Kembalilah Istriku

Kembalilah Istriku
Bab 31 - Titik Terang


__ADS_3

"Gwanma, kemawin (kemarin) Sea mimpi ketemu papi."


"Oya? lalu?"


"Iya, tapi kok papi yang di dalam mimpi aku mirip uncle ini ya?" menunjuk Adam.


Seketika hati Adam merasa sejuk. Padahal ia belum mengatakan bahwa ia adalah ayah kandung Sean, tapi anaknya sudah menyadarinya walau hanya dalam mimpi.


"Yeay, Mommy pulang..." belum sempat melanjutkan ceritanya, Sean sudah gagal fokus karena Mommy nya datang.


"Mamah, Papah..." Dida menyapa mantan mertua nya, ia tak menganggap keberadaan Erika.


"Sayang, apa kabar?" Mamah memeluk Dinda.


"Aku baik Mah, Mamah dan Papah apa kabar?"


"Kami baik, sayang. Sini duduk dekat Mamah!"


"Iya, Mah." Dinda pun duduk di sebelah mertuanya itu.


"Erika, tolong kamu jelaskan yang sebenarnya pada Dinda!" tanpa basa basi, Adam langsung meminta Erika mengakui kesalahannya.


"Aku harus mulai dari mana?" tanya Erika.


"Terserah, yang penting kamu luruskan kesalah pahaman ini."


Dinda yang sudah tau maksud Adam hanya mendengarkan mereka. ia tak mau berkomentar, karena akan menguras emosi.


"Din, maafkan aku ya? Sebenarnya waktu itu aku bohong sama kamu." Erika membuka suaranya.


Dinda masih terdiam.


"Adam tidak pernah melamar Aku, dan kami tidak pernah berencana untuk menikah. waktu itu kami kecelakaan karena ada keperluan bisnis di bandung."


"Cincin yang aku tunjukan itu sebenarnya cincin untuk hadiah ulang tahun kamu, Aku merebutnya dari Adam. Karena Adam tidak terima, kami pun memperebutkan cincin itu hingga terjadi kecelakaan."


'Deg' Hati Dinda bergetar.


"Yang pasti, Adam hanya mencintai kamu Din, waktu itu aku cemburu karena tidak bisa mendapatkan Adam. makanya aku berniat memisahkan kalian."


"Mengenai foto itu, itu aku yang mengaturnya Din, Waktu itu Adam habis minum obat flu, dia tertidur dan aku mengambil foto seperti itu diam-diam."


Hati Dinda bergetar, Sakit rasanya mengetahui kenyataan bahwa semua ini hanya salah paham. Satu sisi dia lega karena tuduhan nya salah. Di sisi lain ia merasa bersalah karena sudah meninggalkan suaminya.


Dinda tak mampu berkata-kata, ia berlari masuk ke kamar.


"Din..." Adam mengejar Dinda.


"Din, buka pintunya, aku ingin bicara."


"Aku malu mas, aku sudah dibutakan oleh cemburu."


"Buka dulu pintunya sayang."


Akhirnya Dinda pun membuka pintunya. Adam segera masuk ke dalam kamar dan menutup pintu

__ADS_1


Sementara yang lain menunggu di ruang tamu, memberi mereka waktu untuk berbicara.


"Maafkan aku, Mas. Aku sangat bodoh."


"Tidak Sayang, jangan menyalahkan dirimu sendiri." memeluk Dinda, mereka pun menangis berpelukan.


"Jika aku tidak cemburu buta, rumah tangga kita tidak akan hancur seperti ini, Mas. Dan Sean bisa mendapatkan kasih sayang penuh dari ayahnya. Huuhuuhuu."


"Sudah sayang, tolong jangan bicara seperti itu lagi. Aku yang salah karena tidak becus menjaga kalian."


"Tid..." Belum sempat Dinda melanjutkan ucapannya, Adam membungkam mulut Dinda dengan bibir nya, dan mendorong tubuh Dinda hingga jatuh ke tempat tidur.


Adam menjeda L***tan nya dan berkata :


"Cukup sayang, jangan dilanjutkan lagi. yang terpenting sekarang kita harus kembali bersama."


Adam menj*l**i leher Dinda, ia sudah tak sabar ingin melepas rindu, Adam pun tak perduli dengan orang yang ada di luar kamar.


"Mas, kita sudah berpisah, tidak boleh melakukan itu lagi, cukup satu kali kemarin kita melakukan kesalahan."


