
Ketika Dinda hendak turun dari mobil, Adam menahannya dan tiba-tiba mengecup tangan Dinda seraya berkata, "Terima kasih Din sudah bersedia menerima lamaran Aku.."
Wajah Dinda memerah. Bagaimana tidak? Dia yang selama ini tidak pernah berhubungan dengan pria manapun, tiba-tiba tangannya dikecup oleh pria tampan.
Ia tersipu malu dan berkata "Iya mas, Aku hanya minta satu hal dari mas, tolong jangan pernah sakiti Aku."
"Tidak mungkin Din, Aku tidak mungkin menyakitimu. Karena Aku sangat mencintaimu, dan aku akan berusaha membahagiakanmu Din."
"Terima kasih Mas."
----------------
Hari yang dinanti pun tiba. Hari yang awalnya direncanakan hanya untuk lamaran ternyata malah jadi pernikahan, karena Adam sudah tidak ingin menunda lagi.
Ketika kata "Sah" terucap oleh para tamu, mereka pun terharu bahagia.
Dilanjutkan dengan sesi foto dan ramah tamah dengan para tamu.
Ketika sesi foto, Dinda agak malu-malu, karena dia belum terbiasa di peluk bahkan di cium oleh pria, padahal pria itu kini sudah sah menjadi suaminya.
Mereka semua berbahagia, Adam sangat bersemangat menerima ucapan dari para tamu.
Pernikahan sederhana sesuai dengan permintaan Dinda, yang hanya mengundang sanak saudara dan rekan kerja serta kerabat terdekat saja, kurang lebih sekitar 100 orang.
Selama pesta berlangsung, tangan Adam tak lepas dari Dinda, Ia selalu menggenggam tangan bahkan merangkul pinggang Dinda. Seolah-oleh Ia takut kehilangan Dinda, atau mungkin ia sudah tidak sabar akan ritual selanjutnya???
Tak terasa waktu berlalu, kini sudah menunjukan pukul 15.00, pesta pun sudah berakhir. Rumah sudah mulai sepi, Keluarga Adam pun berpamitan untuk pulang.
Sebelumnya Adam sudah merencanakan, selesai acara mereka akan langsung berangkat bulan madu.
Duuhh gak sabar banget yaa Adam pingin menikmati manisnya madu pernikahan...
Dinda sedang membersihkan sisa make up nya, Adam yang tadi berbincang dengan Ibu Mirna diluar, kini masuk ke kamar Dinda.
"Mau Aku bantu Din?"
"Tidak usah Mas, Aku bisa sendiri." jawab Dinda malu.
Adam mendekat dan berbisik ditelinga Dinda.
"Kalau gitu Aku mandi dulu ya, kalau Kamu mau ikut langsung masuk aja." tersenyum mesum.
Jantung Dinda berdetak tak karuan, tubuhnya bergetar dan lemas, karena selesai berbisik Adam menjilat leher Dinda, dan itu membuat Dinda tidak bisa berkata-kata.
__ADS_1
Ketika Dinda tersadar, ternyata Adam sudah tidak ada disampingnya. Maka ia pun melanjutkan membersihkan wajahnya dari sisa make up.
Tak lama kemudian Adam keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sebatas pinggang. Tentu saja pemandangan itu membuat Dinda salah tingkah.
Adam yang mengetahui hal tersebut malah menggoda Dinda mendekatinya. berdiri dibelakang Dinda ia pura-pura bercermin sambil mengeringkan rambutnya, sesekali ia sengaja menyenggol tubuh Dinda sambil senyum-senyum.
"Din bisa tolong keringkan rambut ku?"
"Boleh Mas, sini Mas duduk biar Aku yang keringkan."
Mereka bertukar tempat, kini Adam yang duduk di kursi dan Dinda berdiri dibelakang Adam sambil mengeringkan rambut suaminya.
"Hati Dinda tak henti bedesir, bagaimana tidak? Sedari tadi Adam yang bertelanjang dada terus saja menggodanya.
Kadang Ia menyandarkan punggungnya ke Dinda dan tak sengaja menyenggol dada Dinda, emmhh Dada yang k*ny*l itu seketika membuat pikiran Adam berkelana dan juniornya menegang.
Setelah selsai mengeringkan rambut suaminya, Dinda pamit untuk mandi.
