
"Perlengkapan sudah masuk semua Dim?" Tanya Dinda.
"Sudah Kak, Tinggal jalan aja." Ucap Dimas.
"Oke, Dave datang kita langsung jalan ya."
"Eh iya Kak, Aku ambil kamera dulu, ketinggalan di kamar."
"Ya udah cepet ambil!"
Dimas segera berlari ke kamarnya.
"Huhh Uncle nih, tadi di tanya katanya udah bewes (beres) semua, tapi malah ada yang ketinggalan, dasaw (dasar) pikun." Anak kicik lagi ngedumel.
"Uncle pikun karena sudah dewasa, Sea yang masih kecil aja kadang suka pikun." Mommy menegur Sea.
"Iih Mommy, Aku kan lupa bukan pikun." the power of bocil, Sakarepmu!
Dinda hanya menggelengkan kepala nya.
"Hai Sea, ready to go?" Akhirnya Dave muncul juga.
"Daddy.. Aku sudah siap dawi (dari) tadi, kenapa Daddy telat?"
"Maaf sayang Daddy bangun kesiangan." Jawab Dave berbisik di telinga Sea.
"Wahhh Daddy, masa kalah sama Aku? Aku lho bangunnya pas masih gelap." Subuh maksudnya. Biasa lah anak-anak kalau mau ada acara bangunnya lebih cepet, padahal kalau harus sekolah susah banget di banguninnya.
"Oya?? Hebat dong? Kalau gitu besok pas mau sekolah Sea bangunnya pagi juga dong?"
"Ya tewgantung (tergantung)."
"Tergantung apa?"
"Tewgantung, kalau di kasih hadiah Aku pasti bangun pagi. hehehe"
"Yahh payah dong, masa bangun pagi nya karena hadiah."
"Biawin (biarin) dari pada Daddy sudah besar masih kesiangan." Skak matt."
"Dasar..." Dave mengacak rambut Sean.
Semua orang pun tertawa.
Sementara di sebrang jalan ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka dengan hati membara.
"Bisa-bisanya Kamu bahagia seperti itu Din? Sementara Aku di sini tersiksa karena Mu!"
Gumam Adam.
Semenjak Ia bertemu Dinda kembali, Ia selalu bolak balik ke Kalimantan. Ternyata waktu itu Adam tidak benar-benar pergi dari restoran. tapi Dia membuntuti Dinda.
Flashback#
__ADS_1
"Jangan Kamu pikir Aku akan menyerah begitu saja Din!" ucap Adam lirih, Ia menunggu (di dalam mobil) Dinda keluar dari resto.
Tak lama kemudian Dinda, Sean dan Dave keluar dari resto dan masuk ke mobil Dave. Beruntung saat itu mereka langsung pulang ke rumah Dinda, sehingga Adam tidak perlu kesulitan mencari rumah mantan istrinya lagi.
Mereka turun dari mobil.
"Sea, Daddy langsung pulang ya?" Ucap Dave.
"Kenapa Daddy tidak masuk dulu?" Tanya Sea.
"Daddy harus kembali ke kantor sayang, kasihan Uncle Andri jika Daddy terlalu lama meninggalkannya."
"Iya deh, Daddy hati-hati yah!"
"Oke sayang, Kiss n hug." Memeluk Dave.
"Din Aku pamit ya."
"Iya Dave, hati-hati."
"Oke, Salam untuk Ibu."
"Kenapa pria itu tidak ikut masuk?" Gumam Adam.
"Pak tolong ikuti mobil itu!" Adam meminta supir untuk mengikuti Dave.
Mobil Dave masuk ke area kantornya.
"Oh, ternyata Dia kembali ke kantor." Ucap Adam
"Kembali ke apartemen saya pak!" Adam memutuskan kembali.
Saat itu Adam di Kalimantan untuk kepentingan bisnis, sehingga Ia tidak dapat berlama-lama di sana. Namun setiap ada waktu luang, Adam pasti meluncur ke Kalimantan untuk memantau Dinda.
Beberapa kali Ia memantau Dinda, muncul banyak pertanyaan di hatinya. Adam bingung kenapa Dave tidak tinggal di rumah Dinda.
Flashback Off#
Semenjak melahirkan Sean, Dinda merasa butuh waktu lebih untuk dapat mengurus Sean, sehingga Ia memutuskan untuk membuka restoran agar dapat mengatur waktunya dengan bebas. Namun hingga saat ini Dinda masih bekerja dengan Dave, tapi tidak terikat (freelance), waktunya lebih fleksible.
