Kembalilah Istriku

Kembalilah Istriku
Bab 3 - Bulan Madu


__ADS_3

Setelah mendapat persetujuan Dinda, tanpa pikir panjang Adam sudah berada di atas tubuh Dinda.


Kemudian merekapun melakukan penyatuan, tenggelam dalam pergulatan yang panjang hingga mencapai pelepasan bersama...


Setelah itu Adam berbaring di sebelah Dinda lalu mengecupnya dan mengatakan "Terima kasih sayang Kamu telah memberikan hal yang paling berharga untuk Ku."


Dinda hanya menjawabnya dengan senyuman, lalu Ia memeluk Adam dan merekapun tertidur lelap.


-----------------


Alarm ponsel Adam berdering pukul 03.25.


Adam bangun terlebih dahulu, kemudian Ia membangunkan istrinya.


"Sayang ayo bangun."


Dinda membuka mata dengan malas.


"Aku masih ngantuk Mas, emang sekarang jam berapa?"


"Jam 03.25 Sayang, mandi yuk."


"Aahh ngantuk Mas, Aku masih lemes."


"Ya udah Aku gendong ya!"


Tanpa persetujuan istrinya, Adam menggendong nya ke kamar mandi. Lalu Dinda duduk di closet sementara Adam mengisi jacuzzi dengan air hangat.


"Mas, sakiittt..." rengek Dinda yang merasa perih ketika sedang buang air kecil.


"Sakit banget Sayang?" Kamu masih bisa jalan ga?"


"Perih Mas, bisa sih cuma gak nyaman aja."


"Ya udah sini kita berendam air hangat dulu, semoga perih nya berkurang."


Sebenarnya Adam ingin mengulang kejadian semalam, namun Ia tidak tega melihat istrinya yang masih kesakitan, akhirnya Ia menahan keinginannya.


20 Menit kemudian.


"Gimana Sayang, masih perih ga?"


"Sudah berkurang Mas, sekarang sudah lebih nyaman."


"Ya udah sekarang kita bilas yuk, Aku mau ajak Kamu ke suatu tempat."


"Kemana Mas? ini kan masih gelap."


"Udah Kamu ikut aja, Aku jamin gak akan nyesel."


15 Menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan berpakaian. Sebelum pergi mereka menyempatkan minum teh untuk menghangatkan tubuh. Tak lupa Ia membawa botol berisi air minum.


"Let's go, kita jalan sekarang sayang."


Mereka pergi keluar villa. Adam mengajak Dinda berjalan ke arah bukit yang berada di belakang Resort.


"Mas masih jauh ga?"


"Sebentar lagi Sayang, semangat ya." merangkul Dinda.


"Dari tadi sebentar terus tapi gak sampe-sampe. Tega Kamu ya? semalam Aku dibuat kelelahan, dan sekarang malah ngajak Aku jalan jauh." balas Dinda sambil menekuk wajahnya.


"Sini Aku gendong."


"Gak ah, emang aku anak kecil di gendong terus?"


"Hehehe, abis Kamu marah-marah aja dari tadi."

__ADS_1


Dinda hanya memicingkan matanya.


5 Menit kemudian mereka tiba di atas Bukit.


"Nahh akhirnya Kita sampai. Sini Sayang kita duduk." menarik tangan Dinda agar duduk disebelah nya.


"Iihh ngapain Mas duduk disini gelap-gelap?" protes tapi Dinda pun duduk.


"Ternyata Kamu cerewet yaa." mencubit hidung Dinda.


"Emang... Kenapa? Nyesel?"


"Engga dong, justru Aku makin sayang sama Kamu. Kalau Kamu cerewet tandanya Kamu nyaman sama Aku."


"Dih, gak nyambung Kamu Mas."


"Tunggu sebentar lagi ya Sayang, Kamu harus lihat sesuatu yang menakjubkan."


"Oya? Apa Mas? Aku jadi penasaran."


Adam merangkul Dinda dan mengecup bibir nya.


"Muachh.. Udah ya cerewetnya."


Tak lama kemudian muncul gradasi warna antara biru, ungu dan jingga yang bersinar dari arah lautan.



Dinda terkesima melihat pemandangan yang ada di depan matanya itu.


"Maassss, indah banget." ucap Dinda tanpa menoleh.


"Gimana, Kamu nyesel gak Aku ajak kesini?"


"Engga Mas, ini sangat menakjubkan." jawabnya sambil menggelengkan kepala pelan.


Makin lama sinar itu menyorot jejeran bukit yang ada di depan mereka.