----------------
Pukul 16.00 Dinda dan Adam berpamitan. Yup, mereka akan pergi bulan madu.
Karena Dinda tidak ingin pergi ke luar negri, maka mereka memilih Labuan Bajo untuk bulan madunya.
Kebetulan Villa nya berada di tepi Pantai dan kamar nya menghadap ke Pantai.
Kurang lebih seperti ini candle light dinner Adam dan Dinda.
"Din, Aku sangat bahagia akhirnya kini Kamu sudah jadi istri sah Aku." mengecup tangan Dinda.
"Terima kasih Mas, sudah mencintai Aku yang tak sebanding dengan Mu."
"Tolong jangan berkata seperti itu Din, Kamu segalanya bagi Ku." menggenggam tangan Dinda.
"Tapi..."
Adam langsung mencekal Dinda dan berkata "sudah jangan diteruskan, kita selesaikan makannya ya sayang."
Mereka pun melanjutkan makan malam mereka.
Setelah selesai makan, Adam beranjak mendekati Dinda.
__ADS_1
Adam menunduk dan berbisik ditelinga Dinda "Aku cinta Kamu".
Dinda yang terkejut pun menoleh, dengan sigap Adam langsung mengecup bibir Dinda.
Karena tidak ada perlawanan, Adam mulai ******* bibir manis Dinda hingga Mereka terhanyut dalam ******* mesra Mereka.
'Dinda'
Ya Tuhan semoga ini bukan mimpi. Aku sangat bahagia, tapi aku pun masih belum percaya bahwa saat ini aku sudah menjadi istrinya, dan pria tampan yang ada dihadapan aku adalah suamiku.
Tapi kenapa Dia tiba-tiba mendekat? Apa yang akan Ia lakukan, dan Aku harus bagaimana?
Betapa terkejutnya Aku mendengar bisikkan nya. Ketika Aku menoleh Aku hendak menjawabnya dan bibir Adam sudah mendarat di bibir Ku.
Ini pertama kalinya Aku di ***** Aku bingung harus seperti apa, dan aku hanya bisa terpaku.
Ternyata Sia malah ******* bibir Ku, lidahnya semakin dalam bermain di mulut ku, Aku tak menyangka ternyata rasanya manis, lembut dan nikmat...
'Adam'
Aku sudah tidak sabar ingin memilikimu seutuhnya Dinda. Aku pun beranjak dari tempat duduk ku, Aku bisikkan kata cinta.
Keberuntungan menyertai Ku, saat itu Dinda menengok, tanpa pikir panjang Aku mendaratkan ciuman pertama Ku ke bibir sexy nya.
Aku tau ini pertama kali untuk Dinda, Dia seolah bingung, maka aku berinisiatif untuk menuntunnya.
Aku ***** bibir manis nya, Aku mainkan lidah ku semakin dalam menelusuri bibir, mulut dan lidahnya. Bahagianya Aku ketika Dinda tidak melawan dan menerima perlakuanku.
-----------------
Setelah beberapa saat, Adam pun melepaskan ciumannya, Dia memandangi wajah Dinda yang kala itu memerah akibat perbuatanya. Lalu adam mengajak Dinda untuk berjalan di Pantai sebentar, agar Dinda lebih relax.
Mereka pun berjalan menyusuri Pantai sambil bergandengan tangan. tak puas hanya bergandengan tangan, Adam mengalihkan tangannya ke pinggang Dinda agar tubuhnya lebih merapat.
Adam menghentikan langkahnya, Ia mengarahkan Dinda agar berhadapan dengannya. Lagi-lagi kini Adam ******* bibir Dinda, bahkan lebih dalam dari sebelumnya.
Mereka berdua terhanyut dalam suasana romantis, kini Adam memberanikan diri ****** tubuh Dinda, tangannya menelusuri leher, lengan, punggung dan ketika hendak turun ke arah bawah, Ia menghentikan kegiatannya.
Segera Ia menggendong Dinda membawanya ke kamar sambil terus mengecup wajah Dinda yang sudah merona itu.
Tiba di kamar, Adam merebahkan Dinda di tempat tidur, tak lupa ia menutup pintu dan gordyn.
Ia mendekat ke arah Dinda, lalu menatapnya seolah meminta izin Dinda untuk melakukan kewajibannya. Dinda yang paham memberi anggukan seraya menyetujuinya.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, kini Adam sudah berada di atas tubuh Dinda.