KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
21. HARINYA REGAN


__ADS_3

Pertarungan itu di menangkan oleh Regan dan Natlie. Tentu saja Celio yang membayar makan siang selama satu minggu Jesica dan Natlie pun selalu ikut makan siang bersama mereka.


Hari ini adalah hari terakhir mereka mendapat traktiran dari Celio. Mereka sedang menikmati makanan yang bebas mereka pilih sesuai selera masing-masing.


Regan sedang mengetik sesuatu di gadgetnya “ Celio, bisakah nanti sore aku ke rumah mu.” Isi pesan Regan kepada Celio.


Celio membuka gadgetnya yang bergetar karena pesan dari Regan, Celio membaca pesan tersebut. Celio melihat ke arah Regan dan membaca kembali isi pesan tersebut “ Apa yang di lakukan si bodoh ini. Tidak bisakah dia menggunakan mulutnya yang suka bertanya tidak jelas itu?” Gumam Celio.


“ Apa maksudmu?” Ucap Celio menggoyang-goyangkan gadgetnnya.


Semua mata tertuju kepada Celio saat ini, mereka menghentikan makannya karena perkataan Celio barusan.


“ Apa maksudmu? Ke rumah ku di malam minggu?” Tanya Celio lagi karena Regan hanya diam saja.


Semua mata tertuju pada kepada Regan. Kenapa juga Regan ke rumah Celio di malam minggu. Kurang kerjaan sekali.


“ Haisss….” Regan menatap kesal Celio. Tidak seharusnya dia mengatakan isi pesannya apalagi disitu ada Natlie dan Jesica.


Regan menatap Natlie “ Natlie maukah kamu menemaniku malam ini jalan-jalan?” Tanya Regan kepada Natlie.


Yap, maksud Regan bertamu ke rumah Celio karena ingin bertemu dan melihat Natlie. Seseorang yang mulai perlahan-lahan menganggu isi pikirannya. Lagian ini adalah acara makan terakhir mereka. Tidak ada lagi alasan untuk bertemu Natlie.


“ Hahahaahahahh…” Celio tertawa terbahak-bahak “ Hahahahahaahahh…..” Sekali lagi Celio tertawa lepas saat memandangi Regan sejenak.


“ Jadi itu maksud pesan mu kepada ku? Kupikir kau? Hahahahahaha….” Celio tidak henti-hentinya menertawakan isi pikirannya dan perkataan Regan yang mengajak Natlie jalan-jalan malam ini.


“ Celio, Jangan gitu dong.” Ucap Jesica menghentikan tawa Celio walaupun dia juga sedang menahan tawanya. Bagi Jesica ini adalah langkah awal agar Natlie dan Regan dekat sekalian benar-benar menghapus Luke dari ingatan Natlie. Lagian Regan juga laki-laki yang baik dan pekerja keras.


“ Maaf.” Ucap Celio menghentikan tawanya.


“ Jadi bagaimana Natlie? Bisakah kamu menemaniku?” Sekali lagi Regan bertanya kepada Natlie. Begitu besar harapan Regan agar Natlie mau ikut dengannya malam ini.


Natlie menatap Regan “ Bentar yah kak aku minta ijin sama Om Dave terlebih dahulu.” Ucap Natlie kemudian mengirim pesan kepada Dave.

__ADS_1


“ Ini ketik nomor kakak disini, nanti aku kirim pesan jika Om Dave mengijinkan aku pergi.” Natlie menyodorkan gadgetnya kepada Regan.


Regan tersenyum senang. Bahkan sangat senang. Dengan ini dia bisa menghubungi Natlie kapan saja. Sekedar menanyakan apa yang Natlie lakukan, apa kabar hari ini atau sekedar kata aku merindukan kamu. Regan tidak lagi memikirkan apakah Dave akan mengijinkan Natlie atau tidak. Lagian dia bisa mengajak Natlie lain waktu.


Regan mengetik nomornya dan mengembalikan gadget Natlie. Mereka pun melanjutkan makan mereka.


………………………………………………………………………………


Malam itu Regan sedang memainkan gitarnya di pinggir kolam sembari menikmati kopi hangat kesukaannya dan tidak lupa ia menunggu pesan dari Natlie.


“ Ting….” Notifikasi dari gadget Regan berbunyi, tanda ada pesan yang masuk.


“ Kak… aku di ijinin Om Dave pergi tapi maksimal sampai setengah 11 malam saja.” Isi pesan Natlie.