Hari ini mereka akan pergi ke pantai. Sebenarnya Dinda pernah janji untuk mengajak Sean melihat lumba-lumba di Pantai Lovina Bali, namun karena waktu nya tidak cukup untuk perjalanan ke luar pulau, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke Pulau Derawan.
Walaupun masih kecil, Sean sangat pengertian pada Mommy nya, jadi Ia tidak protes walaupun tidak bisa melihat Lumba-Lumba. Yang penting bisa main pasir di pantai.
Sean dan Dinda naik mobil yang dikendarai Dave, sementara Dimas dan Ibu naik mobil milik Dinda, dan ada satu orang lagi yang Dinda ajak, yaitu Eva. Dia ikut di mobil Dimas.
Mobil Dave.
"Mommy, please play a song!" pinta Sean.
"Mau lagu apa Sea?"
""Sunday Best, Thundew (thunder) memowies (memories), hawey (harley) in hawai...... Mom." menyebutkan beberapa lagu kesukaannya.
__ADS_1
Tak seperti anak pada umumnya, Sea lebih menyukai lagu-lagu hits internasional.
"Banyak Sekali Sea, satu-satu dong sayang!"
"Kan biaw(biar) Mommy tidak bewtanya (bertanya) ke Aku lagi."
"Hmmhh."
Mereka pun asik ikut menyanyikan lirik lagu yang sedang di putar, tidak lupa dengan kacamata kece nya.
1 jam kemudian mereka tiba di bandara. karena jarak yang lumayan jauh bila di tempuh melalui jalur darat, maka mereka memilih naik jet pribadi milik Dave.
Sementara itu, Adam hanya gigit jari karena tidak dapat membuntuti mereka lagi.
"Sial mau pergi kemana mereka sampai naik pesawat segala." maki Adam sambil membelokkan mobil nya.
2 jam kemudian mereka tiba di Pulau pribadi milik Dave, yang berada di kawasan Pulau Derawan.
Pulau Derawan
Pada tahun 2005 pemerintah memasuki kawasan ini ke Unesco sebagai salah satu situs warisan dunia. Tempat ini mendapat julukan sebagi Pulau Pristine yaitu tempat yang keasriannya masih terjaga, dan memiliki terumbu karang yang langka. sehingga tempat ini terkenal hingga ke mancanegara.
Pertama kali menginjakan kaki disini, mereka disambut dengan hamparan pasir putih yang memukau. Warna airnya sangat jernih membuat mereka terpesona.
Bagi yang menyukai fotografi, disinilah surga yang mereka cari. Setiap sudut adalah Pemandangan yang tak boleh dilewatkan.
Keindahan Pulau Derawan tidak hanya sampai di situ saja, banyak hal yang dapat dilakukan. Spot diving dan snorkeling menjadi salah satu spot yang tidak boleh dilewatkan. Satu lagi, Sunset yang indah dapat memanjakan mata setelah lelah beraktifitas.
"Its so beautifull. Tewima (terima) kasih Daddy sudah mengajak Aku kesini."Ucap Sean yang takjub melihat pemandangan di depannya lalu memeluk Dave.
" Iya Sayang, Mari kita masuk ke resort dulu. Sea ganti baju, nanti Daddy ajak Sea naik cano, Kita lihat ikan dan karang yang cantik." Ucap Dave.
"Okay Daddy, come on Mommy, Aku sudah tidak sabaw(sabar)."
"Dasar anak kicik." Ledek Dimas.
Mereka pun bergegas ke kamar masing-masing. Dinda satu kamar dengan Sean, Ibu dengan Eva, sementara Dave berdua dengan Dimas.
Setelah selesai merapihkan barang dan berganti pakaian, mereka pun segera keluar kamar untuk bermain air.
"Ayo Sean, Kita naik Cano berdua!" Ajak Dave untuk naik Cano yang terbuat dari akrilik transparant sehingga dapat melihat karang di dalam air.
"Terus Mommy sama siapa dong?" Tanya Dinda.
"Mommy sendiwi (sendiri) aja ya." Ucap Sea dengan puppy eye , karena Ia sangat ingin berdua dengan Dave.
"Iya iya, ya udah sana." Dinda mengalah.
"Horay.... Come on Daddy, Lets go!"
__ADS_1
Mereka pun asik bermain Air, tak terkecuali dengan Dimas dan Eva yang sedang Pedekate.
"Kamu bisa gak Va?" Tanya Dimas pada Eva.