
Dinda tidak sanggup menjawab Dave di depan keluarganya, Ia memutuskan mengajak Dave pergi ke jembatan untuk menjawab nya.
"Dave, jawaban Ku tetap sama. Sampai kapan pun Aku hanya menganggap mu teman baik ku Dave. Come on lah, Sudah berulang kali Aku katakan, Aku ini tidak pantas untuk Mu Dave."
"Din, Kamu tidak berhak berkata seperti itu. Aku yang menentukan siapa yang pantas untuk jadi pendamping Ku."
"Dave... Please.. Aku mohon mengertilah." Dinda sudah tidak tau harus berkata apa lagi.
"Baiklah, Aku tidak akan memaksa Mu lagi Din." Ucap Dave seraya berlalu.
Melihat mimik wajah Dave dan Dinda saat kembali ke teras, mereka paham sehingga tidak ada yang berani bertanya.
"Saya permisi dulu." Ucap Dave seraya berlalu ke kamar.
Ibu memilih untuk tidak berkomentar, karena keputusan ada di tangan Dinda.
"Ya sudah lebih baik sekarang kita masuk kamar masing-masing ya. Kita istirahat!" Ucap Ibu.
Di dalam Kamar Dave.
"Kak, yang sabar ya! Semoga Kak Dave dapat mengerti keputusan Kak Dinda itu pasti yang terbaik untuk semua." Ucap Dimas berusaha memberi support pada Dave, Dimas tau betul, Dinda tidak mungkin sembarangan mengambil keputusan. Ia pasti punya alasan kuat untuk menolak Dave.
"Iya Dim santai aja. Aku udah biasa kok di tolak Dinda. hehehe. Mungkin kali ini memang Aku lebih baik tidak berharap lagi."
"Kak Dave itu orang baik, tampan dan juga mapan. Aku yakin tidak sulit bagi Kak Dave untuk mendapatkan pendamping."
"Tapi Aku maunya Dinda! Ahh, Ya sudah lah."
Di kamar Dinda.
"Mom, besok Daddy akan tinggal bersama Kita?" Tanya Sean.
"Tidak Sayang, kenapa Daddy harus tinggal sama Kita?"
"Kan Mommy and Daddi menikah?"
"Sea... Mommy tidak menikah dengan Daddy."
"Bukannya tadi Daddy bilang akan menikah dengan Mommy?"
"Tidak Sayang, mungkin Sea salah dengar!"
"Yahhh.. Padahal aku udah seneng." Kecewa.
"Sabar ya Sayang, suatu saat nanti Kamu pasti akan ketemu dengan Papi Mu."
"Oya?"
"Iya, yang penting, Sean harus jadi anak baik, jangan nakal, dan berdoa sama Tuhan."
"Ofcows (ofcourse) dong Mom. Sean kan gak pewnah (pernah) nakal."
"Anak pintar.. Sekarang Sean bobok yah, istirahat dulu biar gak capek."
"Oke Mommy.. Tapi Aku jadi gak sabar mau ketemu Papi."
"Duhh, kayaknya Aku salah deh ngomong gitu ke Sea. Bisa di tagis setiap hari nih."
Keesokan harinya.
"Good Mowning (morning) Daddy." Sean menyapa Dave di tempat sarapan.
"Good Morning lil Girl. Sea sudah mandi belum?"
"Bulun (belum) Dad, Sea mau bewenang (berenang) dulu bawu (baru) mandi."
"Kalau gitu Sea harus sarapan yang banyak ya! Biar renangnya kuat."
"Siap Daddy.."
"Din, nanti Kita pulang setelah makan siang ya!"
__ADS_1
"Oke Dave.."
Dave tidak marah pada Dinda walaupun lamarannya ditolak, karena ini bukan pertama kalinya Ia di tolak, jadi Dave sudah menyiapkan hati nya.
"Va, habis ini kita main jet ski yuk!" Dimas mengajak Eva.
"Emang Kamu bisa?"
"Bisa dong, masa gitu aja gak bisa?"
"Ya Kali..."
"Uncle, Aku ikut dong? Aku mau naik jet ski juga."
"Anak kecil gak boleh naik jet ski nanti terbang lho!"
"Ahh Uncle bohong, kemawin (kemarin) aja Uncle bilang ada hiu, tewnyata (ternyata) gak ada!"
"Beneran Sea, nanti Uncle kasih lihat ya. Hiu nya ada banyak."
"Oke, siapa takut?"
Setelah selesai sarapan, mereka semua jalan ke penangkaran Hiu yang masih berada di wilayah resort.
"Tuh kan Sea Uncle Di gak bohong." Memang benar ada banyak Hiu, tapi hiu nya di dalam penangkaran jadi tidak bisa berenang bebas di laut.
"Wahh iya.. Tapi kok Hiu nya kecil si?" Bayangan Sea, semua hiu besar.
