KAMU MEMANTRAIKU

KAMU MEMANTRAIKU
17. BISIK- BISIK DAN PAK DETEKTIF


__ADS_3

Saat Jesica masuk kembali ke kamar...


“ Aku akan berusaha melupakannya,” Natlie menghela napasnya “ Benar-benar melupakannya.” Ucap Natlie kemudian merebahkan badannya.


Jesica menganggukkan kepalanya kemudian ikut merebahkan badannya. Natlie membalikkan badannya membelakangi Jesica, air membasahi pipinya lagi. Namun sebisa mungkin tidak mengeluarkan suara isak tangis. Lelah dengan semuanya akhirnya ia tertidur.


………………………………………………………………………………


Hari berganti minggu. Belakangan ini Natlie menyibukkan dirinya membaca buku membersihkan rumah apapun akan ia lakukan agar melupakan Luke, bahkan foto-foto Luke dalam galerinya telah ia hapus tanpa tersisa 1 pun. Begitupun dengan Jesica selalu menemani Natlie. Ajakan jalan dari Celiopun selalu ia tolak dan untungnya Celio selalu mengerti Jesica.


Hari ini kedua gadis itu akan berangkat kuliah untuk pertama kalinya. Jesica mengambil Jurusan hukum sedangkan Natlie mengambil jurusan manajemen.


Pagi itu mereka berangkat menggunakan sepeda motor matic yang di berikan Dave yang di kemudikan oleh Natlie.


Di kampus…


“ Hai…” Celio menghampiri Jesica dan Natlie yang baru memarkirkan motornya.


“ Hai…” Ucap kedua gadis itu.


“ Jes, bisakah nanti kita pulang bersama? Ada yang ingin ku katakan?” Tanya Celio.


“ Ia boleh.” Bukan Jesica yang menjawab melainkan Natlie yang menjawab “ Udah gak usah mikirin gua, gua udah gak apa-apa kok. Kasihan Kak Celio udah seminggu di anggurin.” Ucap Natlie terkekeh pelan.


“ Hmmm… beneran nih gak apa-apa?” Tanya Jesica.


“ Ia bawel bangat, Udah yah gua duluan.” Natlie melangkahkan kakinya meninggalkan Jesica dan Celio yang masih di parkiran lagian mereka beda kelas juga.


Celio menatap Jesica pun sebaliknya.


“ Kelas kamu dimana? Aku antar yah?” Tanya Celio.

__ADS_1


“ Ada di lantai 5 ruang 509.” Jawab.


Mereka berjalan beriringan sesekali Celio melirik ke arah Jesica. Sesampainya di ruang 509 Celio memperhatikan isi ruang itu yang dominan adalah laki-laki “ Haisss… Kenapa laki-lakinya banyak sekali, kenapa perempuannya sedikit sekali. Bukankah di dunia ini cewek yang jumlahnya lebih banyak dari laki-laki.” Celio menggerutu kesal dalam hatinya. Pun yang di dalam ruangan itu berbisik-bisik memperhatikan Celio yang berdiri di pintu ruangan tersebut.


“ Wahh ganteng sekali.” “ Hmmmm tampan.” “ Apa yang dia lakukan.” “ Apa dia satu ruang dengan kita.” “ Dia adalah tipe ideal ku.” “ Liat alis hidungnya sangat menggoda.” “ Apa dia adalah tipe senior yang suka menggoda mahasiswi baru.” Itu adalah bisik-bisikan yang ada di ruangan itu ada yang memuja dan ada yang tidak suka dengan kehadirannya.


“ Celio… Celio…. “ yang di panggil masih diam saja tidak pindah dari pintu “ Lion.” Jesica memanggil Celio dengan suara yang agak keras menyadarkan Celio dari khayalan dan tatapan membunuhnya kepada isi ruangan itu.


“ Maaf, aku hanya mencari bangku yang masih kosong.” Kata Celio sambil berbalik ke arah Jesica yang ada di belakangnya.


Jesica tersenyum “ Lion, gimana aku mau masuk kalau kamu menghalangi jalanku.”


Celio memberi jalan kepada Jesica. Saat Jesica berdiri di pintu semua mata tertuju padanya.


“ Wah manis.” “ Cute.” “ Rambutnya bagus banget.” “ Lihat senyumnya adalah point utamanya.” “ Dia mau ngak yah jadi pacar gue.” “ Sana minggir beri dia tempat duduk itu. Dia akan duduk di sampingku.” “ Apa dia wanita penggoda.” “Apa yang di lakukan disitu.” Terdengar bisik-bisik yang bahkan bisa di dengar itu tatkala ada sosok wanita yang bahkan belum menoleh sepenuhnya kepada mereka.


