
Setelah selesai sarapan, Adam mengajak Dinda mengunjungi destinasi wisata yang terkenal di Labuan Bajo.
Hari pertama mereka naik Kapal Pinisi mengelilingi pulau disekitar Labuan Bajo.
Di Labuan Bajo terdapat beberapa pulau dan destinasi wisata favorit, pulau nan exotic menjadi daya tarik tersendiri.
Ibarat surga tersembunyi, pulau yang masih alami belum banyak terjamah manusia itu sangat cantik menawan membuat pengunjung merasakan kenyamanan dan menyatu dengan keindahan Sang Pencipta.
Pulau Kelor
Pulau yang begitu cantik dengan hamparan pantai berpasir putih, air yang jernih serta pemandangan pulau sekitar yang menghijau.
Di sudut lain, pulau ini juga memiliki daerah Bukit yang bisa didaki. Saat musim panas tiba, bukit ini akan berubah warna menjadi sabana kering berwarna coklat.
Dari atas bukit ini, Anda dapat dengan puas menikmati indahnya birunya air laut yang berpadu sempurna dengan alam sekelilingnya.
Pulau Padar
Tak kalah cantik dari Pulau Kelor, pemandangan sunset di Pulau Padar sangat menawan.
Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. pulau ini relatif lebih dekat ke Pulau Rinca daripada ke Pulau Komodo, yang dipisahkan oleh Selat Lintah. Pulau Padar tidak dihuni oleh ora (biawak Komodo). Di sekitar pulau ini terdapat pula tiga atau empat pulau kecil.
Pulau Padar juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena berada dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Gili Motang.
Sebelum ke Pulau Kelor dan Pulau Padar, tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Pulau Manjarite, di sana mereka ber snorkling menikmati keindahan alam dalam laut, terumbu karang yang cantik dihiasi beraneka ragam ikan yang asik menjelajahi terumbu karang.
Selesai snorkeling mereka menikmati makan siang di atas kapal yang sudah disiapkan oleh koki.
Rasa lapar yang disebabkan oleh aktifitas mereka, membuat mereka menikmati santapan siangnya dengan lahap, terlebih sajian yang disediakan adalah seafood yang begitu digemari mereka.
Lelah dan kenyang membuat mereka mengantuk, namun mereka tidak ingin melewatkan pengalaman menjelajahi keindahan disekitarnya, maka mereka memutuskan bersantai sambil berbincang.
__ADS_1
"Gimana Sayang, kamu happy ga?"
"Happy banget, Mas. Ini pengalaman pertama Aku kesini."
"Kamu capek ya? Sini aku pijit."
"Aahh gak usah, Mas. Nanti Kamu malah mijit yang lain..."
"Sok tau, kamu." menggelitik tubuh Dinda.
"Hahaha ampun Mas geli, tapi emang bener kan kamu mau pijit yang lain??"
"Oke kalau gitu, itu kamu yang minta yaa." langsung ******* bibir Dinda dan ******* dada nya."
Awalnya Dinda berontak, namun akhirnya Ia menerima perlakuan Adam.
Mereka pun jadi tidak sabar ingin kembali ke kamar, namun apa daya, perjalanan masih panjang, sehingga mereka hanya dapat melakukanya sebatas itu saja.
Tak terasa waktu sudah sore, mereka tiba di Pulau Padar, matahari sore yang menyoroti gugusan pulau sangat menawan, mereka turun dari kapal dan mengambil beberapa foto sambil menunggu matahari tenggelam.
Mereka menikmati sunset dari atas kapal. Adam yang duduk di sebelah Dinda melingkarkan tangannya di bahu Dinda, dan Dinda menyandarkan kepalanya di bahu Adam.
Waktu menunjukan pukul 20.00 waktu setempat. Mereka tiba di resort, Dinda dan Adam kembali ke villa mereka.
yup, mereka menginap di villa yang ada di dalam lingkungan resort tersebut.