"Itu kan baby Shark Sea. Kalau Mommy atau Daddy nya baru besar." Jawab Dimas
"Oo gitu.. Baby shak (shark) punya adik dan kakak gak? lalu gwanma (grandma) and gwanpa (grandpa) nya besaw (besar) juga gak?
"Besar dong Sea, makanya mereka tidak bisa tinggal di sini."
"Kasihan sekali baby shak tidak bisa tinggal bewsama (bersama) Mommy and Daddy nya, pasti Dia sedih... Kaya Aku gak bisa tinggal sama Daddy."
Mereka semua terharu mendengar kalimat terahir Sea.
"Tapi kan Daddy tidak tinggal sama Aku. Aku maunya Daddy tinggal sama Aku, biaw (biar) bisa puas main baweng (bareng) bisa bobok sama Daddy, di peluk dan di cewitain (ceritain) dongeng sebelum bobok."
"Siapa bilang Daddy gak bisa? Daddy bisa kok."
"Oya??? Asiikkk, besok Daddy tinggal di wumah (Rumah) Aku.."
Dave menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Dia bingung bagaimana cara menjelaskan pada Sea.
"Udah Dave, gak akan ada ujungnya kalau ngomong sama Dia." Ucap Dinda yang tau Dave sedang bingung.
"Kak, Aku mau main jet ski dulu ya." Dimas pamit pada Dinda.
"Iya hati-hati." Jawab Dinda.
"Yuk Va." Mengajak Eva.
Dimas dan Eva sudah berada di atas jet ski.
"Va, pegangannya jangan gitu, nanti kamu jatuh!"
"Terus gimana dong?" Eva pura-pura gak tau.
"Gini! Jangan dilepas ya." Dimas mengarahkan tangan Eva agar melingkar di pinggangnya, Ia pun tersenyum girang.
"Iya." Eva sangat senang bisa memeluk Dimas.
Dimas melajukan jet ski nya dengan cepat.
"Dim.. Jangan cepat-cepat Aku takut!" Teriak Eva.
"Apa? Aku gak bisa dengar?" Ya iya lah gak bisa dengar, orang berisik suara mesin jet ski.
"Jangan ngebut, Aku takut!" Eva meninggikan suaranya.
__ADS_1
"Kalau pelan-pelan mah bukan naik jet ski namanya, tapi naik becak."
"Ahh Dimas, Aku lompat nih!" Ancam Eva.
Dimas pun mengurangi kecepatan.
"Va..."
"Hmm..."
"Aku mau ngomong sesuatu sama Kamu."
"Dia mau ngomong apa ya? Serius banget kayaknya." Gumam Eva dalam hati.
"Va......"
"Eh, Iya mau ngomong apa?"
"Kamu mau gak jadi pacar Aku?"
Deg... Jantung Eva langsung berdegup kencang, Ia tak menyangka pria yang selama ini Ia sukai memintanya untuk jadi pacarnya.
"Kok diem sih Va?" Dimas tak sabar menunggu jawaban Eva.
"Emmmm.." Eva malu mau langsung bilang iya.
"Kalau Kamu terima, Aku akan sangat senang, kalau Kamu tolak, sekarang juga Aku lompat ke laut."
"Dih, kok ngancem sih?"
"Hehehe, Bercanda Va. Abis Kamu lama banget jawabnya."
"Iya Aku mau." Menjawab pelan.
"Apa?"
"IYA AKU MAU JADI PACAR KAMU..." Teriak sekencang mungkin
"Wiihh santai dong, Kamu semangat banget mau jadi pacar aku sampe teriak gitu?" Sok Cool, padahal hatinya melompat-lompat.
"Aaahh Kamu mah ngeledek terus, tadi katanya gak kedengeran!" Eva kesal.
"Iya iya... Sini deh Aku bisikin sebentar." Dimas menengok ke Eva yang ada di belakangnya.
"Apa?" Eva mendekatkan telinganya ke Dimas.
Cup' Satu kecupan mendarat di pipi kanan Eva. Wajah Eva langsung merona.
"Terima kasih ya udah mau jadi pacar Aku."
Eva tersenyum lalu mengangguk.
"Yeeeaayyyy.." Dimas berteriak lalu menaikkan kecepatannya lagi.
"Aaaaaaa.. Dimas Aku takut."
"Jangan takut, kan ada Aku! Yang penting Kamu peluk Aku yang erat ya!" Modus banget Dimas pingin di peluk jadi sengaja ngebut.
-------------------
Adam'
"Apa aku bunuh saja pria itu??"
"Ahh, tidak. Itu tidak boleh. Jika Dinda mengetahuinya, Dia tidak akan mau kembali dengan Ku, Dia pasti akan membenci Ku."
"Lalu bagaimana cara menyingkirkannya dari sisi Dinda?"
"Ahh Iya, Aku bisa menuntutnya karena telah merebut istri Ku."
"Aku yakin surat cerai itu tidak berlaku, karena Aku tidak pernah setuju untuk bercerai dari Dinda."
__ADS_1
Adam semakin tidak Waras.