Kembalilah Istriku

Kembalilah Istriku
Bab 16 - Ingin Bertemu


__ADS_3

Dimas sedang menunggu Dinda di Bandara. Hari ini Dinda pulang ke Jakarta.


"Dim, Kamu lagi apa?" tanya seseorang menepuk pundak Dimas.


"Ehhh Kak Adam.. Emm.. itu Kak Aku lagi mau jemput pacar Ku. Kak Adam dari mana?"


"Saya baru pulang dari Kalimantan Dim."


Deg.. Dimas terkejut mendengar ucapan Dave.


"Ya Tuhan semoga Dia tak bertemu dengan Kak Dinda."


Beruntung Adam sedang tergesa-gesa.


"Saya duluan ya Dim."


"Ohh iya Kak, hati-hati."


Adam tidak berusaha menanyakan tentang Dinda. Karena Dia tahu itu tidak akan berhasil, selama ini sudah berulang kali Ia memohon namun percuma saja, Dimas dan Bu Mirna tetap bungkam.


Tak lama setelah Adam menghilang, Dinda keluar dari dalam bandara.


"Benar dugaan Ku, mereka satu pesawat. Tapi sepertinya mereka tidak bertemu, Aku yakin jika Kak Adam melihat Kak Dinda, Dia pasti akan membawanya pergi." Gumam Dimas dalam hati.


"Sudah lama Dim?"


"Gak kok Kak, baru 10 menit yang lalu."


"Ibu gimana Kabarnya?"


"Ibu baik Kak, Dia sangat merindukan Kakak."


"Ya sudah Yuk kita langsung pulang."



Dinda menunggu Dimas yang sedang mengambil mobil.


Tak lama kemudian Dimas pun muncul menggunakan mobil Dinda.


Dalam perjalanan menuju ke rumah, Dinda pun mengingat momment ketika Adam memberinya kejutan.


Flashback#


"Sayang Kita mau kemana sih?" Tanya Dinda yang penasaran.


"Udah Kamu ikut aja ya, sebentar lagi sampai kok." Menuntun Dinda yang matanya sudah di tutup.


"Tunggu sebentar... Nah sekarang silahkan Tuan Putri duduk." menuntun Dinda untuk duduk.


"Aku udah boleh buka mata belum?"


Tanpa menjawab, Adam langsung membuka kain yang menutup mata Dinda.


"Surprise..." Teriak Adam antusias.


Dinda takjub melihat pemandangan didepannya, Ia menutup mulut dengan telapak tangannya. Dan tak sanggup berkata-kata.


"Happy Birthday Honney... Kamu Adalah anugrah terindah untuk Ku, Aku bersyukur Tuhan mengijinkan Mu lahir ke dunia ini. Do'a Ku hanya satu, Semoga Kamu selalu di sisi Ku untuk selamanya." Adam pun mengecup kening Dinda.


Dinda pun memeluk Adam.


"Terima kasih Sayang, ini pertama kali Aku mendapatkan kejutan seperti ini. Terima kasih Mas sudah menikahi Ku, sehingga Aku bisa merasakan kebahagiaan Ku hidup dengan Mu."

__ADS_1


Adam memberikan Dinda kejutan Kembang Api yang sangat indah, Mereka duduk di kursi tepi sungai tempat favorite mereka.


"Sekarang, tiup lilinnya. Make a wish dulu."


"Semoga Kami dapat bersama hingga maut memisahkan. Aamiin.." ucap Dinda dalam hati dengan mata terpejam.


Kemudian Dinda meniup lilinnya, lalu Adam mengecup kening Dinda.


"Ini hadiah untuk istri tercinta." Adam memberikan sebuah kotak kecil.


"Terima kasih Mas.." ucap Dinda lalu membuka hadiah nya.


"Apa ini Mas?" tanya Dinda bingung.


"Itu kunci sayang." Jawab Adam lembut.


"Ya Aku juga tahu Mas ini kunci. Tapi kunci apa?"


"Sini ikut Aku." Adam mengajak Dinda ke suatu tempat.


"Sekarang Kamu tekan tombol kuncinya." ucap Adam.


Nitniit..


Tiba-tiba lampu sebuah mobil menyala, menandakan kuncinya telah terbuka.


"Sayang???" Tanya Dinda.


"Iyah, ini hadiah untuk Kamu." Jawab Adam.


"Mas ini terlalu bagus.."


"Ini pantas untuk istriku.. Aku tidak bisa selalu berada di sisi mu Din, jadi jika aku sedang ke luar kota atau apa, Kamu tidak perlu repot naik kendaraan umum, karena Aku khawatir itu tidak aman." ucap Adam.


"Oke sekarang Kita coba ya.."


"Tapi Aku belum bisa nyetir Mas.."


"Sekarang biar Mas yang bawa, besok Kita latihan."


Keesokan harinya..


