Kembalilah Istriku

Kembalilah Istriku
Bab 13 - Kecewa


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang.


"Mungkin orang tua Nak Adam lebih tau alasannya."


Kata itu selalu terngiang di telinga Adam.


"Ada apa sebenarnya? Kenapa Ibu mengatakan hal seperti itu? Seolah-olah orang tua Ku yang menyebabkan Dinda meninggalkan Ku."


Adam berperang dalam pikirannya sendiri. Ia tak habis pikir, selama Ini pernikahannya baik-baik saja, bahkan Ia sangat yakin jika Dinda sangat mencintainya. Tapi kenapa Dinda meninggalkannya?


"Aku yakin pasti ada sesuatu yang disembunyikan."


Tiba di rumah Adam langsung masuk dan bertemu dengan Mamah nya.


"Kamu dari mana Sayang? Kamu kan belum pulih betul, harusnya Kamu istirahat."


"Mah, apa ada sesuatu yang ingin Mama sampaikan ke Adam?"


Kenapa Adam tiba-tiba bertanya seperti itu? tanya Mamah dalam hati.


"Tidak Sayang, memang apa yang harus Mamah sampaikan?"


"Entahlah, semoga tidak ada hal yang Mama sembunyikan dari Ku, Aku akan sangat kecewa jika Mamah membohongi Ku."


Adam berlalu masuk kamar.


"Bagaimana ini, sepertinya Adam curiga." ucap Mamah pelan.


Di kamar Adam memandangi foto istrinya sambil menangis.


"Din, Sakit Din, hatiku sangat sakit. Untuk apa Aku bangun dari koma jika kenyataannya Kamu tidak ada? lebih baik Aku mati. Huuuhuuuhuuu, Dindaaaa....."


Adam emosi, Ia kehilangan akal dan mengamuk di dalam kamar. membanting semua barang, termasuk TV dan jendela pun ikut pecah.


Mamah yang mendengar kegaduhan segera menghampiri kamar Adam.


Dorr..dorr..dorr...


Mamah menggedor pintu kamar Adam, tidak mungkin Ia hanya mengetuk pasti tidak akan terdengar.


"Adam... Tolong buka pintunya Sayang."


Mamah sangat panik ketika tidak ada jawaban, Ia memanggil Pak Ujang untuk mendobrak pintu.


Brakkk...


setelah bersusah payah Pak Ujang berhasil mendobrak pintu.


"Adaaaammmmmm......"


Mamah histeris ketika mendapati Adam yang sedang memegang pecahan kaca dan berusaha memotong urat nadinya.


Mamah dan Pak Ujang berlari ke arah Adam. Mamah memeluk Adam dan Pak Ujang merebut pecahan kaca yang ada di tangan Adam.


"huuhuuhuu, kenapa kamu jadi seperti ini Sayang, tolong kamu sadar Adam, apa kamu tega meninggalkan Mamah?" tanya Mamah tersedu


Beruntung mereka berhasil masuk tepat waktu, sehingga pecahan kaca itu belum sempat melukai tangan Adam.


Namun kini Adam seperti manusia tak bernyawa, Ia tidak merespon ucapan Mamah nya, Ia hanya terdiam dengan pikiran kosong.


Mamah dan Pak Ujang berusaha memindahkan Adam ke tempat tidur.


Di tempat tidur, Mamah terus memeluk Adam, Ia masih terkejut dengan pemandangan tadi.


Mamah sangat menyesal kenapa dulu Ia menelan mentah-mentah perkataan Erika. Padahal Ia tahu betul Adan sangat mencintai Dinda.


"Maafkan Mamah Sayang. Huuhuuuhuu." ucap Mamah terus menangis.


"Adam tak sanggup, Sakit Mah hati Adam sakit." ucap Adam yang menangis di pelukan Mamah nya.

__ADS_1


"Lebih baik waktu itu aku tidak usah bangun lagi, dari pada harus menerima semua ini, Aku tak sanggup Mah."


"Tolong jangan bicara seperti itu Sayang. Mamah dan Papah sangat menyayangimu, jika Kamu pergi bagaimana dengan Kami?"


"Mamah bisa bicara seperti itu, harusnya Mamah tahu perasaan Adam!"


Deg..Mamah berasa ditampar oleh perkataan Adam. lagi-lagi Ia menyesal atas perbuatannya, hatinya pun ikut merasakam sakit.


"Kenapa Aku bisa setega itu memisahkan mereka dan melepaskan menantu sebaik Dinda." gumam Mamah dalam hati penuh sesal.


"Maafkan Mamah Sayang ini semua salah Mamah." Mamah memberanikan diri untuk mengatakan pada Adam.


Seketika Adam menengok ke arah Mamah nya.


"Maksud Mamah?"


"Dinda pergi karena Mamah yang memintanya untuk menceraikan Mu."


Wajah Adam langsung merah padam, hatinya terasa panas, Ia tak menyangka bahwa ibunya sendiri yang tega memisahkannya.


"Apapun alasan Mamah, Adam tidak dapat menerimanya Mah. Aku kecewa."


Adam yang sangat kecewa pun tidak ingin mendengar apa-apa lagi dari mulut Mamah nya. Ia segera beranjak dan meninggalkan rumah itu.


"Sayang... Maaf kan Mamah, Mamah menyesal Adam, tolong Kamu jangan pergi. Mamah akan menebus kesalahan Mamah. Mamah akan memohon pada Dinda agar Dia mau kembali."