"Sstt. kita tidak pernah berpisah, aku tidak pernah menceraikan mu. Sebentar saja sayang, Aku sudah tak tahan."


Dinda yang merasa bersalah pun tak tega melihat suaminya seperti itu. Akhirnya mereka melepas rindu dalam waktu yang singkat.


Setelah 15 menit mereka selesai dan membersihkan diri di kamar mandi, lalu keluar menemui semua nya.


"Mah, Pah, Bu..." ucap Adam, lalu ia mengajak Dinda untuk duduk di sampingnya.


"Besok kami akan menikah lagi secara hukum." Adam memutuskan secara sepihak.


Semua orang terkejut, tak terkecuali Dinda.


"Bagaimana bisa cepat? Adam sudah menunggu ini selama 4 tahun. lagi pula secara agama, Adam tidak pernah memutuskan pernikahan dengan Dinda. Tapi demi masa depan Sean, kami harus menikah kembali secara hukum."


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Tapi bagaimana dengan Dinda?"


"Aku setuju Mah." Dinda yang masih mencintai Adam tentu saja setuju, terlebih ia merasa bersalah, jadi ia hanya menuruti perkataan Adam.


"Syukurlah kalau begitu. tapu bagaimana dengan persiapannya? apakah bisa besok langsung menikah."


"Aldo sudah mengurusnya, Mah."


"Wah.wah.wah. Kamu yakin betul ya Dinda mau menikah lagi dengan Mu, sampai kamu sudah mempersiapkan semuanya."


"Tentu saja Mah, karena kami saling mencintai, ikatan batin kami kuat."


"Ck.ck.ck." Mamah geleng-geleng kepala, ia sulit berkata-kata.


"Lebih baik sekarang kita pulang dulu, besok pagi kita kembali lagi." Papah mengajak Adam pulang.


"Aku masih rindu dengan Dinda dan Sean, Pah. atau kalian ikut aku aja sayang?"


"Gak bisa dong, Nak. Kalian kan belum menikah lagi!"


"Tapi Adam kan masih suami Dinda secara agama, Mah." Adam ngotot banget kaya bocah.

__ADS_1


"Duh, susah ya ngomong sama kamu." Mamah kesal.


"Lebih baik sekarang Nak Adam pulang Dulu! biar Dinda juga bisa istirahat." akhirnya Ibu berbicara.


"Tuh, denger!" ucap Mamah.


"Baiklah." Adam tidak berani membantah Ibu mertuanya.


"Sea, Papi pamit dulu ya..."


"Kok Papi?"


"Iya, karena ini papi nya Sean." jawab Mamah.


"Oya? jadi mimpi aku itu betulan?"


"Iya sayang, sini peluk papi." Adam memeluk Sean.


"Yeaayy, Sean punya papi. Aku senang sekali."


"Papi pamit dulu yah, besok papi jemput kalian."


"Okay papi, hati-hati ya."


"See u gwanma and gwanpa."


"See u Sea. besok gwanma jemput Sea ya? nanti kita main bareng


Sean merupakan anak yang supel, jadi dia mudah menerima orang baru dan tidak sulit beradaptasi, seperti Mommy Nya.


Di dalam kamar Dinda.


"Mom, kenapa papi, gwanma and gwanpa bawu (baru) datang?"


"Maaf ya Sean, semua salah Mommy, Mom salah paham sama papi, jadi Mom pergi jauh dari papi."


"Mommy kok gitu? emang mommy gak sayang sama papi?"


"Mommy sayang dong."


"Kalau sayang, kenapa Mommy gak pewcaya (percaya) sama papi?"


Dinda seolah ditampar oleh anaknya sendiri. benar apa kata Sea, kenapa dia tidak percaya pada suaminya, padahal dia sayang.


----------------


Dimas sedang berada di apartemen Eva, sejak kejadian waktu itu, mereka jadi semakin intim.


"Sayang, udah malem, aku pulang dulu ya?" Dimas beranjak dari duduknya.


"Yah, kok pulang? aku masih kangen."Eva memeluk Dimas dari belakang.


"Udah malem sayang, kan bahaya kalau nyetir malam-malam sendirian." Dimas memutar tubuhnya hingga menghadap ke Eva, lalu mengecup kening Eva.


"Kalau gitu nginep aja."

__ADS_1


"Serius?" Dimas tersenyum nakal menatap Eva.


Eva hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.


__ADS_2