"Din... Kalau seperti ini, kayaknya Aku jalan kaki pun akan lebih cepat dari laju mobil ini." Ucap Adam yang gemas karena Dinda menginjak pedal gas terlalu pelan. Bahkan Motor, Sepeda dan orang yang sedang joging pun mendahului mobil yang mereka tumpangi.


"Aku takut mas, Aku masih grogi."


"Kamu jangan grogi Sayang, coba lebih santai biar kamu enjoy dan gak tegang."


Seketika Dinda menginjak kopling dan mengubah gigi, lalu Dia tancap gas. karena feeling nya belum tepat, Dinda pun membelok-belokkan stir, sehingga menggangngu pengendara lain.


"Diiiinnnn jangan seperti ini, bahaya Din." teriak Adam sambil berpegangan ke handle yang ada di atas kabin.


Ciiiiiittttttt....


Suara rem yang di injak Dinda secara mendadak.


Beruntung mereka menggunakan seat belt.


"hump..hump..humpp.." Mereka berdua mengatur nafas.


"Diinn Kamu...." Adam belum sempat meneruskan perkataanya.


"Tuh kan Mas, Aku kan udah bilang kalau aku grogi. Tadi katanya pelan banget, sekarang Kamu marah juga. Udah Kamu aja yang bawa." Dinda merajuk lalu turun dari mobil untuk pindah ke kursi penumpang.

__ADS_1


"Kalau gitu Kamu kursus aja ya Sayang, mungkin akam lebih efektif."


"Hmm." Jawab Dinda masih kesal.


Flashback Off#


Sepanjang jalan melamun hingga Dinda tak sadar jika sekarang sudah sampai di depan rumah Ibu nya.


"Haii Sayang gimana kabar Mu?" Ucap Bu Mirna seraya memeluk Dinda.


"Aku baik Bu, gimana kabar Ibu?" jawab Dinda membalas pelukan Ibu.


"Kamu bisa lihat sendiri, Ibu selalu baik Sayang." Jawab Ibu sambil merentangkan kedua tangganya seraya menunjukan bahwa Ia dalam kondisi baik.


"Ayo masuk.." Mereka langsung masuk ke ruang keluarga, sementara Dimas membereskan koper milik Dinda.


"Bu... Aku ada kabar baik untuk Ibu."


"Apa Sayang?"


"Aku hamiiill." Jawab Dinda antusias.


Bu Mirna sangat terkejut, bagaimana bisa anaknya yang tidak memiliki suami hamil?


"Sayang, Kamu serius?? Anak siapa?"


"Memang siapa lagi yang pernah menikah dengan Dinda Bu?" Jawab Dinda lemas..


"Adam????" Ibu terkejut.


Dinda menganggukan kepala nya.


"Selamat ya Sayang, Ibu bahagia mendengarnya. lalu sekarang Kamu akan memberitahu Adam??"


"Iya Bu, Aku bahagia, setidaknya kehamilan Ku ini sebagai bukti bahwa Aku bisa memberikan keturunan untuk Mas Adam. Tapi Aku akan membesarkan anak Ku sendiri Bu."


"Lho, kenapa begitu Din? Ibu tahu kalian berdua masih saling mencintai. Bahkan sebelumnya Adam hampir setiap hari kesini mencari Kamu."


"Oya?"


"Iya, Dia memohon pada Ibu agar memberi tahu keberadaan Mu."


"huuummppss, Tapi Aku rasa lebih baik seperti ini bu." Dinda menarik nafas dalam.


Aku tidak bisa bersamanya, karena jika Aku ingat foto itu, Aku sangat sakit hati. Ucap Dinda dalam hati.


"Baiklah, Ibu percaya pada Mu, Kamu pasti bisa melaluinya."


Tapi sebenarnya tujuan utama Aku kesini karena Aku ingin melihat dan menyentuhnya Bu. Gumam Dinda dalam hati.


Kali ini Dinda memang sangat ingin melihat Adam, bahkan Ia ingin menyentuhnya walau hanya sebentar. Mungkin sebenarnya itu keinginan janin yang ada di rahim Dinda.


-----------------


Kini Dinda sedang berada di parkiran taman tepi sungai tempat Favorit mereka dan tempat ketika Adam memberikan kejutan padanya.


Sebenarnya Ia sendiri tidak yakin akan bisa melihat Adam di tempat itu, tapi tidak ada salahnya kan mencoba.


Biasanya setiap pagi mereka Jogging berdua di sekitar taman itu, taman itu memang memiliki jogging track yang panjang, pemandangannya indah, teduh dan berada di tepi sungai.


Dinda segera menggunakan perlengkapan untuk menutupi wajah agar tidak ada yang mengenalinya. Ia berpakaian seperti pria, mengenakan jacket hoodie, kacamata dan masker.


Kini Ia sudah duduk di ujung kursi Favorit nya.

__ADS_1


__ADS_2