Regan yang membaca itu sangat senang. Mungkin hari ini adalah hari keberuntungannya. Saking senangnya laki-laki itu tidak segan-segan menceburkan dirinya sendiri ke dalam kolam. Berenang sejenak karena Natlie mau menemaninya walaupun dia sendiri tidak mempunyai tujuan untuk pergi nantinya.


“ Aku siap-siap yah Natlie, aku akan ke situ sebentar lagi.” Regan mengirim pesan kepada Natlie.


Tidak lama setelah itu Regan sampai di rumah Natlie, namun terlebih dahulu Regan ke rumah Celio terlebih dahulu.


“ Hahahaha…. Mau kemana boss?” Celio lagi-lagi tertawa terbahak-bahak karena kelakuan Regan hari ini.


“ Mau ngedatelah, makan santai.” Kata Regan memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan karena helm.


“ Apa makan santai? Pakaian mu yang tidak santai. Hahahaha…. Apa kau mau mengajak Natlie makan di acara pernikahan seseorang?” Kata Celio sambil menertawakan Regan yang saat ini menggunakan setelan jas seperti mau menghadiri sebuah resepsi pernikahan untung saja dia tidak menggunakan dasi kupu-kupu. Kalau menggunakan dasi dia akan terlihat seperti mempelai laki-laki yang tidak mempunyai pasangan.


“ Ahh diam. Tidak ada gunanya bertanya kepadamu. Selera berpakaianmu memang rendah.” Kata Regan keluar dari rumah Celio dan berjalan menuju pintu Rumah Natlie.


“ Tok… Tok.. Tok…” Regan mengetuk pintu rumah Natlie.


Tidak lama setelah itu Natlie membuka pintu, Natlie memperhatikan Regan dari atas sampai bawa. Sama seperti Celio, Natlie heran melihat tampilan Regan yang berlebihan. Sedangkan Natlie hanya menggunakan baju kaos putih polos dengan celana jeans biru muda dan ankle boots yang tinggi heels hanya 3 Cm.


Regan tersenyum “ Apa kamu sudah siap?” Tanya Regan.

__ADS_1


“ Kak, apa aku perlu ganti pakaian?” Tanya Natlie sambil memperhatikan gaya pakaiannya dengan Regan yang sangat jauh berbeda.


“ Tidak perlu. Kamu sudah cantik kok dengan gaya seperti itu.” Ucap Regan.


Regan tidak sadar bahwa wanita di depannya sudah lama tidak di puji seperti ini. Mungkin hanya luka yang memenuhi hati itu karena perbuatan Luke.


“ Ayo…” Kata Regan tidak sabar ingin berduaan dengan Natlie.


“ Bentar Kak aku ambil jaket dulu yah.” Kata Natlie kemudian mereka berlalu pergi ke XXX.


Disinilah mereka restoran tepi danau dengan hanya beberapa meja saja di lengkapi dengan lampu-lampu kecil yang ada di tempat-tempat tertentu alunan musik live yang tidak terlalu kencang. Tempat itu tidak terlalu ramai karena terbilang mahal. Suasananya yang tenang pasti akan menambah keromatisan yang datang ketempat itu untuk menikmati waktu bersama kekasih mereka. Dan tentu saja Regan mampu membayar tempat itu sebenarnya dia juga dari kalangan orang kaya, dia hanya mengisi waktu luangnya untuk bekerja di supermarket Celio yang tidak di ketahui orang tuanya.


“ Sepertinya tempat ini mahal kak.” Kata Natlie memperhatikan tempat itu.


“ Gak apa-apa kok. Aku dapat bonus dari Celio.” Ucap Regan mempersilahkan Natlie untuk duduk.


Mereka pun memesan makanan.


“ Natlie, apa yang kamu sukai?” Tanya Regan.


“ Sukai? Sukai yang seperti apa kak?” Natlie kembali melempar pertanyaan kepada Regan.


“ Hmmm… seperti buku? Mata pelajaran? Film? Atau sejenisnya.” Kata Regan.


“ Aku suka film bergenre action dan komedi. Kalau buku aku tidak terlalu suka, aku hanya membaca untuk mengisi waktu yang sangat luang.” Kata Natlie.


“ Hmmm… Kalau aku bagaimana? Apa kamu suka?” Tanya Regan.


Natlie terdiam hatinya yang sudah lama tidak bergetar karena lelaki akhirnya bergetar juga “ Ahh… Kak Regan bisa aja.” Kata Natlie berusaha menutup kegugupannya.


Regan tersenyum masam “ Aku serius Natlie.” Kata Regan yang hanya mampu ia ucapkan dalam hati saja.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2