Tentu saja Celio mendengar semua bisik-bisikan itu membuat hatinya panas. Ingin rasanya dia mengikuti mata kuliah pertama Jesica dan lebih memilih membolos.


Jesica berbalik dan mulai mencari kursi kosong dan yang posisinya strategis menurutnya. Saat meihat kursi kosong dia tersenyum dan membuat para lelaki di kelas itu terpanah. Jesica berjalan pelan ke arah kursi tersebut.


Jesica mendaratkan bokokngnya di kursi tersebut. Ia mendongkakkan kepalanya ternyata Celio yang berdiri di samping kursinya.


“ Loh. Kok ke sini? Kenapa?” Tanya Jesica yang heran masih melihat Celio berdiri di sampingnya, menatap tajam satu persatu para lelaki isi ruangan itu seolah-olah mengibarkan bendera permusuhan dan mengklaim wanita yang di antarnya adalah kepunyaannya.


Jesica menarik-narik pelan tangan Celio “ Celio…” Yang di panggil masih belum melihat ke arah suara padahal dia sadar ada yang memanggilnya “ Lion…” Kata Jesica dengan lembut.


“ Udah yah, nanti dosennya masuk. Aku gak apa-apa sendiri. Pasti nanti aku dapat teman kok.” Kata Jesica dengan tersenyum manis.


“ Ngak boleh! Bagaimana kalau dia berteman dengan para lelaki hidung belang itu.” Gumam Celio. Untungnya dia masih sadar bahwa dia belum mempunya hak untuk mengatur-atur Jesica.


Jesica tersadar saat ini mereka menjadi pusat perhatian seisi kelas, Ia berdiri dan menggandengan tangan Celio menggiring Celio berjalan keluar.

__ADS_1


Jesica menatap Celio “ Aku gak apa-apa kok sendiri,” Jesica tersenyum “ Aku orangnya mudah berteman kok. Lion tenang aja.” Jesica mengedipkan salah satu matanya berusaha meyakinkan Celio.


“ Ahhkkkk…. Bukan itu yang ku maksud. Kamu boleh berteman sama perempuan di kelasmu tapi para lelaki hidung belang itu jangan.” Gumam Celio yang hanya lagi-lagi hanya mampu ia ucapkan dalam hati.


“ Tapi….” Celio menghela napasnya.


“ Benaran tidak apa-apa Celio, aku tidak akan terluka atau kenapa-kenapa.” Ucap Jesica mengelus pelan kepala Celio.


Celio menghembuskan napasnya dan mengalah. Bukankah seharusnya memang begitu? Ada-ada saja. “ Baiklah aku akan pergi sekarang. Nanti kalau udah selesai kelasnya langsung hubungi aku yah. Pasti aku langsung datang kok.” Kata Celio.


“ Ia tenang saja.” Jesica menganggukkan kepalanya pelan kemudian masuk kedalam kelas.


Celio menatap bayangan Jesica yang mulai menghilang.


“ Bhuaaarrrr….” Seorang lelaki menepuk punggung Celio.


“ Ahh kau mengagetkan ku saja.” Kata Celio.


“ Aishh ngapain Pak Direktur berdiri diam di depan kelas ini?” Lelaki itu sedikit mendongkakkan kepalanya menatap Celio yang sedikit lebih tinggi darinya “ Tidak biasanya. Biasanya kalau tidak ada kelas pak direktur akan sibuk dengan supermarketnya.” Lelaki itu terdiam sejenak “ Hmmm lagian lantai ini khusus jurusan hukum, jurusan teknik informatika masih 2 lantai lagi.” Yap detektif dadakan hadir saat ini.


“ Apa yang kau lihat?” Celio mendorong pelan lelaki tersebut “ Jangan panggilku pak direktur atau ku pecat kau.” Celio mengancam lelaki tersebut yang merupakan pekerja part time di supermarketnya sekaligus mahasiswa dan teman kelas Celio “ Lagian kenapa kalau aku disini. Itu bukan ususanmu.” Celio melangkahkan kaki meninggalkan detektif dadakan.


Celio berbalik “ Aku mengantar wanitaku ke kelasnya.” Celio berbalik dan berjalan kembali.


“ Haaahhh… Daebak!!!! Siapa yang telah membuat Pak Direktur jatuh cinta……..”


.


.


.

__ADS_1


.


Daebak \= Luar biasa, Keren, Wow....


__ADS_2