
"Sea.." Tiba-Tiba Dave datang dari arah belakang Sean, Sea langsung berlari ke arah Dave.
"Daddy..." Dan langsung memeluk Dave.
"Mommy? Daddy? Dia?" Adam bertanya-tanya.
Dinda dan Adam sempat terpaku, ketika mereka sadar, Dinda langsung menghindari Adam.
"Tunggu Din! Kita harus bicara!" Menahan tangan Dinda.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi Mas, maaf Aku sedang sibuk."
"Kamu harus menjelaskannya pada ku Din. Jika Kamu menolak, Aku akan berbuat nekat saat ini juga!" Adam mengancam.
"Baiklah. Dave Aku ke sana sebentar yah, titip Sea."
"Oke..." Dave sebenarnya bingung, namun Ia rasa sekarang bukan saat yang tepat untuk bertanya.
Adam langsung menarik tangan Dinda membawanya ke kursi di dekat danau. Mereka berdua duduk termenung di kursi itu.
"Siapa anak itu? Kenapa Dia memanggil Dinda dengan sebutan Mommy? Apakah itu anak Dinda? Lalu, siapa pria itu, kenapa Dia di panggil Daddy? Apa mereka????" Adam berperang dalam pikirannya, membuat Dia sakit hati dan emosi.
"Kenapa Kamu meninggalkan Aku Din? Istri macam apa yang pergi meninggalkan suaminya yang sedang terbaring lemah di Rumah Sakit hah? Dulu Kamu bilang Kamu cinta sama Aku, tapi mana buktinya? Sekarang Kamu malah asik dengan pria lain."
Adam tak dapat mengendalikan emosinya, sehingga yang awalnya Dia ingin membujuk Dinda tapi malah mencecar nya dengan tuduhan yang membuat Dinda sakit hati.
"Sudah selesai bicaranya? Jika sudah, Aku akan pergi." Dinda yang sakit hati pun tidak ingin meladeninya.
"Kamu belum menjelaskan apa-apa Din, kenapa Kamu mau pergi?"
"Apa yang perlu Aku jelaskan? Bukankah Mas sudah punya jawaban sendiri? Lalu untuk apa Mas bertanya padaku?"
"Maaf Din, Aku terlalu bahagia bisa bertemu dengan Mu kembali. Tapi Aku terkejut Melihat mereka. Apakah Dia suami dan anak Mu Din?" menunjuk ke arah Dave yang sedang bermain dengan Sean.
"Ya, Dia Anak ku."
Adam yang sedang kalut tidak dapat mencerna jawaban Dinda, sehingga Ia berasumsi bahwa Dave adalah suami Dinda.
"Bagaimana bisa Kamu menikah dengannya, sementara Kamu masih istri Ku Din? Sampai detik ini Aku tidak pernah menceraikan Mu ataupun setuju atas gugatan Mu. Itu tidak sah Din."
Dinda sadar jika Adam salah paham, namun Ia tidak berusaha menjelaskannya. menurutnya mungkin ini bisa dijadikan alasan untuk menghindari Adam.
"Sudahlah Mas, Aku tidak ingin berdebat. Lebih baik Kamu pergi. Aku sudah bahagia dengan hidupku saat ini." Dinda beranjak untuk pergi.
"Kamu tega Din, Kamu tau Aku sangat mencintai Mu, Aku tidak bisa hidup tanpa Mu. Apa Kamu lupa kenangan saat Kita bersama dulu Din?" Ucap Adam memelas.
Dinda yang berdiri memunggungi Adam pun tak kuasa menahan Air matanya, Ia teringat kembali akan kenangannya bersama Adam. Ia pun segera pergi, khawatir Adam mengetahui Ia sedang menangis.
"Aku tidak akan menyerah Din. Kamu hanya milik Ku." Gumam Adam penuh dendam.
"Setidaknya saat ini aku sudah menemukan Mu Din, Tunggu saja! Aku pastikan suatu saat nanti Kamu akan kembali ke sisi Ku." Adam terus saja bergumam sambil berjalan, hingga Ia berpapasan kembali dengan Sean.
__ADS_1
"Mau kemana Uncle?"
"Uncle mau pulang gadis kecil."
"Oke, hati-hati yaa."
"Gadis pintar.. Terima kasih ya, tolong jaga Mommy Mu."
"Ofcows (Ofcourse)"
"See you.." Adam mengelus kepala Sean.
