.


“ Biar aku saja yang gosok piringnya. Kamu bagian bilas saja.” Ucap Celio memberikan tatapan dan senyum yang dapat mendebarkan hati.


Jesica melepaskan tangannya dari genggaman Celio dan memberikan spons cuci piring kepada Celio. Melihat Celio yang begitu lihai dalam membersihkan piring yang kotor membuat jiwa wanita Jesica menciut seketika, bukan hanya itu masakan Celio yang sangat Celio makin membuatnya iri. Celio memang pria idaman.


Natlie sedang membolak-balikkan album foto yang ada di pangkuannya “ Bukankah ini wanita yang kemarin?,” Gumam Natlie “ Lebih baik aku pertanyakan secara langsung kepada Kak Celio.”


“ Kak siapa ini? Bukankah ini wanita yang kemarin bersama kakak?” Tanya Natlie sambil berjalan menuju Celio.


Celio memperhatikan foto tersebut “ Ah Seline, Namanya Seline. Dia seniorku di kampus. Dia seperti Kakak perempuanku.” Jawab Celio.


Natlie menganggukkan kepalanya. Lalu meletakkan kembali album foto tersebut ke tempatnya semula. “ Hmmmm… Sepertinya aku ke rumah duluan yah. Makasih makan malamnya Kak. Sering-seringloh.” Ucap Natlie tanpa malu-malu, ia mengedipkan salah satu matanya. Jesica yang melihat itu menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


“ Oh ia jangan sampai lupa pulang yah Ca.” Ucap Natlie saat ia sudah berada di ambang pintu.


Canggung…


Celio duduk di samping Jesica, Ia memperhatikan Jesica yang sedang malu-malu.


“ Kak jangan melihatku seperti itu aku malu.” Ucap Jesica yang masih melihat ke bawa.


Celio mengangkat kepala Jesica, ia menegakkan kepala dan memutar kepala wanita tersebut pelan agar dia bisa melihat muka wanita yang sedang mengisi hatinya tersebut “ Jangan lihat kebawa nanti leher kamu sakit.” Celio tersenyum.


Lagi-lagi hal tersebut membuat jantung Jesica berpacu lebih cepat dari biasanya yang saat ini ia yakini pipinya telah merah merona karena perlakuan Celio.


Celio melepaskan tangannya dari muka Jesica kemudian mencubit hidung Jesica pelan.


Hal itu malah membuat muka Jesica seperti tertumpah darah segar. Untungnya Celio telah berdiri dan berjalan pelan masuk kamarnya. “ Apa kamu suka musik?” Ucap Celio.


“ Suka.”


Melihat gitar yang ada di tangan Celio membuat Jesica menyipitkan matanya “ Suka, tapi aku tidak tahu cara memainkan alat musik apapun Kak.”


“ Mau aku ajarin?” Tanya Celio yang sudah duduk di sambaing Jesica.


“ Ngak Kak. Makasih sebelumnya,” Jesica memandingi Celio “ Mending Kakak yang memainkan gitar itu. Aku tidak sabar mendengarnya.”


Celio tersenyum “ Baiklah dengan senang hati tuan putri.” Ucap Celio, ia mulai memainkan gitar tersebut.


“ Wahh Kak Celio keren. Tapi kenapa kakak hanya memainkan gitar itu? Kenapa tidak bernyanyi?” Tanya Jesica.


“ Udah, Segini dulu yah. Lain kali pasti aku tunjukkan itu kepada kamu.” Ucap Celio meletakkan gitar tersebut di sampingnya.


Jesica memanyunkan bibirnya, Ia terlihat menggemaskan. Celio menatap bibir Jesica ingin sekali ia mencoba bibir tersebut yang entah dari mana rasa penasaran akan bibir itu muncul dari mana. “ Apa yang kau pikirkan Celio. Tidak boleh begini. Bukan ini tujuanmu, tujuan mu adalah menjaganya sampai waktunya tiba."

__ADS_1


“ Apa Kakak hari ini tidak kerja?” Tanya Jesica.


“ Ngak, malam ini aku libur Jes.” Jawab Celio menyandarkan bahunya. “ Jes, bisakah kamu tidak memanggilku dengan sebutan kakak?” Tanya Celio.


“ Kenapa?” Jesica menaikkan kedua alisnya.


“ Hmmm… Gimana yah menjelaskannya,” Celio terdiam entah mengapa dia tidak suka jika Jesica memanggilnya Kakak “ Aku tidak bisa menjelaskan kenapa. Aku hanya tidak mau kamu memanggil ku kakak.” Ucap Celio memepuk pelan kepala Jesica.


“ Tapi aku tidak terbiasa Kak, memanggil seseorang yang berada di atas umur ku tanpa Kak atau semacamnya.” Kata Jesica.


“ Tapi aku juga tidak mau di panggil Kakak sama kamu,” Celio tersenyum “ Panggil aku Celio aja yah.” Pinta Celio kepada Jesica.


Jesica tersenyum, 1 ide muncul di kepalanya “ Bagaimana dengan LION?” Jesica tertawa lepas dengan idenya sendiri.


“ Menggemaskan.” Gumam Celio. Celio menarik kedua pipi Jesica menggunakan jempol dan jari telunjuknya “ Terserah kamu saja. Yang penting jangan panggil aku kakak lagi.”


“ Akan aku usahakan Kak.” Ucap Jesica “ Hmmmm… Kak ini udah malam aku pulang yah?. Natlie pasti udah nungguin aku dari tadi” Kata Jesica.


“ Ia Jes, “ Celio mengantar Jesica sampai pintunya “ Selamat malam Jes, Tidur yang nyenyak yah.” Kata Celio sebelu Jesica masuk rumahnya.


“ Selamat malam Kak. Makasih makan malamnya, tidur yang nyenyak.” Jesica melambaikan tangannya dan berlalu masuk rumahnya.


Celio tertawa kecil, ia mengatup pipinya sendiri ketika mengingat nama panggilan yang di berikan Jesica “ Lion?” Celio menghembuskan napasnya pelan “ Ada-ada saja.”


Sesudah Jesica masuk dalam rumah. Ia masuk kamar mandi menggosok gigi dan cuci muka seperti rutinitas kebanyakkan orang sebelum beranjak tidur. Jesica menatap pantulan dirinya saat menggosok gigi “ Ckkk… Lion.” Jesica tersenyum, gemas sendiri dengan nama panggilan yang ia berikan kepada Celio. Rutinitas sebelum tidur itu berlangsung lebih lama dari biasanya. Jesica masih saja mengingat-ngingat nama panggilan tersebut.


Jesica masuk kedalam kamar, Ia melihat Natlie.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2