Kembalilah Istriku

Kembalilah Istriku
Bab 23 - Melamar Mu


__ADS_3

"Bisa dong Dim, masa gitu aja gak bisa?"


"Ya kali mau Aku bantu." Modus.


"Gak usah, Kita ke sana aja yuk." ajak Eva.


"Iya juga ya, kenapa tadi Gue gak pura-pura gak bisa aja? Biar bisa berdua. ahh nyesel Gue." gumam Eva dalam hati.


"Uncle... Onti... Kejar Aku!" Sean yang sudah jauh ke tengah, meneriaki Eva dan Dimas.


"Jangan jauh-jauh Sea, nanti ada hiu." Ledek Dimas.


"Apa?? Daddy memang di sini ada hiu?"


"Tidak ada dong Sea, ini kan pantai. Hiu tidak bisa berenang di pantai." Dave berusaha memenangkan Sean.


"Tapi aku takut Daddy.. Nanti kalau kaki aku di gigit gimana? tewus (terus) Aku bedawah (berdarah) tewus kaki Aku hilang dan Aku tidak bisa jalan, lalu Mommy akan sedih." imajinasi Sean lebay.


"Ngapain nanya tadi? kan udah Daddy bilang di sini tidak ada hiu."


"Daddy ayo Kita kembali! Aku tidak mau Mommy sedih." Tetep aja gak dengerin penjelasan Dave.


"Ya sudah Ayo." Dave pun mendayung cano nya untuk kembali ke resort.


"Pantes aja dulu Dinda ngidam nya aneh banget, ternyata hasil nya spektakuler gini.. hahaha."


"Apa Dad?" Sean yang mendengar ucapan Dave tidak paham.


"Ehh, gak apa-apa Sea. Ayo kita ke Mommy.


Mereka menuju ke arah Dinda dan Ibu yang sedang ber snorkeling di laut dekat resort. Ibu Mirna masih cukup muda, sehingga walaupun Ia sudah punya cucu, masih dapat beraktifitas mengimbangi kegiatan anak muda.


Dimas dan Eva yang merasa bosan hanya bermain Cano, mereka pun memutuskan untuk bergabung dengan yang lain.


"Kok Sea sudah kembali?"


"Gara-gara Kamu tuh Dim, pake bilang ada hiu segala, Sean jadi takut." Ucap Dave


"Masa Baby Shark takut hiu?" Ledek Dimas.


"Uncel mah gitu, udah tau keponakannya masih kecil malah di takutin, Uncle jahat." Sean protes.


"Oohh keponakan Uncle masih kecil? Tapi kok ngomongnya sok tua ya?"


"Onti, jangan mau ya sama Uncle Di, Uncle jahat."


"Uncle ceburin Kamu ke laut ya?" Mengangkat tubuh Sean dan mengayunkannya seolah akan melempar ke laut.


""Aaaaa Jangan Uncle Aku takut." Sean merengek.


"Janji dulu, gak ngeyel lagi!"


"Iyaa Aku janji.. Ampun."

__ADS_1


Dimas pun menurunkan Sean dari gendongannya.


"Onti, Kita berenang yuk!"


"Ayo.." Eva dan Sean turun ke laut, mereka bermain Air di pinggiran.


"Itu sih bukan berenang, tapi main air." Dimas meledek Sean lagi.


"Biawin (Biarin), Udah sana Uncle Di pergi aja jangan ganggu Kami!" Sean kesal.


"Uncle mau berenang sama Onti Eva, Kamu ke Mommy aja sana!"


"Gak ah, Mommy kan lagi Pacawan (pacaran) sama Daddy." Mulai sotoy lagi.


"Emang pacaran itu apa Sea?"


"Pacawan itu main berdua Onti, Onti mau pacawan sama Uncle?" Jiaahhh...


"Mau banget Sea, tapi bukan pacaran seperti yang Kamu maksud. hehehe." Gumam Eva dalam hati.


"Udah bocil jangan sotoy, Ayo, Uncle antar ke Granma." Mengantar Sean ke Dinda, Dave dan Ibu yang sedang Snorkeling bersama, Eva pun mengikuti mereka.


"Mommy, Uncle Di pelit. Masa Aku lagi Bewenang (berenang) sama Onti Eva malah di suwuh (suruh) ke Mommy and Daddy yang lagi pacawan (pacaran).


Dave sangat bahagia mendengar ucapan Sean, sementara Dinda malu.


