Kembalilah Istriku

Kembalilah Istriku
Bab 5-Rumah Baru


__ADS_3

setibanya dirumah orang tua Adam, mereka di kejutkan oleh seorang wanita cantik yang tiba-tiba memeluk adam..


"dari mana aja kamu Dam, aku kangen udah lama gak ketemu."


adam yang merasa risih dan khawatir istrinya cemburu, berusaha melepaskan pelukan itu.


"Rika lepas dulu dong, kamu main peluk-peluk aja sih, gak lihat disebelah ku ada istri ku?"


"kamu kapan nikahnya Dam? kok gak kabrin aku sih?"


"baru 2 hari yang lalu Rik, maaf ya kita emang gak ngundang-ngundang kok, kenalin nih istri aku Dinda, Din kenalin ini sahabat aku Erika."


"Dinda." mengulur tangan dan tersenyum walaupun masih kesal dengan pemandangan barusan.


"Erika." menjabat tangan Dinda dengan senyum, namun hatinya sakit, tidak terima orang yang selama ini dicintai telah dimiliki orang lain.


"yaudah duduk Rik, aku sama Dinda masuk dulu mau beresin barang-barang dulu ya."


"santai aja Dam, kaya sama siapa aja, aku kan udah biasa kesini."


didalam kamar Dinda terlihat gelisah, dia ingin menanyakan sesuatu namun ragu.


"kamu kenapa sayang?" tanya Adam sambil memeluk Dinda yang sedang membereskan pakaian.


"mas deket banget ya sama sahabat Erika?"


"dia itu sahabat aku dari kecil Din, dia udah aku anggap seperti adik sendiri. emang kenapa, kamu cemburu yaa??"


"bukan begitu mas, sebagai istri tentu aku risih melihat pemandangan seperti tadi, aku merasa tidak dihargai."


"maaf sayang, tadi itu diluar kendali aku, aku pun gak tau kalau dia datang kesini karen udah lama kami gak ketemu."


"coba mas bayangkan jika tiba-tiba ada pria yang memeluk aku, bagaimana perasaan mas?"


"jangan harap akan ada pria yang berani meluk kamu atau aku akan mematahkan tangannya."


"itu diluar kendali ku mas, jadi aku gak bisa jamin."


"pinter ya kamu balikin omongan aku." sambil mencubit hidung Dinda.


setelah beberapa menit, mereka pun keluar bersama, berhubung sudah jam makan siang, Adam mengajak Erika untuk makan bersama.


Dinda yang duduk di sebelah kanan Adam mengambilkan nasi ke piring Adam.


"mas mau pake lauk apa?"


belum sempat Adam menjawab, Erika sudah mengambilkan udang bakar dan capcay untuk Adam.


"ini kesukaan mu kan? dari dulu kalau ada udang dan capcay pasti makan mu banyak."


Adam langsung melirik Dinda, benar saja tebakan Adam, wajah Dinda seketika berubah, ekspresinya tidak bisa ditebak, dan itu membuat Adam salah tingkah.

__ADS_1


tanpa dosa Erika melahap makanannya dengan santai.


"Dam, aku kangen deh di masakin pasta sama kamu."


"aku udah lama gak ke dapur Rik."


"ya sekali-kali kan bisa."


"aku sibuk Rik, lagi pula sekarang udah ada istri ku yang bisa masakin aku, iya kan sayang." menggenggam tangan Dinda dan tersenyum.


Dinda pun membalas senyuman Adam dengan terpaksa, karena saat ini hatinya sangat kesal.


disisi lain Erika yang kecewa mendapat jawaban seperti itu dari Adam, terus berusaha memprovokasi Dinda.


selesai makan, mereka pindah ke ruang TV dan berbincang.


"kamu ada perlu apa Rik datang ke Jakarta?"


"kantor ku pindah ke Jakarta Dam, jadi mulai sekarang aku tinggal disini lagi. om dan tante kapan pulang ya? aku kangen deh."


"harusnya sih sore ini sudah sampai rumah Rik."


"wahhh asik dong, aku bolehkan nunggu disini?"


"silahkan Rik, tapi aku gak bisa nemenin kamu ya, aku sama Dinda mau istirahat dulu, kami masih lelah, kamu kan tau sendiri tadi kami baru sampe rumah."