"Byee.." Sean tersenyum hangat.
Dave menghampiri Dinda yang sedang berada di ruangannya.
"Boleh Aku masuk Din?"
"Silahkan Dave." Dinda segera menghapus jejak air matanya. Namun itu tidak saoat menutupi mata sembab nya.
"Kamu kenapa Din?"
"Gak apa-apa Dave, Sean mana?
" Tadi Sean sedang main dengan Dimas dan Eva."
Eva Adalah Manager yang bekerja Di restoran itu. Ia sudah bekerja semenjak restoran itu baru berdiri sekitar 2 tahun lalu, saat itu pula Dia mulai menyukai Dimas.
Dinda hanya melamun.
"Din..."
"Ehh, Iya Dave kenapa?"
"Huuhh.. Aku tanya, Siapa pria yang menarik tangan Mu tadi?"
"Itu Adam Dave."
"Apa?? Bagaimana Dia bisa ada di sini?" Dave terkejut, Ia tau jika Adam adalah nama mantan suami Dinda.
"Aku tidak tau Dave." Jawab Dinda lirih.
"Lalu apa yang akan Kamu lakukan Din? Apa Kamu akan kembali padanya?" tanya Dave harap-harap cemas.
"Sampai saat ini Aku masih sakit hati Dave jika melihat foto itu (foto Adam sedang tidur dengan Erika hanya berbalut selimut)."
"Apa Kamu tidak ingin mendengarkan penjelasan darinya Din? Dave berusaha bijak.
"Apa yang bisa dijelaskan Dave? Jika kamu melihat foto istrimu sedang tidur dengan pria lain hanya berbalut selimut, Apa ada penjelasan masuk akal yang dapat Kamu terima?"
"Aku mengerti perasaan Mu Din." Padahal mah Dave cemas dan khawatir. takut Dinda balik lagi sama Adam.
__ADS_1
"Tapi Aku khawatir Dave. Jika Dia tau Sean Adalah anak nya, Aku takut Dia akan membawa pergi Sean."
"Sudahlah Din, jangn terlalu dipikirkan, nanti kamu malah sakit."
Dinda hanya menatap Dave datar.
----------------
"Uncle, Onti, Aku lelah. Duduk yuk." Sean mengajak Eva dan Dimas duduk di ayunan besar.
"Aku haus." Ucap Sean.
"Sebentar ya Onti ambilkan minum dulu."
"Okee.. jangan yang dingin ya Onti, tidak baik jika cuaca panas sepewti (seperti) ini minum air dingin."
"Siap Boss." Eva berlalu mengambilkan minuman untuk Sean.
"Uncle.... Helool..." Sean melambaikan tangannya di depan mata Dimas.
"Iihh Sea, kenapa sih?"
"Hawusnya (harusnya) Aku yang bewtanya (bertanya) Uncel kenapa dawi (dari) tadi memandangi Onti Eva tewus (terus)."
"Ahh, engga. Kamu salah lihat kali Sea, orang uncle lagi lihat ke sana."
"Uncle tidak boleh bohong, bohong itu dosa. nanti Tuhan marah. Uncle mau masuk Neraka?"
"Iihh Amit-amit, Ya engga lah Sea. Lagian siapa yang bohong?" masih ngeles.
"Uncle payah ah, gitu aja bohong."
"Karepmu..."
Eva sudah kembali membawa air mineral untuk Sean.
"Terima kasih Onti."
"Sama-Sama Sea."
"Onti tau gak? Dari tadi kan Uncle Di liatin Onti terus, kayak gini. Sea mempraktekan gaya ketika Dimas memandang Eva.
Eva terkejut mendengar ucapan Sean, antara malu dan senang, namun Ia tak bisa berkata-kata.
" Sea Kamu nih ya ngarang aja! Bohong Va, Sea cuma bercanda tuh." Dimas pun tak kalah malu.
"Iihh Uncle, Sowi (sorry) ya, Aku tidak pernah bohong. Aku takut dosa."
"Udah-Udah, cepat minum airnya! katanya haus."
"Untung aja anak kecil, kalau gak udah Gue pites nih." Gumam Dimas dalam hati.
__ADS_1
"Ya ampun Sea ada-ada aja, Aku jadi malu nih.. Tapi apa iya Dimas ngeliatin Aku? ahh, Aku kan jadi Ge'er." Gumam Eva dalam hati.