Adam memilih villa agar lebih leluasa dan nyaman, maklum lah secara mereka pengantin baru, butuh tempat yang lebih private.
Setibanya di villa, lagi-lagi Adam mengajak Dinda mandi bersama dengan dalih untuk mempersingkat waktu karena sudah malam.
Terpaksa Dinda menyetujuinya karena ia pun sudah lelah, walau sebenarnya ia curiga jika Adam tidak akan hanya sekedar mandi, tapi menginginkan yang lainnya.
Kecurigaan Dinda terbukti. Awalnya Adam pura-pura ingin menggosok punggung Dinda, namun lama-lama ia merapatkan tubuhnya dan tangannya bergriliya ke bagian depan.
"Maass aku lelah, kamu jangan macem-macem dong."
__ADS_1
"Aku gak macem-macem kok, kan aku lagi bersihin badan kamu, masa cuma yang belakang aja, yang depan juga kan harus di gosok." akal bulus laki-laki
"Gosok si gosok, tapi kenapa tangan kamu malah memil*n begitu?" ternyata Adam sedang memil*n bagian sensitif Dinda.
"Biar bersih Sayang, jadi nanti kalau aku bermain di situ sudah bersih." nyengir kuda.
Dinda pun pasrah ketika merasakan ada yang mengeras dan sedang menempel di bagian belakangnya.
"Sayang kalau kamu capek, biar aku aja ya yang 'berjuang'!"
"Terserah deh Mas, aku pasrah. lagian kamu juga dari tadi udah 'mancing' aku.
Bak dapat angin segar, Adam langsung membalikkan tubuh Dinda agar menghadap ke wajahnya, mereka berhadapan lalu Adam pun berusaha mengarahkan Dinda agar duduk di atas pusaka nya yang tegak berdiri, sudah pasti dia memposisikan nya ke arah milik Dinda sehingga ketika Dinda berhasil di dudukan, saat itu pula pusaka nya tenggelam.
Mereka pun kembali melakukan pergulatan yang panas sepanjang malam.
Tidak puas hanya di kamar mandi, mereka mengexplore seluruh bagian ruangan di villa itu dengan berbagai gaya tentunya.
Mereka sudah sama-sama dewasa, jadi walaupun sebelumnya mereka belum pernah melakukannya tapi mereka tidak awam dengan hal tersebut, apa lagi Adam sebagai pria tentu ia pernah menonton film dewasa, sehingga kini ia tinggal mempraktekkan nya, sedangkan Dinda cukup menerima dan mengikuti arahan dari Adam.
Jam 02.00 mereka istirahat sebentar, karena merasa lelah dan lapar. Dinda berjalan ke arah dapur untuk mencari camilan diikuti oleh Adam. Mereka makan puding yang ada di kulkas sambil duduk di meja makan.
Belum selesai makan puding, Adam menarik Dinda ke pangkuannya, seolah energinya tak pernah habis, Adam 'menyerang' Dinda kembali, tak puas hanya duduk, Adam pun berdiri dan mendudukkan Dinda di meja makan, kini mereka pun melakukan nya di meja makan dan di lanjutkan ke tempat tidur.
Namanya juga bulan madu, jadi mereka memanfaatkan waktu semaksimal mungkin.
---------------
Hari ini mereka bangun agak siang, karena lelah setelah kemarin sehari semalam beraktifitas.
Ini pun hari terakhir mereka di Labuan Bajo
selesai sarapan mereka berkemas dan check out dari resort.
Jam 11.00 wit mereka sudah tiba di Labuan Bajo Airport. pesawat mereka pun sudah siap untuk take off ke Jakarta.
__ADS_1
2 jam mengudara, pesawat mereka landing di Bandara Soeta, di bandara sudah ada supir yang menjemput mereka (Pak Ujang). Tanpa berlama-lama mereka pun pulang menuju kediaman orang tua Adam.
Setibanya di rumah orang tua Adam, mereka di kejutkan oleh seorang perempuan cantik yang tiba-tiba memeluk Adam....