"yahh, aku sendirian dong? padahal aku masih pingin ngobrol sama kamu Dam."


Dinda yang merasa jengah pun berusaha untuk mengabaikan Erika. ia segera menggandeng Adam dan mengikutinya ke kamar.


-----------------


sore hari orang tua adam tiba dirumahnya, mereka baru pulang dari luar kota untuk mengecek perusahaan milik papanya Adam.


orang tua Adam memiliki beberapa perusahaan, namun Adam sendiri lebih memilih untuk membuka perusahaan sendiri di bidang desain interior dan ekterior, karena dia seorang arsitek.


dengan ketekunan nya, kini perusahaan yang dibangun oleh Adam sudah cukup maju, banyak klien yang puas terhadap hasil rancangannya.


"tanteeee..."


Erika berlari kecil dan memeluk mama Adam


"hai sayang, apa kabar?" sambil berjalan.ke arah sofa.


"kurang baik tante, tante kok gak kabarin aku sih kalau Adam nikah?"


"maaf sayang, pernikahannya memang hanya dihadiri oleh keluarga saja."


"jadi tante gak anggap aku keluarga?"


"bukan begitu sayang, tante tau perasaan kamu ke Adam seperti apa, tante khawatir nanti kamu terpaksa datang dan sakit hati."

__ADS_1


"kalau tante tau perasaan aku, kenapa tante izinkan Adam menikah dengan orang lain?"


"kamu tau kan Adam seperti apa, jika sudah ada maunya tidak ada yang bisa melarang. kemarin dia mengatakan ingin menikah pun hanya dalam waktu 1 minggu, karena dia sudah tidak sabar ingin memiliki gadisnya."


"tapi aku sedih tante, aku tidak yakin bisa melupakan Adam."


"kamu yang sabar ya, kamu kan cantik, tante yakin banyak laki-laki diluar sana yang tertarik sama kamu."


tak lama kemudian, Adam dan Dinda keluar dari kamar.


"papa mana mah?"


"papa sedang istirahat di kamar sayang, kamu tadi tiba jam berapa?"


"sekitar jam 13.00 mah. mah besok aku dan Dinda mau pindah ke rumah ku."


"lho kok buru-buru si Dam? memang kenapa, apa Dinda tidak betah tinggal disini?"


"gak ko mah, justru mas Adam yang ngajak aku pindah."


"iya mah, aku ingin lebih mandiri, apa lagi sekarang Adam sudah punya istri, jadi adam rasa akan lebih baik jika kami tinggal di rumah kami."


"baiklah, besok mau jalan jam berapa? mama antar ya?"


"gak usah mah, mama istirahat aja di rumah kan baru pulang. rumah nya juga sudah siap, jadi aku tinggal bawa baju aja, gak repot."


"yasudah kalau begitu."


lagi-lagi Erika kecewa, jika Adam pindah rumah ia tidak dapat sering-sering bertemu Adam karena rumah Erika dekat dengan rumah orang tua Adam.


---------------


seperti yang dikatakan oleh Adam, rumahnya sudah siap lengkap dengan furniture dan elektronik, jadi mereka cukup membawa keperluan pribadi seperti pakaian dan lain lain.


tiba di rumah baru, Adam dan Dinda disambut oleh bi Sumi, dia adalah ART yang dipekerjakan oleh Adam.


rumah bergaya minimalis dengan 2 lantai dan halaman yang cukup besar, kamar mereka ada di lantai 2.


Adam langsung mengajak Dinda ke atas untuk mengatur kamar mereka.


kamar yang luas, memiliki walk in closet yang terhubung dengan bath room, dengan jendela yang lebar, membuat kamar itu sangat nyaman.


"sayang kamu atur pakaiannya ya, lemari ini milik kamu, kamu bebas mau menata seperti apa."


"oke sayang, terima kasih."


sementara Dinda merapikan pakaian ke dalam lemari, Adam bersandar di pintu walk in closetnya sambil mengajak Dinda bicara.


"jika kamu ada yang kurang cocok dengan desain atau furniture nya, kamu jangan sungkan untuk bilang ke aku yah."


"aku suka banget sayang, gak sia-sia punya suami arsitek, desain nya sangat perfect."

__ADS_1


mengedip kan mata genit.


__ADS_2