"Hahaha, Anak kicik ini sok tau ya." Semua orang tertawa mendengar ocehan Sean.


Dave sangat bahagia mendengar ucapan Sean, sementara Dinda malu.


"Hahaha, Anak kicik ini sok tau ya." Semua orang tertawa mendengar ocehan Sean.



Tiba waktunya makan malam.


Mereka sudah berkumpul di depan Kamar untuk BBQ. Dave dan Dimas menyiapkan pembakaran, sementara para wanita menyiapkan bahan makanan untuk di bakar.


"Va, tolong antar ini ke Dimas." Dinda memberikan wadah berisi hewan laut untuk di bakar, seperti udang, kerang, cumi, gurita dan lain-lain.


"Iya Kak." Eva mengambil wadah itu lalu membawanya ke Dimas.


"Dim, ini bahan nya."


"Oh, Iya sini biar langsung di bakar. Bumbu nya mana?"


"Ehh iya Aku lupa, kirain belum mau di bakar."


"Heemm, Gimana si? Kalau belum mau di bakar buat apa di bawa kesini?" Menyentil hidung Eva.


Beberapa saat kemudian makanan matang, mereka pun mulai makan.


"Sean mau makan apa?" tanya Grandma.

__ADS_1


"Aku mau yang itu Gwanma (Grandma)." menunjuk sosis bakar.


Sementara yang lainnya makan Seafood termasuk Dinda. Dia makan Udang, Cumi, bahkan kepiting.


"Sepewtinya (Sepertinya) yang Mommy makan sangat lezat, Aku jadi mau." Entah kenapa Sean ini selalu menginginkan makanan yang sedang di makan Dinda, tak jarang makanan yang Ia pilih justru tidak di makannya.


Dinda pun tak pernah menolak jika Sean menginginkan makanannya, Ia selalu memberi makanan yang Ia makan pada Sean.


"Kebiasaan." Ucap Dimas


"Whatevew (whatever)." Jawab Sean.


"Va, Kamu mau ini?" Tanya Dimas pada Eva.


"Boleh..."


"Nih, udah Aku kupas." Dimas memberikan Eva kepiting yang sudah di kupas.


"Terima kasih Dim, Kamu juga makan dong, dari tadi Aku perhatiin Kamu sibuk aja!"


"Ciee, ada yang perhatian sama Aku nih." Ledek Dimas, padahal Ia sendiri malu.


"Dih, Ge'er." Jawab Eva antara kesal dan malu.


"Yaelah Va, pake malu-malu segala, kalau mau perhatiin Aku mah gak usah tanggung-tanggung, Aku juga gak keberatan Kok." Seolah-olah hanya Eva yang naksir Dimas.


"Udah Dim, jangan di ledek terus Eva nya, nanti kabur lho." Ucap Ibu yang kasihan melihat Eva.


"Emang Kamu berani kabur sendiri dari sini?" Dimas masih meledek Eva.


"Tenang Va, kalau mau kabur, nanti aku panggil Andri buat jemput Kamu." Dave membela Eva.


"Kak Dave gak asik ahh." Dimas mati kutu.


Setelah selesai makan malam, tiba-tiba Dave berdiri di depan Dinda.


"Din, Aku yakin Kamu sudah tau perasaan Ku. Aku sudah lama suka sama Kamu Din, bahkan semenjak Kita masih kuliah. Aku tidak tau harus bicara apa, yang pasti saat ini Aku hanya ingin mengatakan satu hal."


Kemudian Dave berlutut sambil menyerahkan kotak berisi cincin.


"Maukah Kamu menikah dengan Ku Din?"


"Yeaayy, Mommy and Daddy akan menikah" Sean bersorak seolah Dinda sudah menjawab lamaran Dave.


"Huusstt, Mommy Mu belum menjawab nya. Jangan berisik." Balas Grandma.


---------------


"Sial, Aku tidak bisa mengikuti mereka." Maki Adam yang sedang berada di apartemennya.


Adam sangat galau ketika mengetahui Dinda pergi bersama dengan keluarga termasuk suami dan anaknya.


"Sebahagia itu kah Dia? Lupa kah Dia kenangannya bersama Ku?" Gumam Adam sambil menatap ke arah luar apartemen.

__ADS_1


"Bagaimana caranya agar Kamu bisa kembali bersama Ku Din? Hati ku sangat sakit melihat mu bahagia dengan orang lain!"


Apa Aku harus membunuh pria itu?


__ADS_2