"Iya Sayang, dulu Aku pernah kesini, dan Aku janji pada diri Ku sendiri, suatu saat Aku akan mengajak istri Aku kesini. Dan inilah saatnya."


"Mas."


"Hmm?"


"Kenapa sih Kamu tiba-tiba lamar Aku?"


"Mau tau aja apa mau tau banget?"


"Iiihh Mas ni ngerusak momment deh, Aku lagi serius juga." mencubit perut Adam.


"Aawww.. Sakit Sayang ampun."


"Lagian Kamu bukan jawab malah ngeledek."


"Aku bingung mau mulai dari mana." nyengir kuda.


"Emang sejak kapan Kamu suka Aku Mas?"


"Emang siapa yang suka sama Kamu?" menjulurkan lidah.


"Maaaaassss.." wajah Dinda memerah.


"Hahaha, iya iya, Aku suka Kamu semenjak pertama ketemu."


"Hah?? Serius Mas?"

__ADS_1


"He'em."


"Seingat Aku, selama ini kamu cuek sama Aku, bahkan Aku pikir Kamu itu angkuh."


"Oya?"


"Iya, mana pernah Kamu senyum atau nyapa Aku duluan, emang sih Kamu atasan udah pasti Aku yang harus nyapa duluan." buang muka.


"Bukan gitu Sayang, Aku itu pura-pura cuek, Karena Aku malu kalau Kamu tau perasaan Aku, sementara Aku sendiri belum tau perasaan Kamu gimana ke Aku."


"Lhaa, kalau malu kenapa Kamu bisa lamar Aku?"


"Itu terpaksa Sayang, hehehe."


"Apaa??? Jadi Kamu terpaksa nikahin Aku? Gak tulus gak ikhlas?"


"Bukan gituuu, Kamu denger Aku dulu dong. Maksud ku, saat itu Aku nekat, karena setiap ada klien Aku di kantor, mereka selalu jelalatan ke Kamu, Aku gak rela kalau nanti orang lain duluan yang dapetin Kamu."


"Masa sih Mas?"


"Iya, Kamu nya aja yang gak sadar. Aku kan jadi mikir, di kantor aja begitu, gimana diluar kantor? Sedangkan Aku gak mungkin jagain kamu terus 24 Jam."


"Ya iya lah, emang Kamu Bodyguard Aku??"


"Tapi kan sekarang Aku suami Kamu, jadi mulai saat ini gak ada yang boleh deketin Kamu walaupun hanya sekedar main mata Aku gak rela. Ingat ya, ini, ini, ini, ini ini dan ini semua milik Aku, hanya Aku yang berhak!"


Mendengar perkataan Adam, Dinda hanya tersenyum. Ia pun mengecup pipi Adam.


"Iihh Kamu nakal yaa, curi-curi cium pipi Aku. itu gak adil ah, nanti berat sebelah, sebelah lagi dong."


"Bilang nakal tapi minta nambah, huuhh."


Ketika Dinda akan mendaratkan ciuman, Adam menoleh, dan bibir mereka bertemu hingga akhirnya mereka saling *******.


"Sayang udah mulai panas, turun yuk."


"Ayo mas, abis ini kita mau kemana lagi?"


"Kamu maunya kemana?"


"Aku gak tau daerah sini Mas, aku ikut Kamu aja."


"Yakin?? Kalau Aku terjun ke laut Kamu mau ikut juga?"


"Apaan si Mas, ngomongnya jangan sembarangan ah."


Mereka pun kembali ke resort sambil berbincang dan bercanda disepanjang jalan.


-----------------


Tiba di billa mereka istirahat sebentar dan berganti pakaian sambil berbincang.


"Sayang Kamu mau sarapan di resto atau di antar ke sini aja?"


"Di resto aj yuk mas, biar sekalian cuci mata."


"Kamu mau sarapan atau mau ngapain? kok pake cuci mata segala?"


" Ya sarapan lah mas, resto nya kan di pinggir pantai jadi kita bisa sambil lihat pemandangan."


"Awas ya, Kamu jangan nakal! Cuma boleh lihat pemandangan aja."


"Ya iya lah mas, emang mau lihat apa? lihat Komodo?"


"Yaudah iya deh iyaaa."


Kini mereka sudah berganti pakaian casual, karena hari ini mereka akan berkeliling sekitar Pulau Komodo.

__ADS_1


Tiba di resto, mereka mengambil makanan yang sudah di sediakan dan memilih tempat duduk di balkon luar.



__ADS_2