Langkah Adam terhenti, Ia membalikkan badan nya dan berkata :


"Percuma Mah, Sudah telat. Dinda sudah pergi." ucapnya dengan wajah Datar.


"Apa kamu bilang? Dinda pergi? Pergi kemana Adam?"


"Jika Aku tau, apa mungkin Aku akan membiarkannya? Aku pasti akan menjemputnya Mah. Dia pergi tak lama setelah menceraikan Aku." ucap Adam seraya berlalu meninggalkan rumah.


Setiap mengatakan kata CERAI, hati Adam terasa sakit dan sesak.


Mamah tak bisa berkata-kata, penyesalannya tiada guna, karena itu tidak dapat merubah keadaan.


----------------


Adam pulang kerumahnya. Semenjak keluar dari Rumah Sakit ini pertama kalinya Ia kembali kerumahnya. rumah yang Ia tempati bersama dengan Dinda.


Sejak memasuki pintu rumah, Adam selalu terbayang kenangan mereka,


Ia berdiri terpaku, tersenyum seolah Dinda ada disana.


Flashback#


"Taraa... ini special untuk suami Ku tercinta." ucap Dinda yang membawa salad buah untuk mereka makan sambil menonton DVD.


Lalu Dinda pun ikut duduk di samping Adam.


"Biar antimainstream nonton nya sambil makan salad bukan makan popcorn ya Mas."


Adam segera menyendok salad itu.


"Aaaaaa...." ucap Adam dengan gerakan menyuapi.


Namun ketika Dinda membuka mulutnya, tangan Adam malah berbelok dan salad itu Ia makan sendiri.


"Maaasssss...." ucap Dinda manyun.


"hehehe, Iya nih aaaaaaa...." Adam ingin menyuapi lagi.


"Gak ah, males." ucap Dinda merajuk.


"Cieee ngambek, hidungnya gak usah kembang kempis gitu dong sayang." ucap Adam meledek Dinda.


"Tau ah..." jawab Dinda membuang muka dan memajukan bibirnya.

__ADS_1


Dinda merajuk karena bukan cuma sekali Adam meledek Dinda, tapi sering.


"Yakin masih mau ngambek?" tanya Adam sambil mencolek2 pinggang Dinda, lama kelamaan iya menggelitik tubuh Dinda.


Dinda yang tak tahan geli pun akhirnya tertawa..


"Hahahahaha, udah mas, ampuuun gelii."


"Masih mau ngambek hah?" ucap Adam gemas dan masih menggelitik.


"Iya iya, Aku gak marah lagi."


"Gitu dong, kan cantik kalau senyum." Adam merayu lalu merangkul bahu Dinda.


Mereka pun melanjutkan tontonan nya.


Saat sedang asyik menonton, tangan Adam tak henti bergriliya.


"Mas udah dong, geli tau." menepak tangan Adam.


"Abis aku gemas sama hasil karya Aku?"


"What?? Hasil karya apa?"


"Ini." m*****s bagian dada Dinda.


"Aku selalu ingat saat pertama kali menyentuhnya Aku bergumam dalam hati."


"Hhmm Kenapa hayoo." tanya Dinda penasaran.


"Dalam hati Ku bilang, Iih apaan ini kok kecil banget, padahal kalau dari luar keliahatannya besar. hahahaha." tanpa dosa Adam tertawa.


Dinda yang malu pun langsung menutup mulut Adam dengan tangannya.


"STOP jangan dilanjut."


Tapi bukan Adam namanya jika tidak menjahili istrinya.


Adam menepis tangan Dinda dan melanjutkan ucapannya.


"Saat itu Aku nebak, pasti Kamu pakai yang ada busanya biar kelihatan besar ya? huahahahahaha." Adam terpingkal-pingkal.


Ya ampunn suami macam apa itu bahagia sekali mempermalukan istrinya sendiri? Kasiha sekali Kamu Dinda.


"Teruss aja teruusss." Dinda sangat kesal dan malu Ia tak bisa berkata-kata. lalu Ia beranjak dari duduknya.


Seketika Adam menarik tangan Dinda yang hendak melangkah pergi.


"Tunggu dulu aku belum selesai ngomong. Kamu main pergi aja." memeluk Dinda dipangkuannya.


"Apa? Belum puas kamu bikin Aku malu?"


"Dihh sama suami sendiri ngapain malu? lagian sekarang kan Aku udah berhasil membuatnya jadi lebih besar. Makanya aku puas dengan hasil karya Ku." Ucap Adam Nakal


Dinda hanya memicingkan matanya ke arah Adam.


Adam yang sudah gemas tak kuasa untuk tidak menyerangnya. Selanjutnya pertempuranpun terjadi. Yang seharusnya menonton TV pun malah ditonton oleh TV.


Flashback Off#


Ketika ia tersadar dari lamunan Adam meneteskan Air matanya.


"Apa Kamu bahagia sudah meninggalkan Ku Din?" ucap Adam lirih seraya berlalu ke kamar.


Di dalam kamar Adam menemukan sebuah cincin yang terletak di atas nakas. dibawah cincin itu terdapat surat. Adam segera membacanya.


---------------------------------------------------------------------------


Terima kasih sudah bersedia mampir,

__ADS_1


mohon maaf jika masih banyak kekurangan.


mohon dukungan Like, Komen dan Vote nya ya, Biar makin semangat nulisnya. 😉


__ADS_2