
Jesica masuk kedalam kamar, Ia melihat Natlie sudah tidur terlelap. Jesica menyelimuti dirinya sendiri dan Natlie.
…………………………………………………………
Hari telah berganti hari. Tepat hari ini ialah hari dimana kedua gadis harus mengikuti tes di salah satu kampus swasta ternama di Jakarta. Yah Kemarin- kemarin mereka telah daftar online di kampus tersebut. Kebetulan kampus tersebut adalah kampus dimana Celio kuliah.
“ Natlie buruan dong, Mas grabnya udah nunggu di depan.” Kata Jesica memperhatikan jam yang melingkar di tangannya.
Celio keluar dari rumahnya “ Apa perlu aku antar?” Celio berhadapan dengan Jesica.
“ Itu tidak perlu lagian aku bareng Natlie. Masa naik motornya bertigakan gak lucu.” Jesica tersenyum.
Yah Jesica sudah tidak menggunakan panggilan KAKAK ( terkecuali jika Celio sedang tidak di tempat ) kepada Celio tetapi terkadang untuk menjaili Celio, ia memanggilnya LION.
Natlie memasang sepatunya “ Ayo buruan, Duluan yah Kak.” Kata Natlie yang berjalan cepat meninggalkan Celio dan Jesica.
“ Haissss…” Kata Jesica memperhatikan Natlie “ Aku duluan yah.” Jesica mulai melangkahkan kakinya.
“ Jes, semangat yah. Kamu pasti bisa. Nanti aku temui di kampus.” Ucap Celio yang membuat Jesica harus menghentikan langkah kakinya.
Jesica menganggukkan kepalanya kepada Celio, kemudian berjalan cepat menyusul Natlie.
Di ruang tes…..
Natlie sedang sibuk mengkomat-kamitkan mulutnya seperti sedang membaca mantra agar jawabannya benar semua. Hah tidak! Dia sedang menghapalkan kembali apa yang beberapa hari ini dia pelajari, Natlie memang belajar keras untuk masuk di kampus ini katanya ini semua untuk Frey anak semata wayangnya yang harus ia bahagiakan kelak. Sedangkan Jesica hanya diam tenang di tempatnya. Ia telah selesai mengerjakan soal di depannya.
30 menit kemudian.
“ Ayo kumpulkan jawaban kalian di depan. Pengumuman lulus atau tidak akan keluar di website kampus 3 hari kedepan!” Kata pengawas tersebut badannya lumayan berisi, lipstick merah merona dengan mata berbalut kacamata.
“ Huhh… Akhirnya selesai juga.” Kata Natlie sambil mendaratkan bokongnya di kursi depan ruang tes di ikuti oleh Jesica yang sibuk dengan gadgetnya.
“ Ehh Aye, kak Celio ngajak kedepan nih. Katanya dia ada di supermarket dekat kampus.” Tidak lama setelah membaca pesan itu Celio mengirim lokasinya kepada Jesica.
“ Kak Celio ngirim lokasi nih. Gimana mau ke sana gak?” Tanya Jesica.
__ADS_1
“ Haiss.. yang di ajak siapa? Lu kan,” Natlie memejamkan matanya sejenak menghirup napas panjang “ Yah sudah kalau lu maksa gini aku bisa apa. Ayoo….” Kata Natlie yang sudah berjalan duluan.
“ Drama mu drama mu.” Kata Jesica.
Stanley Mart
Natlie langsung masuk ke supermarket tersebut dimana Celio sedang duduk dengan kursi dan meja kecil.
“ Stanley Mart,” Kata Jesica ketika melihat tulisan besar di pintu masuk supermarket tersebut. “ Bukannya Stanley itu nama belakang Celio?” Gumam Jesica kemudian ikut duduk bersama Natlie dan Jesica.
“ Gimana tesnya Jes? Lancar?” Tanya Celio.
“ Tidak ada yang special. Semuanya berjalan dengan lancar.” Jawab Jesica.
“ Oyahh… Minum dulu kamu pasti haus.” Celio mendekatkan minuman yang memang di sediakan untuk Jesica sedangkan Natlie sudah meneguk habis minuman yang di sediakan Celio.
“ Makasih Lion.” Ucap Jesica.
Celio tersenyum, entah kenapa dia sangat suka jika Jesica memanggilnya Lion “ Sama-sama. Minumlah.”
Jesica meneguk habis minuman tersebut “ Bukannya Stanley nama belakang kamu?” Tanya Jesica.
“ Tidak, Aku hanya membaca nama supermarket ini,” Jesica menatap Celio “ Stanley Mart.”
