
Yudi menatap sendu gadis yang begitu ia cintai itu, entahlah seperti apa bentuk cinta yang di maksud oleh nya, ia tak rela kalau Nisa bersama laki-laki lain. Namun waktu itu ia juga tak bisa lepas dari jeratan Desi yang selalu datang untuk menggoda nya.
Perlahan cekalan tangan Yudi mulai mengendur, Nisa menggunakan itu untuk menepis tangan pria dihadapan nya itu.
“Apa gak ada yang tersisa untukku lagi Nis?” kini suara nya berubah menjadi parau seperti menahan tangis. Rambut yang ia ikat kebelakang dan rambut tipis yang tumbuh disekitar rahang nya terlihat basah oleh keringat bercampur dengan air mata.
“Maaf mas! semua sudah habis, jadi kumohon jangan terus-terusan menyakiti perempuan lain dengan mementingkan kepuasan mu sendiri! dulu kau melupakan aku hanya karena kepuasan yang diberikan oleh teman ku, dan sekarang kau juga akan melupakan dia dan mengejar aku lagi? egois sekali!” bantah Nisa.
Yudi terduduk di lantai, meratapi nasib yang tidak berpihak padanya, padahal sejak dulu, apapun yang menjadi keinginan ya akan terkabul. “Aku sangat mencintai kamu Nisa! aku bodoh dulu termakan dengan rayuan Desi,”
“Sudahlah, semua sudah jadi bagian dari takdir, jalani hidup mu dengan Desi, sayangi anak kalian.. perhatikan mereka berdua, dan jangan ganggu hidup ku lagi mas!”
Mendengar kalimat itu, Yudi seperti gelap mata, sungguh ia tak rela jika harus melepaskan Nisa pergi. Saat Nisa hendak berjalan menjauh dari Yudi, tiba-tiba Yudi langsung menyergap Nisa hingga gadis itu langsung masuk kedalam pelukan Yudi.
“Apa yang kau lakukan! lepaskan aku!” Ronta Nisa sekuat tenaga, ia tak mau kalau sampai Ilyas melihat nya sedang dipeluk laki-laki lain, entahlah kenapa ia merasakan hal itu. Nisa benar-benar tak nyaman diperlakukan seperti itu oleh Yudi, apalagi saat ini status Yudi adalah suami orang lain.
__ADS_1
“Aku tidak akan membiarkan kamu pergi Nis, ikut aku pulang ke desa, apapun yang terjadi, kita tetap harus menikah!” Yudi semakin kuat memeluk Nisa, hingga gadis itu merasa sangat sesak dan sulit bernafas.
“Kamu gila mas! lepasin aku!” teriak Nisa , Johan dan Ilyas yang melihat itu langsung datang mendekati mereka berdua.
“Berhenti Yud, Lo nyakiti dia?!” teriak Ilyas. Mata nya nyalang menatap laki-laki yang sudah berani memeluk calon istrinya. Meskipun ia baru saja tahu kalau Yudi adalah mantan kekasih dari Nisa sekaligus orang yang telah membuat Nisa menderita trauma seperti itu.
“Enggak, lo gak tahu seberapa besar cinta gue buat dia!! gue yakin kalau dia masih punya perasaan itu buat gue, jadi gue mau bawa dia balik kedesa, dan kami akan menikah disana,”
Bugh!
Tanpa pikir panjang Ilyas langsung menghadiahkan Bogem mentah dan mendarat mulus dipipi Yudi yang berantakan itu. Yudi terjungkal kesamping, karena ia tak siap menerima pukulan dari Ilyas, sejak dulu Ilyas terkenal dengan pukulan yang mematikan lawannya. Sekali pukul tulang lamwannya bisa langsung patah. Dan Yudi merasakan rahang nya begitu sakit, hingga pelukan nya pada Nisa terlepas.
“Aww, Lo apa-apaan sih Yas, kenapa Lo ikut campur?” ringis Yudi dengan memegangi rahang nya yang ia taksir pasti tulang nya bergeser, karena kuatnya pukulan dari Ilyas.
“Jelas gue ikut campur, dia calon istri gue!” sentak Ilyas dengan lantang. Semua karyawan cafe langsung kaget mendengar hal itu, termasuk Mila, Naima, Johan dan Nisa sendiri.
__ADS_1
“Apa?” mata Yudi langsung membeliak kaget, ia langsung bangkit dan tidak menghiraukan rasa sakit di rahang nya tadi.
“Apa Lo bilang? Nisa calon istri Lo.. yang bener aja Yas, dia ini perempuan yang gue ceritain ke elo!”
“Gue gak peduli, itu masa lalu kalian berdua.. Sekarang gue calon suami nya, jadi jangan berani-berani nya elo nyakitin dia,”
Yudi tersenyum remeh, ia lalu mengalihkan pandangan nya pada Nisa yang masih agak kaget mendengar pernyataan dari atasannya sendiri, memang sebelum ia mengatakan didepan semua orang, Ilyas sudah lebih dulu mengatakan itu pada Nisa. Namun Nisa belum menjawab apa-apa. Apa gal seperti itu bisa dikatakan kalau dia memang calon istri Ilyas?
“Wow Nis! jadi kamu gak mau balik lagi sama aku karena udah dapat laki-laki yang jauh lebih kaya dari aku ya? realistis juga kamu ya..” cibir Yudi tak percaya. Iya.. Yudi tidak percaya kalau Nisa akan berpindah kelain hati, karena sampai saat ini, ia masih yakin kalau Nisa masih begitu sangat mencintai dirinya. Meski pun ada sorot kemarahan yang luar biasa Dimata nya.
“Aku gak mau balik sama kamu, karena rasa sakit yang udah kamu ciptakan sendiri mas! sampai sekarang juga kamu gak paham kan? udah jadi kebiasaan kamu untuk menuduh ku macam-macam, tapi sekarang aku gak peduli.. aku bukan tunangan kamu lagi!”
“Enggak bisa! kau masih tetap calon istriku! dan buat lo Yas, teman macam apa lo ini? nikung temen sendiri dari belakang!”
“Lo sendiri yang udah nyia-nyiain Nisa, gue gak ngerebut siapa-siapa!! salahin diri Lo sendiri yang gak becus jadi lakik! Dari dulu yang ada didalam pikiran Lo cuma kesenangan aja, Lo pikir semua nya bakal bisa berjalan sesuai kemauan Lo, jangan sombong Yud!” balas Ilyas tak mau kalah. Karena memang sejak dulu, Yudi selalu membanggakan kekayaan orang tua nya dimana-mana.
__ADS_1
“Jadi itu yang ada didalam pikiran Lo Yas?” Yudi menatap Ilyas tak percaya. Mata nya tajam seakan menembus relung hati Ilyas.
“Selama ini gue diem, bukan berarti gue sejalan sama Lo Yud, anak-anak juga tahu kok gimana elo, sejak awal Lo Dateng kesini, gue udah bilang kan Lo salah, gak seharus nya Lo abai sama anak dan istri Lo demi mengejar perempuan lain, tapi Lo bilang apa?? demi cinta Lo yang menggunung itu Lo lakui semua ini!! Harus nya kalau Lo emang cinta sama Nisa, Lo bisa tahan hasrat Lo keperempuan lain!” Nisa memandang Ilyas, ia tak percaya kalau Ilyas akan membela nya seperti ini, dan satu hal yang membuatnya kaget yaitu, Ilyas dan Yudi saling kenal satu sama lain.