Celio tertawa kecil “ Heheheh… bingung yah? Ini memang supermarket milik Papa. Dulu Papa kuliah di Universitas xxx kemudian mendirikan supermarket ini. Tapi dulu tidak sebesar ini. Seiring berjalannya waktu supermarket ini semakin berkembang karena banyak mahasiswa atau mahasiswi yang datang berbelanja disini baik sekedar membeli cemilan atau kebutuhan di kosan mereka. Kemudian Papa mendirikan perusahaan. Jadi supermarket ini aku yang kelolah.” Kata Celio panjang lebar.
“ Whuaahhh…” Mulut 2 gadis di depan Celio terpenganga.
Refleks tangan Jesica mengelus pelan kepala Celio “ Lion memang terbaik.” Ucap Jesica sambil tersenyum bangga akan kemandirian Celio.
Jantung Celio berpacu dengan cepat, sebisa mungkin dia mengontrol diri agar tidak menarik Jesica masuk kedalam pelukannya.
“ Eheemmm…” Natlie berdehem menghentikan aktivitas tangan Jesica di atas kepala Celio.
“ Kirain kak Celio tuh jadi kasir atau bersih-bersih di supermarket.” Kata Natlie.
__ADS_1
“ Hahahahaha…,” Celio tertawa mendengar perkataan Natlie. “ Awalnya aku memang hanya bersih-bersih selama satu tahun disini dan jadi kasir karena masa percobaan dari Papa.”
“ Hahhhh.. benarkah?” Jesica terkejut dengan perkataan Celio.
Celio pun menganggukkan kepalanya “ Jadi sekarang aku hanya mengawasi karyawan dan laporan keuangan saja, Ayo makan siang,” Celio berdiri dari duduknya “ Tidak jauh dari sini ada mall. Kita makan di sana sekalian nonton. Jalan kaki juga bisa kesana.” Ajak Celio.
Mereka pun berjalan ke mall yang di maksud Celio.
Mereka masuk ke sebuah restoran dan memesan makanan sesuai dengan selera masing-masing. Celio yang memang lebih menyukai makanan vegetarian memesan Veggie Spring Rolls , Jesica yang lebih memilih Caldo Verge ia mengikuti Celio belajar untuk hidup sehat, Sedangkan Natlie seperti biasanya ia memesan Mie Shan. Mereka menikmati makanan mereka masing-masing.
“ Kak Celio sepertinya aku pulang duluan. Om Dave nunggu di rumah.” Kata Natlie.
“ Om Dave ada di rumah?, kalau begitu aku juga pulang.” Kata Jesica.
“ Haisss…Bodoh gua gak mau ganggu kalian bangke. Apalagi jadi nyamuk di antara kalian. Jelas-jelas Celio ngajak lu ngadate.” Gumam Natlie “ Lu disini aja nanti gua bilang ke Om Dave lu lagi jalan sama Kak Celio.” Kata Natlie yang tidak mau lagi menunggu balasan dari Jesica, Ia keluar dari restoran.
Natlie keliling mall tersebut karena sebenarnya tidak ada Dave yang sedang menunggu di rumah. Dia hanya mau keliling dan memang mau sendiri.
Jesica dan Celio naik ke lantai atas dimana bioskop di mall tersebut berada. Ingin rasanya Celio menggenggam tangan yang hanya beberapa cm dari tangannya. Namun sekeras mungkin Celio menahan diri, Ia tidak mau membuat Jesica berpikiran yang aneh-aneh tentangnya ditambah lagi Jesica belum menjawab pernyataan akan perasaan Celio.
Namun tanpa di sadari Jesicalah yang terlebih dahulu menarik tangan Celio. Jesica berlari kecil di ikuti Celio yang berjalan cepat mengikutinya “ Lion, Lihat boneka singa ini,” Jesica memperliatkan boneka kecil tersebut ke Celio “ Bukankah dia sangat lucu.” Kata Jesica mengembalikan boneka tersebut.
Celio memperhatikan Jesica “ Apa kamu suka bonekanya?” Tanya Celio.
Jesica menganggukkan kepalanya pelan “ ia.” Jesica malu-malu menatap Celio.
Celio gemas melihat tingkah Jesica “ Ini hadiah buat kamu.” Kata Celio mengambil kembali boneka tersebut dan memberikan kepada Jesica.
“ Trima Kasih Lion.” Kata Jesica. Celiopun membawa boneka tersebut ke kasir.
Mereka melanjutkan tujuan mereka yaitu bioskop dengan lengan yang melingkar di tangan Celio dan tangan Jesica yang mengempas ngempiskan boneka singa tersebut.
Sementara Natlie dari kejauhan ia melihat...
.
__ADS_1
.
.